
Bella yang sudah dua hari menemani kakeknya di suruh nenek dan ibunya untuk pulang beristirat apalagi ada mata kuliahnya besok pagi yang harus dihadiri. Arya akan menemani ayah,ibu dan neneknya di rumah sakit.
Sesampainya di rumah dia berjalan dengan lesu memasuki kamarnya. Dia segera mengambil handuk dan ke kamar mandi membersihkan diri setelah satu hari dirumah sakit.
Beberapa menit berlalu dia pun selesai mandi dan sudah memakai pakaian tidurnya karena sudah menunjukkan jam 9 malam. Namun baru saja ia akan merebahkan tubuhnya terdengar pintu kamarnya terketuk.
tok...tok...tok.
Bella beranjak membuka pintu kamarnya.
" paman? ada apa paman disini? apa ada masalah dengan kakek?" tanyanya khawatir karena tidak biasanya paman Sanjaya mau berbicara dengannya.
"tidak nak, paman ingin bicara sebentar kemarilah bibi juga menunggumu diruang tengah" jawab paman berpura pura lembut.
__ADS_1
Bella pun mengikuti pamannya dengan sedikit bingung dan berpikir ada apa dengan paman dan bibinya tiba tiba akrab padanya.
"kemarilah Bella sayang, kami ingin membicarakan sesuatu!" panggil bibi Susi dengan senyum yan dibuat semanis mungkin.
"ya bibi ada apa, apa yang ingin paman dan bibi bicarakan?" tanya Bella heran.
"begini Bella, kau kan tau masalah yang tengah menimpa keluarga kita, paman hanya ingin meminta bantuanmu" ucap paman mulai membujuk.
"iya Bella hanya kau yang bisa membantu keluarga kita, apa kau bersedia?" tanya Bibi Susi ikut membujuk.
"baguslah kalau begitu, kau memang anak yang baik" bibi Susi menambahkan.
"tapi paman, bibi apa yang bisa aku lakukan untuk membantu?"
__ADS_1
" begini Bella, seorang pengusaha kaya akan membantu keluarga kita. Dia akan membiayai pengobatan kakek dan membiarkan kita mengelola kembali perusahaan dan membereskan semua masalah perusahaan" Sanjaya terhenti sambil menatap Bella, "tapi dia mengajukan satu syarat"
"apa syaratnya paman? " tanya Bella merasa sangat senang dengan kabar itu sekaligus penasaran.
"dia...sangat... menginginkan kamu menjadi istrinya, paman sudah membuat pilihan antara Risya dan Rina tapi dia hanya menyukaimu Bella" ungkap paman sanjaya hati hati.
Bella seketika terdiam bagaikan disambar petir dia tidak sampai berpikir sejauh itu. Menikah adalah impian setiap wanita seperti dirinya tapi buka pernikahan seperti itu yang diimpikannya. Dia bermimpi akan menikah dengan orang yang mencintai dan dicintai dirinya. Bukan dengan orang yang bahkan tidak dikenalnya.
" semua keputusan ditanganmu nak. nyawa kakek dan perusahaan ada ditanganmu Bella, paman tidak akan memaksa kau boleh memilih." paman Sanjaya membujuk dengan nada halus.
"pikirkan baik baik Bella, kau tahu ayahmu bisa dipenjara karena hutang piutang dimana mana. Setidaknya berkorbanlah sedikit untuk keluarga kita. Anggap lah balas budi yang telah membesarkanmu selama ini!" ucap Bibi Susi dengan tegas mengancam.
"paman bibi beri Bella waktu berpikir, ini sangat tiba tiba. aku tidak bisa berpikir jernih." jawab Bella meneteskan air mata sedih. dia tidak pernah membayangkan semua ini terjadi pada dirinya.
__ADS_1
" baiklah, paman mengerti. waktumu sampai besok pagi karena mereka ingin melakukan secepatnya. jangan sia siakan kesempatan ini pikirkan kakek dan ayahmu" tambah Sanjaya meyakinkan "dan jangan beri tahu siapa pun masalah ini. kau mengerti?"
" baik paman bibi, permisi." Bella kembali ke kamarnya sambil meneteskan air mata. Dia sangat bingung dan tak tau harus apa. Disisi lain ia sangat ingin membantu keluarganya disisi lain ia sangat takut membayangkan akan menikah dengan orang tak dikenal. Dia terus menangis tapi mengingat kakek ayahnya, ibunya, kakaknya dan adiknya ia tidak tega menolak. mungkin ini sudah takdirnya. benar kata bibi balas budi untuk semua yang telah didapatkannya rasanya itu akan setimpal. ya sudah takdirnya seperti itu dia akan berusaha setegar mungkin menghadapinya.