
Malam semakin larut namun terlihat Edward dan Aron masih saja setia dengan berkas berkasnya. Entah hal penting apa yang sedang mereka kerjakan.
"tuan yang ini sudah selasai, apa sebaiknya anda istirahat ini sudah larut?" kata Aron memberi saras karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.
"ya sudahlah, kau juga istirahatlah!" jawab Edward sambil menutup map hitam ditangannya.
"baik tuan muda" kata Aron mengangguk sambil berdiri memberi hormat.
"sebaiknya kau tidur disini! ini sudah larut" Ucap Edward sambil berdiri kemudian berjalan keluar.
" baik tuan. Terima kasih" balas Aron mengiyakan karena dia pun merasa sudah sangat lelah dia hanya ingin cepat membaringkan tubuhnya.
Walaupun Aron tinggal diapartment tapi dia memiliki kamar khusus di Mansion Edward yang ditempati ketika Edward menyuruhnya bermalam. Kamar itu selalu diurus dengan baik oleh Pak Jo.
Edward pun melangkahkan kaki menaiki tangga menuju kamar utama. Bella yang sedari sudah merebahkan tubuhnya di ranjang entah kenapa belum juga tertidur. Dia pun mencoba bangun dan kemudian masuk kamar mandi.
Edward yang sudah sampai didepan kamar langsung membuka pintu. Dia melihat Bella tidak ada namun terdengar suara gemericik air menandakan Bella sedang di kamar mandi.
Dia pun duduk sofa sambil memainkan ponselnya menunggu Bella keluar. Tak berapa lama Bella pun keluar kamar dari kamar mandi. Dan langsung terkejut melihat Edward ternyata sudah di dalam kamar.
"sejak kapan dia disitu" pikirnya sambil sambil berjalan kearah sofa yang diduduki Edward.
" mana piyamaku" tanya Edward tanpa menoleh kan pandangannya dari ponselnya.
"tunggu sebentar saya ambilkan" Bella pun berjalan menuju lemari mengambil piyama tidur Edward. Setelah itu menyerahkan kepada Edward. Edward pun langsung mengganti pakaiannya tanpa mempedulikan Bella yang sudah merah merona menahan malu melihat kembali Edward yang setengah telanjang mengganti baju.
"aa...kenapa sih dia selalu seenaknya bertelanjang. Dan mataku kenapa kau selalu berkhianat dengan tidak tau malu melirik roti sobek itu. Dasar memalukan" Bella membatin kesal.
__ADS_1
Edward yang melihat Bella memalingkan wajah sambil sesekali meliriknya tersenyum sinis.
"cih benar benar munafik kau ini. Malu malu tapi tetap mencuri pandang. hah..." Edward tergelak melihat ekspresi wajah Bella yang sudah memerah seperti tomat.
"si...siapa yang mencuri pandang" ucap Bella tergagap karena itu memang kenyataan. Edward memiliki postur tubuh ideal lihat saja perut dan dadanya berjejer roti sobek yang siapa pun melihatnya akan terlena. Ditambah wajah tampan dengan rahang tegas dan mata hazelnya.
Bella yang sedari tadi meliriknya tiba tiba merasa takut "tunggu....tunggu apa aku harus tidur seranjang dengannya? tidak...tidak aku sebaiknya tidur di sofa saja" pikir Bella dalam hati.
"Kenapa dia terlihat menggemaskan sekali rasanya aku ingin mencubit pipinya yang chuby itu. haha..." batin Edward ketika melihat wajah Bella yang merona.
Bella kemudian Berjalan mengambil selimut lalu kembali ke sofa untuk tidur. Edward yang melihat hanya tergelak.
"kau tidak mau tidur seranjang denganku? ya terserah tidur sana di sofa. Kau pikir aku sudi tidur denganmu jangan harap!" ucapnya sambil menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuk itu.
"baguslah kalau begitu" ucap Bella lirih sambil membaringkan tubuhnya.
"kita akan lihat sampai mana kau bisa bertahan tidur di sofa itu. heem..." pikir Edward dalam hati. Dia pun mencoba memejamkan matanya dan tak lama dia pun terlelap karena kelelahan bekerja seharian.
