Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Blue Moon Mansion


__ADS_3

Setelah mengantar Edward sampai pintu depan, Bella menatap kepergian mobil yang ditumpangi oleh pria yang sudah menjadi suaminya itu. Dia memandang sampai mobilnya sudah berlalu tak terlihat lagi.


Hari ini hari keduanya di mansion itu. Bella kemudian berjalan memasuki Mansion kembali dia menatap seluruh ruangan mansion itu.


"Besar sekali rumah ini" kata Bella lirih sambil menengadah keatas menatap langit langit mansion yang dilengkapi lampu gantung besar kristal yang sangat indah dan mewah.


"apa lagi yah yang bisa kukerjakan hari ini?" ucapnya sambil berjalan jalan mengelilingi ruangan. Terlihat para pelayan tengah sibuk membersihkan. Ada yang mengepel lantai, ada yang mengelap furniture, yang lain menggunakan vacum cleaner membersihkan sofa sofa.


"nyonya bisa saya bantu?" ucap Pelayan Mita ketika melihat Bella berjalan mengutari ruangan.


"apa nyonya butuh sesuatu?" Tanya bu Marni yang sedang mengawasi para pelayan.


"tidak bu Marini aku hanya berkeliling" jawab Bella tersenyum.


"kalau nyonya mau saya bisa membawa anda berkeliling Mansion" Ucap bu Marni dengan sopan.


"oh ya bolehkah apa aku tidak mengganggu bu Marni?" jawab Bella merasa sungkan melihat mereka sedang ada kerjaan.


"tentu saja. Kami hanya bawahan nyonya sudah tugas kami melayani nyonya" Ucap Bu Marni tak kalah sungkannya.


"bawahan? mereka tidak tau saja aku hanya istri pajangan bahkan bisa dibilang budak. Mereka bahkan lebih baik dariku setidaknya mereka bebas melakukan apa saja" keluh Bella dalam hati.


"nyonya? nyonya...? apa nyonya baik baik saja?" tanya bu Marni karena melihat Bella terdiam.


"Ah...iya tidak apa apa. Kalau begitu ayo berkeliling sepertinya menarik" jawab Bella tersentak dari lamunannya.


Mereka mulai dari ruang tengah. Ruangan itu besar dan terdapat sofa besar berjejer dengan kursi lain kata bu Marni ini menjadi ruang keluarga. Mereka melewati beberapa kamar tamu. Banyak sekali kamar tamu seperti sedang berada di hotel. Diantara lorong lorong kamar terdapat lagi kursi mewah berjejer.

__ADS_1


Setelah Melewati kamar tamu terlihat ruang kerja Edward. Bella sudah pernah memasukinya kemarin. Kemudian memasuki ruangan besar lagi dengan dinding luar menyerupai jendela full kaca. Terdapat meja besar berbentuk oval dengan kursi mengelilingi.


"ini ruang pertemuan tuan muda kalau sedang mengadakan meeting di dalam rumah dengan para pegawai pribadinya." kata Bu marni menjelaskan. Bella hanya berO ria tanda sudah paham.


Mereka kemudian berjalan lagi kedalam melewati ruangan ruangan yang masing memiliki fungsi tertentu. Lantai satu rumah tersebut sebagian terkesan berfungsi seperti kantor didalam rumah sebagian lagi dapur dan ruang tamu. Mereka kemudian sampai di kolam renang luas dengan air mancur terkesan seperti air terjun buatan cantik sekali.


"Dibelakang adalah paviliun untuk para pelayan dan pekerja lainnya mereka tinggal terpisah dari rumah utama untuk menghormati privasi tuan dan nyonya." Kata bu Marni menjelaskan.


"kau bu Marni dan Pak jo tinggal dimana?" tanya Bella sambil meperhatikan.


"kalau saya dan suami saya tinggal disini di rumah utama karena tuan muda yang menyuruh agar lebih mudah" kata Bu Marni tersenyum.


"oh...kalau asisten Aron tinggal dimana?" tanya Bella penasaran.


"Asistent Aron tinggal di apartmentnya tapi kalau tuan muda menyuruh dia akan menginap disini. Dia memiliki kamar pribadi disini beserta asistent lainnya." jawab bu Marni sambil melangkah ke ruang lain bersama Bella.


