Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
kencan


__ADS_3

Setelah selesai mandi Edward pun mendudukkan diri di sofa memeriksa pekerjaannya kembali. Bella pun duduk menemaninya.


tok tok tok


terdengar suara pintu diketuk dari luar. "tuan nyonya! bolehkah saya masuk" terdengar Bu Marni diluar.


Bella pun beranjak membukakan pintu.


"ada apa Bu Marni" tanya Bella.


"saya membawa kopi untuk tuan juga susu untuk nyonya" jawab Bu Marni.


"oh baiklah biar saya saja, terima kasih bu" Bella kemudian meraih nampan berisi kopi dan susu dari Bu Marni.


"mas minum kopi dulu" ucap Bella meletakkan nampan di meja.


"hemm..." Edward masih terpaku dengan laptopnya. Lalu melirik secangkir susu milik Bella.


"bagus sepertinya Bu Marni sudah memberikan obat itu" pikir Edward senang. "aku harus menggunakan sia waktuku sebaik mungkin"


"sayang minum susunya..." sahut Edward kepada Bella. Bella pun segera meminum susunya sampai habis.


"aku seperti anak kecil saja di suruh minum susu" ucap Bella terkekeh.


"memangnya cuma anak anak yang minum susu" sanggah Edward menghilangkan kecurigaan Bella.


Sesudah minum susu Bella pun kembali ke ranjang membaringkan tubuhnya disusul Edward.


"aku merindukanmu" bisik Edward sambil memeluk Bella dari belakang mengecup tengkuk Bella membuat Bella bergidik kegelian.


"kau membuatku geli" ucap Bella membalikkan tubuhnya menghadap ke Edward sambil tersenyum.


Edward pun segera memeluk Bella dan mulai mencium bibir Bella hingga berlanjut menjadi kegiatan panas mereka.


"maafkan aku...!" ucap Edward sambil mengelus rambut Bella lembut.


"kenapa...?" tanya Bella heran.


"aku bersikap kasar padamu waktu itu dan tidak memperhatikanmu akhir akhir ini" Edward membelai wajah Bella.


"kau jahat...!!!" lirih Bella sambil mengerucutkan bibirnya kesal mengingat kejadian akhir akhir ini.


"maaf... aku akan menebusnya seminggu ini aku akan menemanimu" Edward membujuk Bella.


"benarkah....?" mendengar itu Bella langsung terduduk senang tanpa mempedulikan tubuh polosnya.


"ya aku berjanji memenuhi semua permintaanmu" janji Edward.


"oh terima kasih..." Bella tersenyum manis mengatupkan kedua tangannya senang.

__ADS_1


"hey apa kau sedang menggodoku?" ucap Edward tersenyum licik menatap Bella.


Bella yang baru menyadari tatapan Edward seketika menunduk melihat tubuhnya tanpa sehelai benang langsung meraih selimut membungkus tubuhnya merasa malu sekali.


"terlambat aku sudah tergoda...hahaha..." Edward pun menarik selimut Bella dengan cepat.


"tidak...tidak bukan seperti itu. Aku malu sekali...." Bella menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Akhirnya mereka mengulang kegiatan melelahkan mereka lagi.


Hari hari berikutnya Edward pun memenuhi janjinya kepada Bella. Seperti hari ini dia dan Bella akan pergi kencan. Itu permintaan konyol Bella menurut Edward.


"Baiklah kau ingin mulai dari mana?" tanya Edward pagi itu mereka bangun pagi pagi.


"aku ingin jalan jalan ke mall" jawab Bella bersemangat.


"oke ayo kita ke mall" Edward pun segera bersiap siap.


"aku sudah memilih baju yang senada warnanya" ucap Bella memberikan kemeja berwarna maroon sesuai dress Bella yang berwarna maroon juga.


"baiklah kau ratunya sekarang"ucap Edward meraih kemejanya lalu memakainya.


Mereka pun berangkat menuju ke mall. Dengan Edward menyetir sendiri. Tentu saja pengawal mereka masih tetap mengikuti walau berada di jarak jauh.


