Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Menghindar


__ADS_3

Bella berlari memasuki kamar dengan nafas terengah engah. Dia memegang dadanya yang terasa sesak, jantungnya berpacu dengan cepat bagai. Air matanya masih membasahi wajahnya. Dia terduduk di lantai depan ranjangnya. Untuk pertama kalinya dia dicium pria bukan, bukan dicium itu melebihi ciuman.


"jantungku jantungku... sesak sekali. hiks...hiks..." ucap Bella lirih memegang dadanya.


Setelah merasa tenang dia pun berjalan memasuki kamar mandi mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Dia berdiri memandangi dirinya di cermin. Terlihat banyak tanda merah di leher dan dadanya. Seketika dia mengingat kembali kejadian tadi wajahnya langsung merona. Entah merasa malu atau sedih atau senang entahlah dia pun tak tau. saat mengingatnya ada rasa aneh yang menjalar di tubuhnya.


"argh...ada apa denganku? lupakan... lupakan saja anggap tidak pernah terjadi, oke...lupakan...lupakan...lupakan..." Bella mengulang ulang kata kata itu sambil berjalan menuju ranjangnya. Dia pun berbaring memejamkan mata mencoba mengalihkan pikirannya.


Di ruang kerja Edward dengan susah payah meredam hasratnya yang tidak tersampaikan.


"Tuan muda, apa tuan baik baik saja?" tanya Pak jo melihat Edward nampak gusar bahkan pak Jo bisa mendengar nafasnya yang memburu.


"aku baik baik saja" jawab Edward dengan nada bergetar dia ingin sekali memarahi Pak Jo yang telah mengacaukan kegiatan panasnya namun dia juga tak tega dengan lelaki paruh baya itu.


"syukurlah. kalau begitu saya keluar dulu tuan" kata Pak Jo segera keluar.


Edward masih duduk merilekskan pikirannya dia memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya di kursi. Tak terasa setengah jam berlalu dia pun berjalan kembali menuju kamarnya.


Dia memasuki kamar dengan perlahan matsnya tertuju kepada Bella yang sedang berbaring membelakanginya.


"Bella apa kau sudah tidur?" tanya Edward. Namun tak ada respon dari Bella. Dia pun berjalan kamar mandi membersihkan diri kemudian berganti pakaian tidur.


Bella yang mendengar Edward ada di kamar mandi langsung bernafas lega. Sebenarnya ia tidak tidur Dia hanya berpura pura untuk menghindari Edward.


Edward yang sudah selesai langsung berjalan ke ranjang merebahkan tubuhnya. Dia melirik punggung Bella yang sedang Membelakanginya. Sebenarnya dia pun tahu kalau Bella belum tidur dia hanya berpura pura.

__ADS_1


Terbesit senyum tipis di bibir Edwar mengingat ciuman panasnya tadi. Rasanya ingin sekali mengulangnya.


Beberapa hari berlalu sejak malam itu Bella selalu berusaha menghindari Edward. Dia selalu membuat berbagai alasan. Pagi ini dia sedang menyiapkan pakaian kerja Edward.


"ini jasnya" kata Bella singkat kemudian beralih merapikan meja riasnya Edward yang melihat mulai kesal karena itu.


"Bella kemari sebentar aku kesulitan mengancing kemejaku!" ucap Edward membuat alasan agar Bella menghampirinya.


"Bella kau tidak mendengarku?" tambahnya lagi karena melihat Bella tak bergeming. Bella yang mendengar suara Edward mulai meninggi pun mau tak mau segera menghampiri.


"kancing yang mana" tanya Bella sudah di depan Edward.


"yang ini" jawab Edward menunjuk dadanya. Sebenarnya tidak ada masalah itu hanya alasan. Bella pun mengancingkan kemeja Edward.


Edward menatap wajah Bella dengan saksama. Setelah selesai Bella pun segera berbalik namun dengan cepat Edward menahan tangannya.


"Bella kita ini sama sama normal kenapa kau menganggap itu salah. aku yakin di dalam hatimu sebenarnya ingin merasakannya lagi" kata Edward masih menggenggam tangan Bella.


