Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
LDR-an


__ADS_3

sudah hampir 2 minggu Edward di luar kota. Selama itu pula setiap malam Edward dan Bella saling menghubungi melalui video call. Layaknya pasangan remaja yang sedang kasmaran.


Seperti malam ini mereka sedang video call. sebelum video call Bella bahkan memoles sedikit make up di wajahnya tak lupa lipglows merah muda. Menata dan menyisir rambutnya agar terlihat menarik.


"haa... kenapa aku jadi begini, sesenang ini hanya untuk sebuah video call, hehehe..." Bella cekikikan sendiri di depan cermin hatinya berbunga bunga menunggu video call Edward.


Begitu pula Edward sedari tadi siang dia sudah tidak sabar menghubungi Bella. Bahkan dia berusaha sangat fokus agar pekerjaannya selesai dengan cepat agar bisa secepatnya pulang.


"hai..." ucap Bella menampilkan senyum manisnya menatap Edward di layar ponselnya.


"hai..." jawab Edward dengan senyum tipisnya.


"bagaimana pekerjaanmu?" ucap Bella sekedar basa basi.


"lancar... tapi masih banyak" jawab Edward terus memperhatikan wajah Bella. "apa kau berdandan?" Edward melihat wajah Bella terlihat fresh.


"ah tidak untuk apa berdandan tengah malam begini" jawab Bella berbohong padahal sedari tadi sebelum menelpon dia berdandan bahkan berulang kali berganti ganti baju agar terlihat semenarik mungkin.


"sayang sekali kukira kau berdandang untukku" ucap Edward tersenyum smirk dia tahu kalau sebenarnya Bella berbohong melihat bibir Bella terlihat glow dan berwarna berarti dia habis berdandan.


"kau tidur dengan siapa?" Tanya Bella mengalihkan pertanyaan dia merasa malu mengakuinya.


"kenapa kau bertanya? ada seseorang yang menemaniku sebelum tidur" Edward sedikit memancing Bella.


"seseorang? apa dia wanita?" ucap Bella ragu ragu. Entah mengapa mendengar kata seseorang membuat hatinya memanas.


"menurutmu?" Edward semakin memancing.


"terserahlah mana aku tau..." ucap Bella ketus sambil memalingkan muka.


"hahaha... aku mencium bau kecemburuan" Edward tergelak melihat raut muka Bella.


"tidak... siapa juga yang cemburu" ucap Bella lirih matanya pun jadi ikut memanas.


"Bahkan dia masih ada disini, apa kau ingin melihatnya?" tanya Edward menggoda.


"apa...?" pekik Bella bagaimana bisa seseorang itu masih ada di sana ini kan sudah larut malam. "tidak usah aku tidak mau" Bella benar benar kesal tapi sebenarnya dia juga penasaran. Matanya bahkan memindai sudut ruangan di belakang Edward kemungkinan ada barang aneh dari sessorang itu, misal tas atau sepatu atau apalah yang mencurigakan.


"karena kau sangat penasaran aku berbaik hati memperlihatkannya" ucap Edward lagi. Dia merahkan kamera ponselnya ke arah sofa.

__ADS_1


"kau...!!! kau menyebalkan sekali" umpat Bella tapi bibirnya melengkung menahan senyum lega saat melihat seseorang yang dimaksud Edward. Siapa lagi kalau bukan asisten setianya Aron.


"hahaha.... kau menggemaskan sengan wajah itu hahaha..." Edward tidak mampu menahan tawanya dia tertawa lepas.


Aron saat itu tengah memeriksa berkas berkas. Dia tersenyum melihat kelakuan tuan mudanya. Baru kali ini dia melihat Edward tertawa lepas seperti itu. Namun ada kekhawatiran dalam benaknya, sisa satu bulan lagi kontrak penikahan itu akan berakhir, lalu bagaimana semua ini akan berakhir. Aron menarik nafas kasar memikirkannya.


"kapan mas akan pulang?" tanya Bella tak sabar.


"secepatnya, apa kau merindukanku?" Edward bertanya dengan lembut.


"hemm... sudah seminggu kau terus bilang secepatnya" Bella menundukkan mukanya tak ingin menatap Edward.


"kalau Lee sudah datang dengan stafnya aku akan pulang" jawab Edward. Lee adalah tangan kanannya yang lain.


