Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
masa tenang


__ADS_3

Pagi hari yang cerah matahari mulai menampakkan diri di ufuk timur. Cahayanya mulai menyinari menyelisip dari celah tirai horden.


Dua anak manusia masih terlelap di atas ranjang empuk dibalik selimutnya yang hangat. Tak terasa malam panjang telah berlalu.


Bella mulai menggeliatkan badannya rasa sakit di seluruh tulangnya akibat demamnya masih terasa di tambah aktifitas malamnya tadi malam membuat tubuhnya semakin lelah.


Dia mengerjapkan matanya mencoba mengumpulkan sisa sisa kekuatannya. Matanya menatap Edward yang masih terlelap dengan tangannya yang memeluknya posesif.


Pelan pelan dia mengangkat tangan Edward, kemudian dia beranjak turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi.


setelah selesai dengan ritual mandinya dia pun berjalan menuju walk in closet berpakaian. Setelah berpakaian Bella pun keluar lagi.


Terlihat Edward sudah bangun sambil memainkan ponselnya. Bella pun menuju kamar mandi menyiapkan air mandi untuk Edward. setelah itu dia pun keluar menuju ranjang.


"aku sudah menyiapkan air mandi" ucap Bella sambil duduk di bibir ranjang.


"hemm...kenapa kau repot kau masih sakit" jawab Edward dengan wajah khawatir.


"tidak apa apa aku sudah merasa baikan" ucap Bella tersenyum. "Mana yang lebih melelahkan menyiapkanmu air mandi atau melayanimu tadi malam... ck benar benar bermuka dua." Batin Bella merasa konyol mendengar ke khawatiran Edward.


Setelah selesai mandi dan berpakaian mereka pun turun ke bawah untuk sarapan. Terlihat ibu marissa sudah menunggu di meja makan.


"pagi sayang...!" sapa ibu marissa.


"pagi bu...!" jawab Edward dan Bella bersamaan.


Mereka pun segera duduk dan mulai menikmati sarapan mereka.


"Ibu akan pulang sebentar" ucap ibu Marisa sambil menikmati makanannya.


"loh cepat sekali ibu pulang" protes Bella dengan wajah kecewa.


"Ayahmu pulang siang nanti, dan banyak kerjaan di rumah katanya" jawab ibu Marissa.


"ck.. ayah selalu saja sibuk, sudah ku bilang duduk saja dirumah tapi tidak mau" ucap Edward berdecak kesal.


"kau tau sendiri ayahmu bagaimana" kata Ibu marissa.


"ayah selalu saja tidak sabaran, harus tepat waktu padahal sukah ku bilang biar aku yang keluar kota" jawab Edward kesal.


"biarkan saja itung itung ayahmu sedikit bergerak biar sehat daripada di rumah terus, lagian ayahmu bilang pekerjaanmu sudah terlalu banyak jadi dia yang pergi" jelas ibu Marissa.


Edward hanya menghela nafas menndengar penuturan ibunya. Dia sangat tau ayahnya yang super perfectionis. Tidak mentolerir kesalahan apapun itulah yang menjadikannya sebagai pemimpin yang dihormati dan disegani walau sudah berumur.


Setelah itu Edward pun berangkat ke kantor sedangkan ibu Marissa pulang ke rumah utama. Bella menatap kepergian ibu dan anak itu setelah itu dia pun masuk kembali ke dalam rumah.


drrtt...drrtt....


tiba tiba terdengar ponselnya berbunyi. Bella pun melihat siapa yang menelponnya. Seulas senyum terbit di bibirnya ketika melihat layar ponselnya itu kalau ternyata yang menelpon itu adalah Arya kakaknya.


"halo kak..." sahut Bella mengangkat telponnya.


"Bella apa kau sudah pulang dari rumah sakit?" tanya Arya dari seberang telepon.


"sudah kak kemarin" jawab Bella.


"bagaimana keadaanmu?" tanya Arya dengan nada khawatir.

__ADS_1


"aku sudah merasa baikan sekarang kak" jawab Bella.


"baguslah kalau begitu" ucap Edward lega.


"kakak ada dimana sekarang?" tanya Bella.


"kakak di kantor ini" jawab Arya. "kamu ada waktu sebentar siang?"


"ada kak. kenapa?" tanya Bella.


"boleh makan siang bersama nanti kakak jemput" tanya Arya balik.


"boleh kak kebetulan Bella tidak ada kerja hari ini" jawab Bella sumringah.


"ya sudah tapi kamu tidak apa apa kan keluar rumah?" tanya Arya lagi.


"tidak apa apa Bella sudah sehat kok" jelas Bella. "kakak tidak usah jemput nanti aku di antar sopir di sini, nanti share loc aja tempatnya" jawab Bella merasa senang sekali.


