
Bella berjalan gontai memasuki kamarnya. Entah mengapa hatinya mendadak tak bersemangat.
Cukup lama dia berdiam diri merendam di dalam bathup. Memikirkan kata kata Arya, memikirkan bagaimana harus mengambil sikap.
Setelah selesai dengan ritual mandinya Bella pun segera berganti pakaian dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Dia menatap ke samping tempat dimana Edward biasa tidur. Tangannya terulur mengusap bantal, perasaannya terasa sepi saat Edward tak ada di sini. Seakan waktu berputar sangat lambat.
"kenapa aku sangat merindukannya" lirihnya tangannya masih tetap memegang bantalnya.
"bolehkah aku menelponnya tapi bagaimana kalau dia sedang sibuk.
Setelah menimbang dengan seksama akhirnya Bella memberanikan diri menelpon Edward.
Setelah dua kali panggilan tapi tak ada jawaban dia pun menyerah takut mengulangnya lagi.
Tapi baru saja ia menaruh ponselnya tiba tiba Edward menelpon balik. Bella pun dengan cepat mengangkat telponnya.
"aku sedang mandi tadi saat kau menelpon" ucap Edward terlihat dia berjalan keluar ke arah balkon.
"oh kukira kau sedang sibuk" jawab Bella.
"tidak aku baru pulang" ucap Edward mendudukan diri di kursi balkon. "bagaimana harimu?" tanyanya.
"menyenangkan seharian aku bersama keluargaku" jawab Bella tersenyum senang.
"lalu..." tanya Edward lagi.
"lalu? hmm... kau pasti sudah tau kau hanya pura pura bertanya" Bella berdecak kesal.
"bagaimana aku tau memannya aku ini cenayan" goda Edward dirinya merasa gemas melihat bibir Bella yang cemberut.
"kau selalu mengawasiku kan?" ucap Bella masih dengan wajah cemberutnya.
Setelah bercerita cukup lama mereka pun mengakhiri panggilannya. Bella kembali tidur dengan nyaman.
Sementara itu Edward masih terpaku menatap ke depan. Dia mengingat percakapan Bella dan Arya yang dikirimkan anak buahnya.
"jadi ini sudah waktunya, kenapa cepat sekali" gumamnya. "apa Bella bella akan pergi"
Hatinya menjadi sesak memikirkannya setidaknya dia masih punya waktu setelah pulang dia akan bicara dengan Bella.
********
Aron dan Edward berjalan memasuki sebuah resto ternama. Hari ini dia dijadwalkan menghadiri rapat di resto itu sekalian makan siang.
Terlihat rekan bisnisnya sudah menunggu saat Edward datang mereka pun langsung memulai rapatnya dilanjutkan dengan makan siang.
"terima kasih untuk waktunya presdir antonio semoga semua berjalan lancar sesuai harapan." ucap salah satu dari mereka.
"ya semoga saja" ucap Edward, mereka berjabat tangan kemudian meninggalkan restoran.
Tampa disadari sepasang mata memperhatikan mereka. Dia pun mengikuti Edward dan Aron yang berkendara menuju apartemennya.
__ADS_1
Seringai licik terlukis di wajahnya setelah melihat Edward memasuki apartemennya dulu yang dia tempati.
"akhirnya aku punya cara memisahkanmu dari istrimu" gumam Selena tersenyum licik.
Sudah dua hari ini dia mengikuti Edward. Rencannya dia ingin menjebak Edward langsung namun dia tak ada celah. Tapi sepertinya Selena menemuka cara lain.
Selena bergegas pulang ke apartemennya yang dia tinggali sebulan terakhir ini. Setelah mendapat ancaman dari Aron waktu itu sepertinya Aron menyiasati dengan mengirim Selena kembali ke paris. Aron benar membuat Selena menjauh dari Edward.
"halo aku butuh bantuanmu" ucap Selena tengah menelpon seseorang.
"bantuan apa?" tanya seseorang diseberang telpon yang tak lain adalah Felix.
"ini mengenai Edward aku ingin kau menemui Bella dan memperlihatkan sesuatu" jelas Selena.
"selena sudahlah berhenti membuat kekacauan, jalani hidupmu dengan baik" jawab felix dengan nada kesal.
"jadi kau tidak mau membantuku" Selena menjadi emosi.
"mintalah bantuan yang lain aku tidak mau bermasalah dengan Edward kau tau sendiri siapa dia" sangga Felix.
"aku kecewa denganmu" Selena pun memutuskan panggilan sepihak karena kesal Felix menolaknya.
Selena berpikir keras siapa yang bisa membantu rencananya. setelah lama berpikir dia pun menemukannya.
"halo dimana kau" tanya Selena sedang menelpon.
"aku di rumah ada apa?" Natasya menjawab telepon di seberang sana.
