
Hari sudah semakin malam, Bella terlihat duduk di kursi ruang depan. Dia sedang menunggu Edward pulang. Bella tidak mau melakukan kesalahan lagi. Namun jam menunjukkan pukul 9 malam tapi yang ditunggu tak kunjung datang.
Bella sudah merasa sangat bosan, dia bahkan sudah berganti ganti model duduk bahkan sampai berbaring di sofa.
"huh...kenapa sih dia lama sekali. Memangnya pekerjaan apa sampai malam belum selesai."kata Bella dengan kesal.
"Bosannya aku menunggu...!!! kira kira kemana dia ya? atau mungkin dia sedang mengunjungi kekasihnya?" ucap Bella Menebak nebak. Dia membaringkan tubuhnya sambil menaikkan setengah kakinya diatas sandaran kursi.
Tak berapa lama terdengar suara mobil datang. Tanpa melihat pun Bella sudah memastikan kalau itu adalah mobil Edward. Bella pun Bergegas keluar tak ingin terlambat.
Aron turun dari mobil dan berjalan ke belakang membukakan pintu untuk Edward. Edward pun keluar dengan gagahnya dari mobil dengan stelan jas mahalnya masih menempel di tubuh atletisnya. Bella bahkan sempat terhanyut melihatnya.
"hei siput kenapa kau mematung?" tegur Edward melihat Bella tak bergerak.
"ah ya, selamat datang tuan muda" Ucap Bella terperanjat dari lamunannya. Dia pun meraih tangan Edward dan menciumnya.
"ah bahkan tangannya masih beraroma maskulin" batin Bella cengegesan.
"kenapa kau tersenyum senyum begitu? jangan jangan kau kesambet setan tadi di luar?" ucap Edward meledek.
"apa? setan mana setannya...?" kata Bella mendadak takut dan berlari mendahului Aron.
Aron yang melihat kelakuan Bella hanya tersenyum menggelengkan kepala. "nyonya terlihat lucu ketakutan. hahaha...mukanya sampai memucat." ucap Aron dalam hati.
Bella bergidik merinding karena takut, dia berlari mengimbangi langkah Edward yang cepat, takut di tinggal sendiri.
Edward berjalan memasuki kamar lalu membuka jas dan dasinya. Bella memasuki kamar mandi menyiapkan air mandi. Edward pun sudah ada di kamar mandi itu. Dia sedang membuka kancing kemejanya satu persatu sambil terus memperhatikan Bella bahkan kini dia sudah tepat di belakang Bella, saking dekatnya saat Bella berbalik, tubuh Bella langsung menempel di dada bidang Edward yang sudah bertelanjang dada.
"aww..." pekik Bella dia pun tak sengaja beradu mata dengan Edward. Edward terus memajukan tubuhnya sampai Bella memundurkan kakinya sampai sudah terapit bathup. Bella pun gelagapan tangannya bahkan meraba raba pinggiran bathup mencari pegangan.
Saat sudah tidak bisa bergerak lagi namun Edward masih memajukan tubuhnya kini wajah Edward kurang berapa centi di depan wajah Bella. Terpaan nafas Edward membuat Bella tak karuan dia reflek memejamkan mata pasrah namun...
satu detik...dua detik...tiga detik...
Bella menunggu tapi tidak terjadi apa apa dia kemudian membuka matanya pelan mengintip dan cyiurrr....terdengar bunyi air, Bella kemudian menoleh ternyata Edward telah masuk ke dalam bathup merendam dirinya.
__ADS_1
Seketika wajah Bella merona memerah menahan malu, dia langsung berlari keluar meninggalkan Edward yang tersenyum tipis menyeringai licik sudah berhasil mengerjai Bella.
Bella keluar kamar mandi dengan perasaan malu. "ya ampun! apa yang kulakukan memangnya aku menantikan apa sampai memejamkan mata. hu..hu...memalukan sekali" ucapnya memukul mukul kepalanya merutuki kebodohannya.
Setelah beberapa menit Edward keluar kamar mandi dengan santainya tanpa merasa bersalah. "mana bajuku?" tanyanya sambil mengacak acak rambutnya dengan handuk melilit di pinggangnya.
Bella dengan cepat berlari mengambilkan piyama tidur Edward karena jam menunjukkan hampir jam 10 malam.
"ini piyamanya tuan" ucap Bella sambil menyodorkan piyama tersebut. Edward pun mengambil dan langsung memakainya.
Setelah berpakaian Edward kemudian memgambil lap topnya membukanya sambil melihat file filenya.
"sepertinya aku bisa menanyakan akunku sekarang, tapi tunggu aku punya ide membujuknya" Bella pun keluar kamar sambil turun ke dapur.