"okelah kalau begitu, sampai nanti" Arya pun mengakhiri panggilannya.


Setelah jam menunjukkan pukul hampir pukul sebelas siang. Bella pun berangkat menuju cafe yang ditentukan Arya yang tak jauh dari sana.


Setibanya di sana terlihat Arya sudah menunggunya di sudut ruangan. Bella pun berjalan menuju ke arah Arya, dia pun langsung berhambur memeluk kakaknya itu.


"kakak aku merindukanmu" ucap Bella dengan mata berkaca kaca.


"kakak juga sangat merindukanmu." kata Arya membalas pelukan Bella.


"bagaimana kabar orang di rumah kak?" tanya Bella dengan wajah khawatir.


"aku sangat merindukan mereka" ucap Bella berlinang air mata.


"tidak lama lagi Bella kita akan berkumpul bersama lagi" ucap Edward dengan yakin.


"maksud kakak?" tanya Bella kurang mengerti arah pembicaraan Edward.


"apa kau lupa dengan perjanjian itu, pernikahanmu hanya 6 bulan dan setelah itu kau bisa bebas" jelas Arya dengan semangat.


"kontar pernikahan itu..." ucap Bella ragu.


"Bella ini sudah berjalan 5 bulan lebih tersisa sepuluh hari lebih dan semua ini akan berakhir" jelas Arya dengan yakin.


Bella termenung mendengarkan penuturan kakaknya. Dia tidak tau apa yang dirasakannya. Entah dia harus senang atau bersedih haru berpisah dengan lelaki yang sudah menghiasi hari harinya 5 bulan terakhir ini.


"Bell...bella... kau melamun?" tanya Arya melihat Bella hanya diam merespon "jangan bilang kau mulai menyukainya" ucap Arya menelisik wajah Bella.


"ti...tidak kak aku hanya memikirkan apa dia akan melepaskanku begitu saja" ucap Bella gusar.


"kamu tenang saja kakak akan berjuang untukmu kembali ke rumah lagi" ucap Arya sangat yakin.


"baiklah kak" jawab Bella pasrah.


Saat itu terlihat pelayan datang membawakan menu restoran. Mereka pun mulai memesan makanan. Tiba tiba dari arah pintu terlihat Rendy memasuki restoran. Matanya pun tertuju ke arah Bella dan Arya.


"hai kalian di sini?" sapa Rendy sumringah melihat Bella.


"Rendy kau juga" balas Arya.

__ADS_1


"iya aku ada meeting di dekat sini tadi jadi singgah makan siang dulu" jawab Rendy sambil mendudukkan diri di depan Bella.


"hai Bella bagaimana kabarmu?" tanya Rendy basa basi.


"baik, kak Rendi gimana?" tanya Bella balik.


"ya seperti yang kamu lihat" jawab Rendy tersenyum.


Tak lama pelayan pun datang membawakan pesanan makanan.


"mba saya pesan makanan yang sama ya" ucap Rendi kepada pelayan.


"baik mas" ucap pelayan lalu pergi.


"aku ke toilet dulu ya" ucap Arya beranjak lalu menuju toilet.


Setelah Arya sudah pergi Rendy pun mengajak Bella mengobrol serius.


"Bella aku dengar dari Arya kamu sebentar lagi berpisah dengan tuan muda.


"ya kurang lebih begitu" ucap Bella lirih.


"bella aku harap aku masih ada kesempatan bersama kamu" kata Rendy dengan penuh harap.


"aku tidak tau, semua ini belum pasti butuh waktu lama" jawab Bella sambil menunduk.


"aku akan menunggumu sampai kapan pun Bella" Janji Rendy dengan tulus.


Bella hanya diam tidak berkata apa. Arya pun datang setelah dari toilet.


"bicara apa kalian serius banget" tanya Arya meledek.


"tidak ada...haha..." ucap Rendy gelagapan mencoba santai.


"oke ayo makan" kata Arya. Mereka pun mulai menyantap makan siangnya.


Setelah makan siang mereka saling berpamitan pulang.


"kak aku pulang dulu yah" ucap Bella pamit.


"ya ingat ya gunakan hari harimu dengan baik jangan ada masalah. Angap saja sebagai minggu tenang untukmu" jawab Arya memegang kedua bahu Bella meyakinkan.


"baik kak aku mengerti" ucap Bella tersenyum lembut.


Mereka pun berpisah menuju tujuan masing masing.


*********


Hai para readers terima kasih ku ucapkan untuk kalian yang sudah meluangkan waktu membaca karyaku.


Mohon maaf atas segala kekurangan ya maklum author masih pemula masih perlu belajar dari author yang sudah profesional.


Like, koment and vote para readers adalah penyemangat terbesar bagi auhor.


jadi jangan lupa ya tinggalkan jejakmu....


HAPPY READING.....

__ADS_1


__ADS_2