
semua telah berkumpul diruang keluarga akan ada pengumuman penting terlihat Arya sudah mondar mandir emosi.
" paman kenapa kau tega sekali melakukan ini kepada Bella?" Arya sudah tidak bisa menahan marah.
" ini diluar dugaanku juga, paman awalnya menawarkan Risya dan Rina tapi mereka tidak mau. Karena paman kalut dan mengingat Bella, paman memberikan fotonya dan tuan muda memilihnya." jawab Paman Sanjaya menceritakan.
"walaupun begitu kau tetap salah. semiskin miskinnya kita kau tidak boleh menukarnya dengan putri kita. aku benar benar kecewa dengan ini" Hendra yang dari tadi terdiam pun sudah emosi.
"sudahlah mas Hendra apa salahnya menikah dengan tuan muda itu. seharusnya Bella senang dia itu presdir kaya akan menjadi suaminya, justru sebuah keberuntungan!" ujar bibi Susi dengan santainya tanpa memikirkan perasaan Bella.
" tega sekali bibi berkata seperti itu" kesal arya kepada bibi susi.
"sudah lah ayah kakak. aku tidak apa apa mungkin ini sudah takdirku." Bella mencoba menenangkan ayah dan kakaknya. ibunya yang dari tadi mendengarkan hanya menangis memikirkan putrinya.
"sayang pernikahan ini tidak semudah yang kau bayangkan nak" ibu pun ikut bersuara.
__ADS_1
"pernikahan hanya akan berlangsung 6 bulan setelah itu Bella akan lepas dari itu. semua akan kembali seperti semula" kata paman dengan entengnya seakan itu hanya hal kecil.
^^^"6 bulan katamu? kita tidak tau apa yang akan terjadi selama 6 bulan itu. apa kau bisa menjamin tidak akan terjadi apa apa dengan putriku selama itu hah...???" ibu Shinta dengan suara tinggi sambil menangis.^^^
" sudahlah mba Shinta, semua ini terjadi karena mas Hendra yang salah mengurus perusahaan, setidaknya Bella sudak berbakti menutupi kesalahan ayahnya." bibi susi kembali menyalahkan ayah Hendra.
"sudah semuanya jangan bertengkar aku tidak apa apa bahkan aku senang bisa membantu ayah. Yang paling penting kakek bisa ditangani pengobatannya." Bella menengahi pertengkaran.
Akhirnya semua terdiam, memikirkan kondisi kakek memang adalah yang paling penting. Mereka kemudian kembali ke kamar masing masing sedangkan nenek dan Jimmy tidak pulang masih dirumah sakit menemani kakek.
tok..tok...tok...
"Bella, kakak ingin bicara" terdengar Arya didepan pintu.
"masuk saja kak aku tidak menguncinya" jawab Bella.
__ADS_1
"kau sedang apa hah...?" tanya Arya mengusap puncak kepala Bella lembut.
"tidak ada kak aku hanya menikmati angin" Bella tersenyum.
"maafkan kakak Bella kakak tidak bisa melindungimu, bahkan kami telah mengorbankanmu" ucap Arya dengan mata berkaca kaca. Dia sangat menyayangi adiknya itu dia selalu menuruti kemauan Bella bahkan Memanjakannya sedari kecil.
"kakak ini tidak betul lagi pula itu hanya hal kecil tidak setimpal dengan kasih sayang kakak serta keluarga kita selama ini kepada Bella" Ucap Bella memegang tangan kakaknya.
"kakak berjanji akan mencari cara untuk melepaskanmu. percayalah semua akan kembali sepeeti semula" janji Arya memeluk Bella dengan lembut.
"iyya kakak Bella percaya sama kakak" jawab Bella membalas pelukan Arya.
Setelah itu Arya pun kembali ke kamarnya. Bella yang dari tadi duduk pun segera beralih keranjangnya membaringkan tubuhnya.
"seperti apa presdir itu? apa dia muda atau tua?bagaimana kalau istrinya banyak dia kan orang kaya? hahh....atau dia itu tua dan bertubuh gempal seperti kata orang pria hidung belang" batin Bela mengira ngira "ah ya sudahlah apa pun itu semuanya telah terjadi. aku ikhlas apa dengan semua ini. Hambamu ikhlas ya Allah karena aku yakin ini yang terbaik yang kau berikan untukku" Bella menguatkan hatinya dan mulai memejamkan mata.
__ADS_1