"bukannya salah tuan. aku hanya tidak ingin terhanyut lebih dalam. aku takut menyalah artikan semua itu." batin Bella karena tak bisa dipungkiri sebenarnya Edward memang benar. Bahkan wajahnya selalu merona kala mengingat kejadian itu. Jantungnya berpacu saat mengingatnya.


Melihat Bella yang terdiam Edward mengulurkan tangannya mengangkat dagu Bella yang menunduk.


"ayolah Bella" ucap Edward lembut dia pelan pelan memajukan wajahnya berpusat pada bibir Bella. Bella pun memejamkan matanya. untuk kedua kalinya bibir mereka bertemu beradu dalam hasrat.


Bahkan entah kenapa Bella merasa menikmati tanpa sadar dia sedikit membuka mulutnya. Serasa diberi lampu hijau Edward memperdalam ciumannya. Terdengar suara nafas Bella terengah engah Edward pun menghentikannya.

__ADS_1


Bella hanya menunduk malu. Edward mengusap bibir Bella yang basah dengan ibu jarinya. Edward pun tersenyum tangannya mengusap lembut pucak rambut Bella membuat wajah Bella merona.


"Lihatlah wajahmu merona seperti tomat" ledek Edward terkekeh. Bella tambah malu di buatnya dia berlari menuju kamar mandi.


"Aku pastikan kau milikku, walau sekarang hanya ciuman tapi kujamin kedepannya kau akan memberiku lebih dari itu." ucap Edward dalam hati sambil menyeringai licik.


Dia pun berjalan keluar turun ke lantai bawah untuk sarapan. Setelah itu Edward dan Aron pun menaiki mobil kemudian melaju ke kantor.


Tak lama kemudian mereka pun tiba di kantor. Edward berjalan memasuki kantor. Terlihat semua karyawan membungkuk hormat ketika berhadapan dengannya.


"Aron apa kau sudah menjadwalkan kunjungan ke Kusuma Textil" tanya Edward kepada Aron.


"sudah tuan. minggu depan kita akan kesana" jawab Aron.


Kusuma Textil adalah perusahaan milik kakek Bella. Dengan bantuan Zhenghong kini perusahaan keluarga Bella itu telah pulih bahkan lebih pesat dari sebelumnya.


Kembali ke Bella, kini dia mematung di depan cermin menatap dirinya. Dia mengingat kejadian tadi pagi wajahnya kembali merona. Namun ada rasa sedih yang mengganjal di hatinya mengingat hubungan kontrak pernikahannya.


"itu hanya ciuman, ya hanya ciuman jangan salah paham Bella. Dia itu laki laki hanya mencari kesenangan belaka. Bukankah dia selalu bilang tak sudi menyentuhku" ucap Bella menyadarkan diri dan hatinya agar tidak melemah.


Dia tidak ingin kalau sampai jatuh hati kepada Edward. Dia berusaha menutup hatinya rapat rapat agar tak terkecoh dengan bujuk rayu Edward.


"Bella kau hanya gadis penebus. ingat itu jika ada cinta itu hanya Cinta Penebus Hutang. Hutang keluargaku...kau tidak pantas berdampingan dengannya" ucap Bella kepada dirinya sendiri.


Bella pun beralih meraih ponselnya dia membuka medsos untuk mengalihkan pikirannya. Terlihat status teman teman kuliahnya. Sena dan rara tengah berpose manis di taman kampus. Bella tersenyum melihat.

__ADS_1


"aku merindukan mereka." kata Bella sambil tersenyum kemudian menggeser layarnya lagi terlihat live streaming dari teman kampusya yang lain. Terlihat mereka tengah merayakan pesta ulang tahun. Cada tawa dan senda gurau mereka membuat Bella mengingat kembali masa kuliahnya. "ah seandainya aku disana akan sangat menyenangkan. kapan aku keluar dari sini. apa aku akan terus terkurung disini"


Dia pun menggeser lagi layar ponselnya dia berhenti ketika melihat foto seorang pria yang dikenalnya. " kak Rendi, dia terlihat tampan di foto ini. Sedang apa dia ya?" Bella terus menatap foto itu terus. Ada rasa sedih dalam hatinya mengingat kakak kelasnya itu.


__ADS_2