
Setelah berapa hari berlalu tibalah hari dimana Bella akan bertemu dengan Edward, karena hari ini mereka akan melakukan fighting baju pengantin. Terlihat Kevin sudah berada dirumah Bella untuk menjemput Bella.
"selamat siang, saya kesini untuk menjemput nona Bella." ujar Kevin.
"siang tuan, mohon tunggu sebentar kami akan memanggilnya" jawab Ayah Hendra. "Jimmi, panggilkan ibu dan kakakmu!"
Jimmi pun segera beranjak ke kamar Bella. Bella akan ditemani ibunya dan Arya, mereka tidak ingin Bella pergi sendiri apa lagi ini pertama kalinya Bella akan bertemu dengan calon suaminya.
Dikamar terlihat Bella telah selesai berpakaian, dia memakai dress lengan tigaperempat selutut. Berwarna peach dengan sedikit renda dibahu dan lengannya, terlihat elegan saat melekat ditubuh Bella yang memang bisa dibilang seksi.Dia memoles wajah dengan make up flowles membuatnya terkesan manis.
"kakak apa kau sudah selesai, ayah sudah memanggilmu?" ucap jimmi.
"ya sudah, aku akan segera turun katakan pada ibu dan kak Arya juga!" jawab Bella.
"baik kak"
Bella pun turun disusul Arya sedangkan ibu terlihat sudah bersama ayah. Dia melihat ada Kevin sedang menunggu.
"maaf tuan kami membuat anda menunggu" ayah Hendra tidak enak.
"tidak apa apa, sebaiknya kita berangkat" Kevin pun segera keluar dikuti Bella dan Arya beserta ibunya.Kevin pun segera masuk mobil menyetir. Arya duduk dimuka bersebelahan sedangkan Bella dan ibunya dibelakang.
Tidak lama mereka telah sampai di sebuah butik yang mewah,mereka pun turun disambut ramah oleh pemilik butik.
" selamat datang tuan dan nyonya silahkan duduk!" Ucap pemilik butik, pria yang lemah gemulai.
__ADS_1
" terimah kasih" mereka pun segera duduk.
"silahkan bersantai sejenak, tuan muda akan segera tiba" Kevin memberitahu.
Bella yang dari tadi sudah sedikit gugup, berbagai pikiran sudah terlintas dibenaknya membuatnya berkeringat dingin.
"seperti apa dia itu apa dia akan menyukaiku atau bagaimana kalau dia tidak menyukaiku" batin Bella.
Setelah itu terlihat sebuah mobil mewah pun tiba, seorang pria berjas hitam lengkap bagaikan men ini black turun dari mobil kemudian berjalan kebelakang membuka pintu mobil belakang.
Terlihat turun seorang laki laki bertubuh tinggi kekar dan tegap. Dengan stelan jas hitam mewahnya dengan kemeja putih didalamnya. Terlihat gagah dan tampan penuh kharisma berjalan dengan kaca mata hitam bertengger dihidung mancungnya.
Kemudian memasuki butik dan langsung dijemput ramah oleh pemilik butik dan karyawannya. Mereka terlihat membungkuk sopan saat Tuan muda itu berlalu dihadapannya.
"selamat datang Tuan muda. Sebuah kehormatan bagi kami" ucap pemilik butik membungkuk sopan.
Bella yang sedari tadi hanya terpanah melihat kesempurnaan pria yang akan menjadi suaminya, rasa gugupnya kini bertambah menjadi ketakutan.
"ternyata tuan muda sangat tampan dan masih sangat muda. Apa aku pantas bersanding dengannya,?" bella membatin sesekali melirik Edward dengan tetap menunduk tak berani memandang langsung.
Sedangkan Edward yang baru datang langsung tertuju pada gadis yang sedari tadi hanya menunduk. Dia suda tau itulah calon istrinya.
"ternyata memang cukup cantik tapi seperti pemalu atau dia sedang takut melihatku. Tidak seperti gadis lain yang centil saat berada didekatku. menarik sekali...."batin Edward tersenyum tipis.
Sedangkan Arya malah lebih menatap Aron.
__ADS_1
"jadi ini asisten fenomenal itu tak beda jauh dengan tuan muda sama sama terlihat tegas dan dingin" ucapnya dalam hati.
Sedangkan ibunya hanya terus menggenggam tangan Bella berusaha memberi kekuatan pada putrinya.
"silahkan tuan muda ini tuksedo anda, silahkan dicoba kalau ada yang tidak nyaman kiranya memberi tahu kami supaya kami mengubahnya." ucap pemilik butik sopan dan sangat hati hati takut membuat kesalahan.
Aron pun langsung berdiri mengambil stelan tuksedo itu."mari tuan saya antar ke ruang ganti" ucapnya kepada Edward. Edward pun Berdiri segera masuk keruang VIP butik.
"nyonya muda silahkan ikut saya mencoba gaun anda diruang sebelah" pemilik butik mempersilahkan Bella.
"ayo nak ibu temani!" ibu dan Bella pun beranjak menyisakan Arya dan Kevin yang hanya Terdiam.
Setelah memastikan semuanya pas Edward pun segera keluar dari ruang ganti. Dan seketika terpanah melihat Bella yang sudah memakai sebuah gaun. Bella terlihat sangat anggung dengan gaun putih panjang itu.
"putriku sangat cantik!" kata ibu berlinang air mata terharu melihat Bella.
"ah ibu bisa saja" Bella tersenyum dia tidak tau sedari tadi Edward juga memperhatikannya.
Pemilik butik yang menyadari kehadiran Edward langsung bertanya" tuan muda apakah anda menyukai tuksedo dan gaunnya?"
"semuanya sudah pas dan bagus" Edward berkata dengan dingin tanpa ekpresi. Bella yang mendengar hanya menunduk. Kemudian Edward pun keluar disusul Aron.
" pak Arya kami duluan karena masih ada meeting penting" kata Aron kepada Arya yang langsung berdiri.
" silahkan tuan. sampai jumpa" jawab Arya sekenanya. Edward dan Aron pun berlalu.
__ADS_1
Arya menghela nafas kasar "tuan muda bahkan tidak berbicara sepatah kata pun benar benar tidak sopan. semoga semua ini cepat berlalu entah kehidupan apa yang akan dilalui Bella." pikir Arya dalam hati dengan cemas.
Setelah semua selesai Kevin pun mengantar mereka pulang kerumah.