"aku punya rencan untukmu" ujar Selena tersenyum licik
"aku punya rencana memisahkan Edward dan Bella" jawab Selena.
"memangnya apa yang bisa kudapat setelah membantumu?" ucap natasya malas.
"kau punya kesempatan menjadi nyonya Shenghong lagi setelah mereka berpisah" ucap Selena membujuk natasya.
"bukankah kau yang mengnginkan posisi itu?" Natasya tidak percaya perkataan Selena
"bagiku sudah tidak mungkin dia sangat membenciku, ck... aku hanya tidak suka dengan istrinya itu" terang Selena.
Natasya terlihat berpikir sejenak. "baiklah apa bisa ku bantu" tanya Natasya.
"begini rencananya" Selena pun mengutarakan rencananya dan Natasya pun menyanggupi permintaan Selena.
********
Sore ini Bella bergegas pulang dari kampus. Sebelum pulang di menyempatkan diri ke toko buku membeli sesuatu.
Dia pun berjalan masuk sambil memperhatikan semua rak buku mencari cari apa yang bisa di belinya.
Setelah beberapa menit mencari akhirnya dia pun menemukan bukunya. Tanpa menunggu lama dia pun segera berjalan ke kasir untuk membayar bukunya.
"awww...." tiba tiba dia bertabrakan dengan seseorang.
__ADS_1
"maaf saya tidak sengaja" ucap wanita itu yang tidak lain adalah natasya.
"tidak apa apa aku juga kurang memperhatikan tadi" jawab Bella merapikan bukunya.
"eh Bella... kau masih ingat padaku?" tanya Natasya pura pura padahal dia memang sengaja menabrak Bella tadi.
"oh...hmmm natasya kan kalau tidak salah" Bella mencoba mengingat natasya.
"ku kira kau sudah lupa padaku" ucap natasya tersenyum manis.
"oh tidak aku masih mengingatmu" jawab Bella.
"emm bagaimana pergi kalau kita mengobrol sambil minum teh di depan anggap saja sebagai permintaan maafku ya please...!!!!" ucap Natasya dengan wajah memelas.
Bella pun terlihat berpikir sebenarnya ia ingin segera pulang tapi tak enak hati menolak ajakan natasya jadi dia pun mengiyakannya.
"baiklah" ucap Bella. mereka pun keluar dari toko buku lalu berjalan menuju cafe yang bersebelahan dengan toko itu.
"jadi kamu masih kuliah?" tanya natasya basa basi.
"iya semester akhir" jawab Bella. Tak lama pelayan pun datang menanyakan pesanan lalu mereka pun memesan makanan dan minuman.
"wah udah mau lulus dong ya" ucap natasya.
"iya mudah mudahan" jawb Bella.
"kamu ambil jurusan apa?" tanya natasya.
"aku mengambil fashion bisnis, aku ingin bekerja di perusahaan ayahku" jawab Bella.
"kenapa kau harus bekerja apa Edward tidak memberimu harta gono gini yang banyak?" ucap Natasya.
Bella hanya terdiam mendengar natasya berkats gono gini bukankah harta itu di dapat setelah bercerai kenapa dia tau aku mau bercerai batin Bella.
Tak lama pelayan pun datang mengantarkan pesanan mereka. Melihat Bella terdiam Natasya pun melanjutkan pembicaraannya.
"upss... sory aku tidak bermaksud membicarakan perceraianmu dengan Edward" ucap natasya pura pura sedih.
"ka...kau tau dari mana hal itu" tanya Bella gelagapan.
"Selena sering menelponku lalu dia shering ke aku kalau kalian akan berpisah lalu dia kembali menjalin hubungan dengan Edward di paris." ucap Natsya panjang lebar dia bisa melihat perubahan raut wajah Bella.
deghh...
Seperti tertusuk ribuan jarum terhimpit kedalam jurang, dada Bella menjadi sesak namun dia mencoba menjawab Natasya ingin tahu sejauh mana hubungan Edward dan Selena.
"ja...jadi Selena di Paris" ucap Bella pelan dia berusaha menahan sikap.
"ya sebulan lalu Aron menyuruhnya kesana, kau tidak tau?" Natasya semakin memanasi Bella. "bahkan kulihat mereka tinggal di satu apartemen" tambahnya Natasya tetap acuh sesekali dia melirik Bella.
"ti...tinggal bersama? tidak mungkin kau berbohong padaku?" mata Bella mulai memanas.
"aku tidak bohong, oh ya aku masih punya rekaman videonya tadi pagi kami sedang video callan" Natsya benar pandai berbohong dia pun meraih ponselnya lalu memperlihatkan videonya.
__ADS_1
Dengan mata berkaca kaca dan tanga gemetar Bella meraih ponsel Selena dan melihat langsung video tersebut.