Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Pemandangan indah


__ADS_3

Pagi telah datang menggantikan malam. Cahaya matahari kini terbit menyinari dari celah celah jendela. Bella mulai terbangun dari mimpi indahnya dia menggeliat merenggangkan ototnya yang kaku.


Namun baru saja membuka mata dirinya baru tersadar. Dia sudah tidak sendiri lagi ada seorang pria kekar berwajah tampan disampingnya. Edward masih terlelap dalam tidurnya.


"pria tampan suamiku" ucap Bella dalam hati merasa geli sendiri dengan kata kata itu.


Dia beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi. Netranya memperhatikan perlengkapan mandinya. Dia mengambil body scrub beraroma lily dari produk skincare yang telah disediakan untuknya.


Pagi ini dia sedikit santai karena hari ini hari minggu. Edward tidak akan bangun sepagi biasanya. Dia akan berpuas puas tidur sampai tinggi matahari.


Bella kemudian memulai scrubnya dengan hanya memakai handuk kecil menutupi tubuhnya sambil bersenandung. Setelah selesai dia mengisi bathup air hangat dan kembali menuangkan aroma terapi.


Dia masuk kedalam bathup tanpa sehelai benang pun. dan bersantai sambil menggosok gosok badannya. Perasaanya begitu segar.


Di ranjang empuk berukuran king zise Edward sudah bangun dia melihat ponselnya sudah menunjukkan jam 7.30. Saat ingin tidur kembali dia teringat akan pekerjaannya pagi ini dengan Aron. Walau tidak ke kantor tapi dia mengerjakanya di rumah.


"akh...aku ada janji dengan Aron. Aku melupakannya. Kemana gadis bodoh itu? pagi pagi sudah menghilang" umpat Edwar sambil berjalan menuju kamar mandi.


Namun baru saja dia membuka separuh pintu kamar mandi. Sudah disuguhi pemandangan indah yang langka. Bella tidak sadar kalau dia tidak mengunci kamar mandi. Edward melihat Bella tengah asik berendam dalam bathup karena hanya memakai aroma terapi tanpa sabun maka terlihatlah seluruh tubuhnya.


Edward menelan susah salivanya melihat tubuh indah Bella tanpa tertutup apa apa. Kemudian tersadar Edward bermaksud menutup pintu kembali tapi nyatanya iblis dalam dirinya berkata lain.


"Dia istriku kenapa aku tak boleh melihatnya" pikir Edward dalam hati. Dia pun melihat Bella kembali. Bahkan Bella dengan asik keluar dari bathup berjalan menuju shower mengguyur tubuhnya.


Edward melihat Bella dengan jelas berusaha keras menahan diri, dia masuk kamar mandi dengan perlahan agar tidak disadari Bella dan berdiri di depan pintu kaca pembatas shower.


Setelah selesai mandi Bella mengambil handuk kemudian melilitkan di rambutnya lalu membalut tubuhnya dengan handuk yang lain. Baru saja ia menyelipkan ujung handuknya dia begitu terperanjat melihat Edward sudah ada dibelakang dengan santainya.


"apa kau sudah selesai?" tanya Edward masih di posisinya.

__ADS_1


"su...sudah" jawab Bella terbata. "astaga...!!! sejak kapan dia berdiri disitu? apa dia melihatku? ahhh...bodohnya aku, aku terlalu santai tadi" batin Bella was was.


"Aku mau mandi" kata Edward sambil berjalan menuju shower dengan mata tetap menatap Bella. Bella kemudian cepat cepat keluar dengan pikiran yang berkemuk.


"apa dia sudah melihat tubuhku tapi bukannya tadi dia masih tertidur pulas. arghh..." Bella memukul mukul kepalanya merutuki kebodohannya.


Setelah selesai mandi Edward pun berpakaian. Dia memakai kaos oblong hitam dengan celana pendek kargo abu abu. Karena hari ini dia hanya di rumah.


Mereka kemudian turun sarapan. Sudah ada Aron yang menunggu di meja makan. Merekapun mulai menikmati sarapan.


Setelah sarapan Edward dan Aron menuju ruang kerja menyelesaikan pekerjaan. sedangkan Bella kembali ke atas. Edward seperti tak fokus bayangan tubuh Bella seperti menari nari di hadapanna.


"apa anda baik baik saja?" tanya Aron saat melihat Edward kurang merespon penjelasannya.


"ah...aku baik baik saja" Jawab Edward berusaha kembli fokus.


Tiba tiba Aron beralih ke laptopnya. "tuan sepertinya seseorang menghubungi nyonya.


"saya juga belum tahu tuan. apa tuan ingin mendengar mereka?" tanya Aron.


"coba perdengarkan" perintah Edward.


Aron pun segera mengeraskan suara dalam laptop itu.


Saat itu Bella tengah melihat lihat medsos namun tiba tiba seseorang menghubunginya.


Dengan ragu ragu dia pun mengangkat telfonnya.


"halo..." kata Bella sedikit takut.

__ADS_1


"halo Bella. kau kah itu?" tanya pria di seberang telfon.


"iya ini aku kak Rendi" ucap Bella lirih ada rasa sedih di hatinya.


Pria itu adalah Rendi kakak kelasnya dari SMA sampai sekarang mereka satu kampus. Rendi sudah lama menaruh hati pada Bella dari mulai SMA hanya saja Bella tak memberi kepastian.


"kau kemana saja. Nomormu saja baru aktif sekarang?" kata Rendi menggebu gebu.


"ah... aku hanya sedang sibuk kak" jawab Bella berbohong tak ingin berterus terang.


"Bella aku sangat merindukanmu? rasanya sepi tanpamu!" kata Edward dengan lembut.


"aku juga... merindukan kak Rendi" jawab Bella jujur.


"benarkah...? bagaimana kalau kita bertemu?" kata Rendi memberi ide.


"maaf kak Rendi! aku sedang ada urusan" jawab Bella menolak dengan halus.


"yah setidaknya kau segera masuk kuliah dosen menanyakanmu terus" kata Rendi lagi.


"akan ku usahakan. terima kasih!" jawab Bella.


"sama sama. kalau begitu sudah dulu. sampai jumpa." kata Rendi mengakhiri percakapan.


"sampai jumpa" Bella menutup telponnya.


Sementara itu di ruang kerja desiran hawa panas mengalir di tubuh Edward. Rasanya sangat kesal mendengar percakapan Bella dan Rendi yang terkesan sangat akrab. Apalagi ketika mereka mengutarakan rindu. Tangan Edward terkepal kuat menahan gejolak dalam hatinya.


"selidiki siapa si Rendi itu? ada hubungan apa dengan Bella?" Perintah Edward merasa geram.

__ADS_1


"baik tuan akan saya selidiki" jawab Aron melihat ke anehan dalam diri tuan mudanya itu


Mereka pun kembali bekerja dengan pikiran Edward masih berkecamuk.


__ADS_2