Bella menatap langit langit mewah kamar itu pikirannya menerawang entah kemana. "ibu, ayah, nenek, kakek....aku merindukan kalian...! kak Arya kau sedang apa? apa kau melupakan adikmu? hiks...hiks...Jimmi apa kau sudah tidur? aku rindu...rindu sekali" Bella tidak sadar menangis sesegukan mengingat keluarganya.
Edwar yang mendengar suara suara langsung kembali membuka mata "apa itu?" kemudian dia melirik ke arah Bella. "apa dia sedang menangis tapi kenapa? arrgh... untuk apa juga aku memikirkannya terserahlah bukan urusanku" Dia pun kembali tidur.
Hawa dingin pagi mulai menyeruak, matahari sudah terlihat menampakkan diri di ufuk timur. Edward menggeliat dan mulai membuka mata ia mengatur nafasnya kemudian duduk.
"dasar pemalas bisa bisanya dia masih tertidur. Aku bahkan lebih dulu bangun" ucapnya sambil menatap Bella yang masih tertidur pulas disofa.
"Hei siput pemalas bangunlah!" teriak Edward kepada Bella namun tak juga ada pergerakan.
__ADS_1
setelah beberapa kali berteriak dia pun mengambil bantal dan melempar kearah Bella.
Bella yang tidak bisa tidur tadi malam sebenarnya baru terlelap beberapa jam yang lalu karena itulah dia terlambat bangun.
"hei siput bangunlah!" teriak Edward sambil melempar bantal kearah Bella.
buughh
Bella yang terkena lemparan dan mendengar teriakan kata siput seketika reflek bangun dan berteriak kaget. "eh...dasar jerapah...!!!" teriaknya.
Edward yang mendengar langsung geram. "apa kau bilang haa...? beraninya kau menyebutku jerapah" katanya dengan nada tinggi.
Bella yang baru tersadar langsung menutup mulutnya "oh astaga kenapa aku meneriakinya jerapah? aku tadi bermimpi melihat jerapah mengejarku ternyata memang ada jerapah tampan disini. Tapi matilah aku jerapahnya mengamuk" batin Bella ketakutan.
"kenapa berdiam disitu? sudah terlambat bangun masih saja berleha leha. Kemari kau ambilkan aku air minum!" Edward kembali berteriak ketika Melihat Bella hanya mematung di tempatnya.
"iyya iya tuan" Bella pun beranjak kemudian menuangkan air minum kedalam gelas lalu menyodorkannya kepada Edward.
"siapkan air mandi. Aku ingin segera mandi sudah terlambat gara dirimu" umpat Edward sambil meraih gelas yang diberikan Bella.
Bella pun segera masuk kamar mandi menyiapkan air mandi. Tanpa disadari Edward pun sudah ada dibelakangnya sambil membuka pakaiannya satu persatu bahkan celananya tanpa ada rasa malu.
Bella hanya menundukkan wajahnya kalau perlu dia ingin sekali menenggelangkan wajahnya ke dalam bathup. Bagaimana tidak kalau kemari masih ada boxer menghalangi sekaran sudah tidak ada. Benda pusaka itu terpampang nyata tanpa pelindung.
"menyeramkan.... menyeramkan...apa itu...?" batinnya seraya memejamkan mata tak ingin melihat untik ke dua kalinya.
Edward yang melihat Bella gelagapan tergelak "hahaha... rasakan kau siput itu hukuman karena menyebutku jerapah tadi. Hahaha...lucu sekali wajahnya itu aku sangat puas. Ha...ha..ha..." dia tertawa lepas membuat Bella langsung lari.
__ADS_1
"hei mau kemana kau? siapa yang menyuruhmu keluar. Cepat cuci rambutku" perintah Edwar ld yang sudah masuk ke dalam bathup.
"ba...baiiik tu..tuan" ucap Bella masih tergagap karena ketakutan. Dia pun segera mengambil sampo dan mulai menuangkan ke rambut Edward sesekali memijit kepala Edward.