Bella terlihat berseri seri sedari tadi. Sesampainya di mall Edward dan Bella terus bergandengan tangan dengan mesra.


"aku bahagia sekali" ucap Bella sambil duduk di sebuah cafe.


"hemmm... kemana ya...?" Bella berpikir. "bagaimana kalau nonton bioskop? boleh kah?" ucapnya bersemangat.


"baiklah..." Edward pun setuju saja.


Sesampainya di bioskop terlihat banyak sekali orang. Mereka menatap Edward dan Bella berbisik-bisik.


"ganteng dan cantik ya"


"sepertinya aku pernah melihatnya"


"sepertinya tidak asing"


"dimana ya aku melihat laki laki itu"


"ya ampun pasangan serasi"


Berbagai kalimat terlontar dari mereka yang terus memperhatikan Bella dan Edward.


"mereka terus menatap kita" bisik Bella tak enak hati.


"itu karena kau sangat cantik" bisik Edward.

__ADS_1


"bukan aku tapi sepertinya mereka menatap mu" Bella sesekali menatap orang orang.


"benarkah berarti aku yang terlalu tampan" ucap Edward dengan santainya. "lalu sekarang apa?"


"kau harus membeli tiket dulu" jawab Bella.


"aku...? Kenapa aku?" tanya Edward heran.


"ya kau laki laki. lihatlah mereka berjejer membeli tiket" Bella menunjuk barisan di depan loket.


"banyak orang! bagaimana kalau suruh saja Aron menyiapkan bioskop untuk kita" Edward pusing melihat barisan antrian panjang.


"tidak boleh itu tidak seru namanya" Bella menolak kesal.


"oke my queen apa pun untukmu aku sudah berjanji" Edward pun menuju loket. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya menunggu antrian. karena selama ini hanya duduk di tempat menjentikkan jari semua keinginannya akan terpenuhi.


"sudah ada?" tanya Bella heran kenapa cepat sekali padahal banyak sekali orang tadi.


"sudah ada" jawab Edward dengan bangga bagaimana pun ini rekor terbaru dalam hidupnya. "lalu apa lagi?"


"kau terus bertanya memangnya kau tidak pernah ke bioskop" tanya Bella asal.


"aku tidak punya waktu ke bioskop seperti ini" jawab Edward.


"apa?" Bella terperanjat mendengar Edward dia baru sadar dia sedang bersama seorang tuan muda, Presdir perusahaan raksasa. "haa... banyak sekali perbedaan kita" gumamnya.


"kita akan membeli popcorn dan minuman" ucap Bella.


"biar aku yang membelikan mu tunggu saja disini" Edward pun segera berjalan menuju gerai terdekat.


Bella menatap Edward dari jauh tersenyum senang. Sesekali Edward berbalik melambaikan tangannya ke arah Bella sambil menunggu pesanannya.


"andai ini nyata bukan cuma kontrak saja" batin Bella. "aku benar benar bahagia sekarang"


"hey ayo cepat sepertinya sudah mulai" ucap Edward memegang tangan Bella masuk ke dalam bioskop.


Mereka pun mendudukkan diri di kursi mereka. Saat itu adalah film romantis membuat mereka terbawa suasana. Sesekali Bella tersenyum manis kepada Edward.


Bella menyandarkan kepalanya di bahu Edward sambil terus memakan popcornnya. Edward pun merangkul Bella sambil menatap Bella.


"aku mencintaimu..."bisik Edward membuat Bella terpaku.


"kau bilang apa tadi" tanya Bella antusias.


"ah... tidak! tidak ada" jawab Edward gelagapan.


"oh kukira tadi kau... sudahlah..!!!" ucap Bella kecewa. "mungkin aku terbawa suasana filmnya jadi berhalusinasi. Bagaimana mungkin dia bilang begitu" batin Bella kecewa.


Setelah puas berkeliling kota mereka pun kembali ke mansion. Bella tak henti hentinya tersenyum merasa bahagia sekali.

__ADS_1


***********


jangan lupa like, koment and votenya biar author semangat updatenya....


__ADS_2