"Lantai dua merupakan area pribadi tuan muda tidak semua orang boleh naik ke sini" ucap bu Marni. "ini adalah ruang baca tuan muda" sambung bu Marni membuka sebuah ruangan terlihat seperti perpustakaan dilengkapi sofa besar dan furniture lainnya terdapat banyak buku tersusun rapi.


Mereka pun beralih keruangan lain. "ini adalah kamar pribadi tuan dan nyonya besar kalau sedang berkunjung dan yang lainnya adalah kamar untuk anggota keluarga dekat lainnya"


"hufft...rumah ini terlalu besar pasti melelahkan mengurus rumah sebesar ini" kata Bella menghela nafas.


"ya begitulah, tapi tuan muda mempekerjakan banyak pelayan mereka memiliki tugas masing masing jadi memudahkan pekerjaan kami." ucap Bu Marni kini membuka sebuah pintu besar.


"wow...kolam renang lagi, bukankah sudah ada di bawah" tanya Bella heran. Bahkan kolam renang ini terlihat lebih mewah dengan lampu penerangan dimana mana. Diapit oleh tembok tinggi, baru kali ini dia melihat kolam renang di dalam rumah di lantai dua pula.


"ini kolam renang pribadi tuan muda. Hanya tuan muda yang memakainya dan kalau nyonya mau berenang bisa disini bukan di bawah" jelas Bu Marni.

__ADS_1


"oh...begitu" jawab Bella masih heran. Sultan mah bebas pikirnya.


Setelah beralih itu mereka beralih ke lantai tiga. Disana terdapat berbagai fasilitas lengkap seperti tempat fitness, mini bar, bioskop pribadi, biliyar dan ruang spa pribadi. Bahkan ada ruang musik. Orang kaya memang bisa, fasilitas selengkap itu bisa ada dalam rumah tanpa meninggalkan rumah.


" Dan satu lagi tempat yang paling cantik nyonya" ucap Bu Marni tersenyum.


"apa itu?" Bella penasaran.


"Rooft" jawab bu Marni segera menelusuri tangga Bella pun mengikuti.


Setelah sampai di atap Bella terperangah melihatnya. Di atap rumah ada sebuah taman cantik dan unik menurut Bella ada kursi kayu berukir dan bunga bunga menghiasi taman. Dan yang lebih unik ada ayunan. Disitu bisa dilihat sebagian pekarangan rumah dan pemandangan indah lainnya.


"Benar benar indah di sini" ucap Bella kagum.


"Mansion ini diberi nama Blue Moon Mansion" ucap bu Marni lagi.


"kenapa namanya Blue Moon Mansion" tanya Bella penasaran.


"Dinamakan itu karena saat malam hari Mansion ini terlihat seperti membiru diterpa cahaya layaknya bulan biru dilangit malam" jelas bu Marni. Mansion itu bercat putih, menurut perancangnya mereka memakai cat khusus sehingga Mansion itu terlihat seperti bercahaya kebiruan saat diterpa cahaya. Memang sangat indah di pandang mata.


Bella mendudukan tubuhnya di ayunan taman itu. Seketika rasa penasarannya bertambah lagi setelah mengelilingi Mansion itu.


"sebenarnya sekaya apa tuan muda itu ya? sampai dia bisa membuat istana sebagus ini. Aku tidak pernah membayangkan bisa tinggal di sini apa lagi menjadi istrinya. Sepertinya memang kami tidak bisa bersama, terlalu banyak perbedaan diantara kami" Bella membatin memikirkan nasib hubungannya.


Bella kemudian berlama lama disitu. Dia sangat menikmati hawa dan pemandangan disitu. Terpaan angin sepoi sepoi menerbangkan rambut panjangnya. Dia mengayunkan ayunan itu sambil tersenyum riang. Seperti anak anak yang baru saja mendapatkan main baru.


Bu Marni yang menemani sangat senang matanya berkaca kaca. Dia sangat senang melihat nyonya mudanya bahagia. Walaupun baru sesaat mengenal Bella dia sudah mulai menyayangi gadis itu mengingat Bella berhati baik, ramah dan lembut tanpa memandang derajat.

__ADS_1


__ADS_2