
Malam berlalu dengan sendirinya kini bergantikan pagi yang indah menyejukkan. Cahaya matahari mulai masuk dicela cela jendela yang masih tertutup tirai. Bella terbangun dari tidurnya dan mulai mengerjapkan matanya. Dia mengumpulkan kesadarannya tatkala melihat kamar asing yang ditempatinya. Dan kemudian dia teringat dia sudah menikah, ya benar, ini bukan mimpi ini kenyataan.
Dia kemudian bangun dan terduduk dipinggir rangjang mengatur nafasnya. Namun baru saja ia berdiri dia melihat sebuah jas dipinggir ranjang.
"jas siapa ini?" tanyanya heran dan seketika teringat. "oh my god...!" dia menutup mulutnya terkejut "ini jas tuan muda, apa dia disini tadi malam. bodohnya, aku bahkan tidak menyadarinya. astaga...!!! tapi kemana dia ya?"
sambil mengedarkan pandangannya menyapu seluruh ruangan.
"ya sudahlah aku mau mandi" katanya. Kemudian terdengar ketukan di luar pintu.
tok...tok...tok...
"nyonya apa anda sudah bangun? boleh saya masuk?" terdengar suara pelayan diluar.
"ya masuk saja" jawab Bella. Terlihat dua pelayan masuk kedalam kamar.
"permisi nyonya perkenalkan saya Lala dan ini Mita. Kami akan melayani nyonya pagi ini." ucap pelayan itu dengan sopan membungkuk hormat, membuat Bella jadi sungkan dan tidak enak hati.
"saya akan menyiapkan air mandinya" ucap pelayan yang bernama Mita.
"Mari nyonya saya bantu mandi" lanjut pelayan Lala.
"Tidak perlu saya bisa sendiri siapkan saja air mandinya!" Bella menolak dengan halus dia tak bisa membayangkan mandi pun dilayani seperti anak kecil. Orang kaya memang aneh.
"baiklah nyonya, silahkan...kami menunggu anda disini" jawab pelayan Mita.
Bella pun beranjak memasuki kamar mandi. Sedang pelayan menunggunya di luar. Berselang beberapa menit dia pun selesai Mandi kini dia menggunaka jubah mandi kimono dengan handuk melilit di kepalanya.
__ADS_1
" mari nyonya kami antar ke walk in-closet" kata pelayan Lala. Bella pun mengikuti dari belakang.
"baju apa yang akan nyonya pakai pagi ini?" pelayan Mita bertanya. kemudian menunjukkan lemari pakaian. Seketika Bella terkejut melihat deretan dress dan gaun serta outfit branded tertata rapi. Dia bahkan bingung mau pakai yang mana semua terlihat sangat bagus.
"terserah yang mana saja" jawabnya sekenanya.
Karena pelayan pun tidak tau jadi pelayan Mita mencoba mengambilkan dress putih tanpa lengan dengan bahu memakai renda tranparan dengan pita di bagian tengahnya.
"apa nyonya menyukai ini?" tanyanya.
"ya itu baju yang cantik, terimakasih kalian boleh keluar!" jawab Bella.
"baik nyonya," ucap pelayan bersamaan dan mereka keluar.
Bella pun segera memakai baju itu. Terlihat pas dibadannya seakan memang sudah diukur sebelumnya. Dia terlihat sangat cantik dan manis. Dia kemudian berjalan ke meja rias.
"banyak sekali alat make-upnya aku bahkan tidak tau cara memakainya karena terlalu banyak" ujarnya. Dia kemudian memoles wajahnya dengan sedikit cream dan memakai pelembab bibir berwarna pink. Rambutnya dia sisir dan dia biarkan terurai panjang. Kemudiam dia keluar menuju ranjangnya.
"aku ingin mandi, siapkan air mandiku" kata Edward sambil menatap Bella.
"ba-baik tuan segera saya siapkan" jawab Bella kemudian masuk kamar mandi.
"membuat kaget saja bagaimana tiba tiba dia ada disitu seperti hantu " batin Bella kesal. Setelah selesai dia pun keluar.
"sudah siap tuan," kata Bella kepada Edward. Edward pun masuk kamar mandi. Baru saja ia memasukkan kakinya ke dalam bak mandi dia sudah berteriak.
"hei gadis bodoh kemari kau!" teriaknya kesal. Bella yang mendengar teriakan langsung berlari masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"A-ada a-apa t-tuan" jawab Bella tergagap karena takut. Dia tidak tau apa salahnya.
"apa kau ingin membuatku menggigil? kenapa kau tidak memberi air panas di baknya" katanya Dengan geram.
"maaf tuan saya tidak tau" jawab Bella gemetar seumur hidup baru kali ini dia dibentak seperti itu. Dirumahnya dia selalu dimanjakan dengan lemah lembut oleh keluarganya.
"dasar bodoh! menyiapkan air mandi saja kau tidak tau?" Edward tambah geram "untuk apa lagi kau berdiam disini? keluar sana siapkan pakaian kerjaku!" tambahnya.
"ba-baik tuan" Bella segera berlari keluar menyiapkan pakaian Edward. Air matanya menetes di wajahnya sedari tadi.
"kenapa sekasar itu? kan boleh kasi tau secara baik baik. lagi pula memangnya bayi, mandi air panas segala sudah janggotan juga, kenapa pula aku menangis? heuh..." batinya sambil menyeka air matanya sesegukan.
Dia kemudian mengambil satu set jas dengan kemeja putih serta dasi yang senada. Kemudian keluar menaruh pakaian itu di atas ranjang.
Setelah beberapa menit Edward pun selasai mandi. Dia keluar bertelanjang dada hanya dengan handuk melilit dipinggangnya sambil mengeringkan rambutnya. Bella yang melihat langsung memalingkan mukanya merasa malu melihatnya. Ini pertama kalinya dia melihat langsung lelaki dewasa bertelanjang dada. Bahkan kakaknya Arya pun tak pernah kecuali jimmi yang masih kecil.
"mana pakaian dalamnya? apa menyiapkan pakaian kau pun tidak tau?" Edward menunjuk pakaian itu.
"sebentar saya ambilkan" Bella kembali menuju lemari pakaian "dimana pakaian dalamnya sih?" sambil membuka semua laci dan akhirnya ketemu "apa aku harus memegang benda keramat ini? ahh...memalukan sekali" dia mengambil satu ****** ***** hitam bergaris merah lalu keluar memberikannya kepada Edward.
"lelet sekali. dasar siput!" umpat Edward karena menunggu lama.
Edward pun berpakaian dengan dibantu Bella, memasukkan lengan kanan kemudian kiri lalu mengancingnya begitupun dengan jasnya kemudian dasi. Namun Bella berhenti.
"jangan bilang kau juga tidak tau memasang dasi" ujar Edward.
"saya tau tuan" jawabnya menunduk hanya saja itu akan terlalu dekat dengan Edward dia menjadi gerogi. Namun karena takut dimarahi lagi dia pun meberanikan dirinya. Dia mengalungkan dasi ke leher kemeja Edward, jarak mereka pun sangat dekat. Terasa hembusan nafas Edward yang beraroma mint menerpa wajahnya membuatnya semakin gugup ditambah Edward yang sedari tadi menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"manis sekali..." kata Edward dalam hati sambil terus menatap wajah cantik Bella tak mampu berpaling.
Bella pun selesai memakaikan dasi. Edward pun segera keluar kamar disusul Bella dibelakangnya menuju meja makan untuk sarapan.