"Bu Marni apa yang biasa diminum tuan muda kalau malam?" tanyanya kepada bu Marni.
"Biasanya kopi hitam nyonya, apa nyonya ingin saya membuatnya?" tanya bu Marni.
" iya bu terimakasih" ucap Bella. Bukannya tidak ingin membuatnya dia hanya takut Edward tidak suka dengan buatannya dan membuat Edward marah lagi.
"Aku membawa kopi untuk tuan, silahkan diminum!" ucap Bella tersenyum manis.
"Tumben kau jadi pintar dan rajin," ucap Edward dengan mata masih fokus ke lap topnya.
Mendengar itu Bella mengerucutkan bibirnya jadi kesal "bukannya terima kasih malah meledek" ucapnya dengan sebal.
Bella terus duduk di samping Edward. Dia ingin mengatakan maksudnya namun dia tidak tau mulai dari mana. Edward melihat Bella yang dari tadi menatapnya dan tak beranjak disampingnya pun bertanya.
"ada apa denganmu?" Tanya Edward.
"akun sosmedku sepertinya tidak bisa di buka bisakah tuan membantuku membukanya?" tanya Bella ragu ragu.
Mendengar itu Edward teringat kalau dia menyuruh Aron waktu itu untuk memblokir akun sosmed Bella.
"Besok aku akan menyuruh Aron" jawabnya singkat namun terlintas ide licik dalam pikirannya.
__ADS_1
"kau tau membuka akun sosmed itu sangat sulit kau harus membayarnya dengan mahal" ucap Edward tersenyum licik.
"harus dibayar? tapi aku... aku tidak punya uang sepeser pun" jawab Bella mengingat betapa miskinnya dirinya bahkan dia tidak memiliki seribu perakpun.
"kalau begitu kau bisa membayar dengan yang lain" kata Edward dibuat serius.
"yang lain? yang lain seperti apa?" tanya Bella ragu sudah mencium gelagat yang aneh dari Edward.
"yang lain seperti... tubuhmu!" kata Edward sedikit menggoda.
"apa...!!!" Bella langsung terbelalak dan berteriak. "aku bukan wanita seperti itu tuan." ucapnya dengan nada bergetar tak terima.
"memangnya wanita apa yang kau pikirkan? singkirkan otak mesummu itu, memangnya kau pikir aku sudi bercinta denganmu, jangan mimpi kau ya" jawab Edward mulai marah.
"la...lalu maksudnya apa?" kata Bella terbata bata menahan malu, seharusnya ia mendengar lebih jelas sebelum tadi memprotes.
"aku hanya ingin menyuruhmu memijit kakiku, kakiku pegal karena kelelahan. ck..." jawab Edward berdecak sambil menggelengkan kepalanya melihat tinggkah Bella yang bodoh.
"baiklah aku akan mimijatmu" sahut Bella tak ingin berdebat lagi. "kalau hanya ingin dipijat katakan saja mau dipijat jangan bertele tele sampai mengatakan membayar dengan tubuhku, bukan aku yang salah kalau aku salah paham" batin Bella merasa kesal dan malu sendiri.
Edward yang mendengar persetujuan Bella langsung menuju ranjang merebahkan tubuhnya.
"apa yang kau tunggu? cepat pijat kakiku lelet sekali, dasar siput!" teriak Edward kesal saat Bella hanya duduk melamun tak bergerak.
"baiklah tunggu sebentar!" Bella pun bergegas menghampiri Edward dan mulai memijit.
"pijat yang benar aku sangat lelah" kata Edward "kenapa tidak berasa apa apa kau tidak makan tadi?" protes Edward.
Bella pun memijat dengan keras bahkan dia sampai mengertakkan giginya dengan tangan meninju udara karena kesal. Edward tidak melihatnya karena posisinya sedang tengkurap.
"awww...awww keras sekali kau ingin mematahkan kaki ku? ha..?" Edward kembali memprotes.
"tadi tuan bilang tidak berasa sekarang terlalu keras jadi maunya bagaimana?" tanya Bella kesal.
"makanya kalau kerja itu bersungguh sungguh yang tulus agar maksimal. Kau ini sudah lelet bodoh pula, ck...tidak berguna!" Edward berdecak kesal, sebenarnya dia memang hanya ingin mengerjai Bella. Bahkan tanpa Bella lihat dia tersenyum menahan tawanya karena berhasil mengerjai Bella.
__ADS_1
Bella pun hanya menurut perkataan Edward. Dia bahkan berusaha dengan sungguh sungguh agar Edward tidak memarahinya lagi.