"oh..." jawab Bella sedikit kecewa. Edward hanya tersenyum melihat wajah kecewa Bella.


Setelah beberapa jam video call mereka pun menyudahi karena Bella terlihat sudah mengantuk. Mereka pun menutup telponnya.


"kenapa tuan tidak memberi tahu kalau kita akan pulang besok?" tanya Aron heran.


"ah biarkan menjadi kejutan untuknya." Jawab Edward tersenyum penuh arti.


Sebenarnya mereka akan pulang Besok hanya saja Edward tidak memberitahu Bella.


Bella berjalan gontai memasuki kampusnya. Dia terlihat tak bersemangat seperti ada sesuatu yang hilang di dirinya.


"Bella..." Sena dan Rara memanggilnya membauatnya terperanjat.


"kalian mengagetkanku..." ucap Bella sebal.


"kaunya saja yang terus melamun" Rara membela diri.


"iya tuh! cieee.... ada yang lagi rindu. hahaha...." Rara menyindir.


"Apaan sih..." Bella menjadi kesal digoda sahabatnya.


"yeee... gitu aja marah kamu nggak seru lagi deh" Sena pura pura ngambek.


"ya deh aku nggak marah buruan masuk kelas ntar terlambat loh" Bella bergegas.

__ADS_1


"Bella... tunggu!" tiba tiba Rendi datang menghampiri. Sena dan Rara mengerti mereka pun langsung masuk kelas meninggalkan mereka.


"kak Rendi ada apa?" jawab Bella.


"Ayolah jangan menghindar terus, kita masih teman kan?" Ucap Rendi tersenyum


"ya masih" Bella tersenyum.


"gitu dong! oh ya kami mengadakan acara barbekyu di rumahmu loh! kamu tidak mau datang sekalian menjenguk kakek?" ucap Rendi


"benarkah? gimana ya? nanti saja aku beri kabar setelah kelas selesai" jawab Bella.


"baiklah aku tunggu ya kebetulan acaranya nanti sore keluargamu pasti senang kalau kau datang" ucap Rendi meyakinkan.


Bella pun tersenyum sambil masuk kelas. Sedangkan Rendi tersenyum simpul. "sedikit lagi ya tinggal sebentar lagi usahaku pasti berhasil" gumamnya.


Sebenarnya ini adalah rencananya dengan Arya untuk lebih mendekatkannya dengan Bella apalagi kurang satu bulan lagi Edward dan Bella pasti berpisah mengingat kontrak mereka.


Setelah jam kuliah usai Bella pun keluar kelas. Rendi ternyata sudah menunggunya. "Bella kau sudah selesai" tanya Rendi. "jadikan kau ikut"


"ya baiklah" jawab Bella lagi pula Edward sedang tidak ada, tidak apakan aku pergi menengok kakek sebentar dari pada bosan di rumah pikir Bella.


"ayo ikut denganku" ajak Rendi.


"tidak usah supir akan mengantarku" ucap Bella.


"kan satu kali saja kita kan sama sama ke rumahmu" jawab Rendi.


"tidak usah terima kasih!" Bella pun segera berlalu pergi.


Rendi menghela nafas. "sabar Rendi sabar..." ucapnya pada diri sendiri.


Bella pun memasuki mobil. "pak kita pergi kerumah orang tuaku dulu di jalan xxx." ucapnya pada supirnya.


"baik nyonya" ucap supir yang sudah paruh baya itu.


"apa aku telpon mas Edward dulu ya?" ucapnya meraih ponselnya. "tapi nanti aku menganggu, ya sudahlah kan cuma sebentar saja tidak apa apa"


Mobil pun melaju meninggalkan kampus menuju rumah keluarga Bella. Bella terlihat was was karena baru kali ini dia tidak minta izin pada Edward. Tapi dia juga senang sekali dia begitu rindu dengan keluarganya.

__ADS_1


Apalagi mendengar kata Rendi ada acara pasti akan ramai sekali seperti dulu dulu. Bella tersenyum sendiri tidak sabar untuk sampai ke rumahnya. Dia memandangi jalanan sudah berapa lama dia tidak kesana semenjak pernikahannya baru satu kali dia kesana.


Bella bahkan membayangkan masakan ibunya. ya walaupun Di Mansion masakannya enak dan berkelas tetap saja dia merindukan masakan ibu dan neneknya.


__ADS_2