
Bella perlahan bangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan matanya menatap langit langit kamar. Setelah itu dia mulai bangkit dari tidurnya.
"hah... ternyata sudah malam ya?" gumamnya sambil berjalan menuju kamar mandi membersihkan diri.
Setelah itu dia turun ke bawah untuk makan malam.
"bu marni apa tuan belum pulang?" tanya Bella sambil menikmati makanannya.
"belum nyonya" jawab Bu Marni.
"oh...." Bella kembali melanjutkan makan malamnya. Setelah makan Bella pun kembali naik ke atas kamarnya.
Dia membaringkan tubuhnya di sofa sambil memainkan ponselnya. Membuka sosial media melihat lihat status para sahabatnya.
Bibirnya tersenyum kala melihat akun Rara dengan captionnya "haha...apa dia sedang jatuh cinta ya? pake emotikon love begini lagi" Bella cekikikan sendiri.
Dia menggeser lagi jarinya melihat Status Sena yang tengah berjibaku dengan tugas kuliah. "ah jadi kangen sama mereka" gumam Bella.
Sudah berberapa hari ini dia tidak masuk kuliah rencananya besok baru dia akan masuk. "aduh... perutku jadi perih gini ya...? apa lagi dapat ya?" Bella pun berlari ke kamar mandi mengecek. "hah... pantas dari tadi tidak nyaman" gumam Bella.
"tapi kok telat banget ya? datang bulanku jadi tidak teratur, bulan lalu kecepatan" gumamnya sambil bersih bersih lalu memakai pembalut.
Sementara itu setelah melewati hari yang panjang penuh emosi Edward kini telah berada di mansion..
__ADS_1
Dia berjalan memasuki kamar mendapati Bella sedang asyik bermain ponsel.
"sudah pulang?" ucap Bella sambil menghampiri Edward membantunya melepaskan jas dan dasinya.
Edward menatap wajah Bella seksama. Kilatan foto Bella dan Rendy tadi siang seperti terus terbayang di matanya. Kata kata felix terngiang ditelinganya.Entah perasaan apa yang melandanya.
"aku akan menyiapkan air mandimu" ucap Bella hendak berbalik. Namun tiba tiba Edward menarik tangannya memeluknya posesif dan mulai mencium bibirnnya dengan kasar.
Bella pun meladeni Edward dengan sabar, ciuman Edward semakin panas dan kasar seperti singa yang sedang kelaparan. mencumbui titik sensitif Bella. Bahkan dua sudah membukan atasan baju Bella.
"mas aku... aku sedang...da.."ucap Bella mencoba menghentikan gerakan Edward namun tidak berhasil Edward terus melakukan aksinya.
"mas stop... tuan berhenti aku sed..." ucap Bella mendorong tubuh Edward menjauh. Membuat Edward semakin kesal.
"kan berani menolakku" ucap Edward wajahnya memerah menahan emosi nafasnya terengah engah menahan hasrat bersamaan.
"kenapa? kau tidak mau lagi di sentuh olehku" ucap Edward miris. "jadi kau bahkan sudah tidak mau disentuh setelah bertemu dengannya" batinnya kacau.
"tidak...buk..." Bella berusaha menjelaskan tetapi Edward kembali menciuminya dengan kasar.
"aku sedang datang bulan...hiks...hiks..." Bella jadi menangis karena perlakuan kasar Edward.
Edward langsung menhentikan aksinya. "kenapa kau tidak bilang dari tadi?" umpatnya kesal.
__ADS_1
"aku sudah berusaha bilang tapi kau. hiks...hiks..." Bella menangis tersedu sedu ketakutan kembali.
"sudahlah..." Edward pun keluar kamar menenangkan hasrat dan pikirannya. Ada rasa bersalah dihatinya memperlakukan Bella dengan kasar tadi namun emosinya pun terus memuncak setelah apa yang terjadi tadi siang.
brakkk...
Pintu tertutup dengan kasar oleh Edward membuat Bella terperanjat kaget. Dia menangi sejadi jadinya di dalam kamar.
"jadi kau hanya menginginkan tubuhku? kau hanya ingin melepaskan hasratmu padaku? tidak ada kah rasa sedikit pun untukku...hiks..." Hati Bella menjadi sakit memikirkannya.
Malam itu Edward tidak kembali ke kamarnya. Dia memilih menenangkan diri. Dia tak ingin lepas kendali kepada Bella lagi.
Tapi lain halnya dengan Bella sampai tengah malam dia tidak tidur menunggui Edward. Matanya terus menatap pintu berharap pintu terbuka dan Edward kembali ke kamar.
Namun setelah berjam jam menunggu Edward pun tak kunjung datang. Bella kembali menangis sesegukan.
"kau bahkan tidak ingin tidur disini lagi karena kita tidak bisa melakukannya" ucap Bella lirih sambil menangis.
Dia pun semakin yakin kalau Edward tidak memiliki rasa apa pun terhadapnya. Dirinya hanya sebatas pemuas *****. Hatinya begitu sakit membayangkannya.Karena sudah lelah Bella tertidur sendiri.
Sementara di ruangan lain Edward duduk memandang keluar jendela. Entah mengapa dia sulit tidur malam ini sudah berkali kali dia merebahkan diri namun matanya tetap saja terjaga.
Edward pun berjalan keluar kamar. Dengan perlahan dia membuka pintu kamarnya dengan Bella. Lalu masuk memeriksa keadaan Bella. Didapatinya Bella sudah tertidur lelap dengan mata sembab.
__ADS_1
"apa aku sudah keterlaluan tadi sampai membuatnya menangis" ucap Edward dengan bodohnya baru menyadari.
Edward pun menyelimuti Bella membelai wajah Bella lalu berjalan keluar tak ingin mengganggu tidur Bella.