Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Keadan Kakek


__ADS_3

"maaf pak Hendra apa belum ada kejelasan" tentang operasi pasien?" tanya dokter yang menangani kakek.


" maaf dokter kami belum memiliki dananya, akan saya usahakan secepatnya" jawab ayah Hendra sedikit khawatir.


"secepatnya pak melihat kondisi pasien. saya takut tidak akan bisa tertolong kalau terus menundanya" ujar dokter itu.


"baik dokter saya mengerti" jawab Hendra dengan nada gusar.


Bella yang setia menemani kakeknya beserta ibu dan neneknya pun sangat khawatir.


"mas, apa tidak ada yang bisa kita lakukan. misalnya mengajukan pinjaman kepada relasi bisnismu?" ibu Sinta memberi usul kepada ayah Hendra.


" ayah sudah mencoba bu, tapi semua orang telah berpaling dari kita. tidak ada yang mau menolong kita bu" jawab ayah Hendra.

__ADS_1


"bagaimana bisa mereka melakukannya kepada kita. apa mereka sudah melupakan kebaikan ayahmu yang selalu menolong siapa saja" kata nenek sambil menangis.


" ibu...dulu dan sekarang sudah berbeda mereka hanya memandang yang tinggi kuasa dan harta saat kita terpuruk seperti ini mereka tidak akan memandang kita lagi bu apa lagi membantu kita." keluh Hendra tak ada harapan.


Nenek menghela nafas dalam sudah putus harapan.


"nenek, ayah, ibu semua akan baik baik saja. Allah akan memberi kita jalan" ucap Bella menenangkan keluarganya walaupun tidak tau bagaimana menghadapinya.


"terima kasih nak. Kau memang sangat perhatian. hanya kau saja yang selalu menemani kakek dan nenek. sedangkan yang lain entah kemana" nenek mengelus rambut Bella sambil tersenyum.


"baik baik saja bu. aku hanya meminta cuti beberapa hari untuk menemani kalian aku merasa tidak tenang meninggalkan kakek" jawab Bella menatap kakek yang masih tak sadarkan diri.


Ibunya pun tersenyum memeluk putrinya satu satunya itu.Dan saat itupun datanglah Arya yang baru saja dari kantor.

__ADS_1


"bagaimana keadaan kakek?" tanyanya sambil berjalan masuk.


"tidak ada perubahan bahkan tambah parah karena belum di operasi" jawab ayahnya gusar.


Arya hanya menghela nafas kasar dia merasa tak berguna tidak bisa melakukan apa apa. Bahkan dia tidak mendapatkan pinjaman dari semua teman2 yang selama ini dekat dengannya. beberapa dari mereka sudah tidak mau mengangkat telponnya. Dia baru tersadar semua orang baik padanya hanya karena status sosialnya dulu setelah itu tidak ada mereka seakan tidak lagi mengenalnya dirinya.


"oh iya aku membawakan makanan untuk kalian. sebaiknya makan dulu terutama nenek jangan sampai nenek juga ikut sakit" kata Arya sambil mengeluarkan beberapa kotak makanan yang dibelinya dijalan saat menuju rumah sakit


"nenek tidak ada selera Arya. bagaimana nenek bisa makan sedangkan kakekmu hanya berbaring menutup mata. nenek tidak sanggup melihatnya...hiks...hiks.." nenek menangis tersedu sedu.


"nenek jangan begitu bagaimana kalau nenek sakit juga. semuanya akan bertambah buruk. Bella mohon makanlah sedikit nenek!" Bella membujuk neneknya.


"iya ibu makanlah, ayah tidak akan suka kalau ibu juga sakit" ibu Shinta pun ikut membujuk nenek. dan akhirnya nenek mau makan walaupun hanya beberapa suapan.

__ADS_1


Hendra hanya bisa memandang sedih keluarganya. Entah kapan semua ini berakhir dia berharap masih ada harapan walaupun dia sudah tidak ada cara apa2 lagi.


sedangkan Arya hanya mematung memandang kosong kearah jendela dia benar habis akal. tidak ada yang bisa dilakukannya.


__ADS_2