
Setelah Edward selesai mandi mereka pun berjalan keluar. Bella yang sudah tau tugasnya langsung berjalan menuju lemari mengambil stelan jas milik Edward. Setelah beberapa saat memilih dia pun mengambil satu pasang jas berwarna navy dan kemeja putih dengan dasi yang senada. Kemudian segera berjalan memberikan kepada Edward.
Edward berjalan meraih ponselnya dia memeriksa sesuatu ketika Bella datang membawa stelan jasnya. Dia pun meraih jasnya dan langsung memakainya tanpa berbicara sedikit pun.
Setelah berpakaian Edward berjalan ke depan cermin merapikan rambutnya, dan memakai parfum. Bella dari tadi terus mengikuti dia pun mengambil sepatu Edward kemudian membantu Edward memakainya.
Edward duduk di sofa sambil terus memainkan ponselnya entah apa yang terus diperiksanya.
Bella kemudian berjongkok di depan Edward kemudian memakaikan kos kaki lalu memasangkan sepatu Edward.
Edward yang dari tadi memperhatikan ponselnya beralih memperhatikan Bella. Dia melihat rambut Bella yang panjang tergerai indah. Tanpa disadari dia mengulurkan tangannya menyelipkan anak rambut Bella ke telinga Bella yang tampak menutupi sebagian wajah cantiknya.
Bella yang menyadari sentuhan Edward langsung menengadah ke atas menatap Edward. Kini mata Mereka pun bertemu, sesaat mereka beradu pandang. Tangan Edward kini beralih membelai pipi Bella dengan lembut. Bella yang mendapat perlakuan seperti itu seketika mematung. Jantungnya terasa berdegup kencang, dia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya.
"Belaiannya lembut sekali. Tapi kenapa...? jantungku terasa berdebar kencang" batin Bella.
Edward yang menatap sambil menyentuh wajah Bella terpanah seakan terhipnotis.
"cantik dan manis... wajahnya lembut sekali. Rambutnya indah" batin Edward kemudian beberapa saat dia pun tersadar dan langsung menghentikan tangannya. Edward segera mengalihkan pandangannya begitupun Bella yang segera melihat kearah lain sambil membenarkan sepatu Edward.
Setelah selesai memakaikan sepatu Edward kini dia beralih duduk di samping Edward.
"bagaimana caranya aku meminta ponselku. Aku takut dia akan marah" kata Bella dalam hati sambil terus meremas jari jarinya. Dia bahkan sampai menggigit bibirnya karena bingung dan takut.
Edward yang melihat gelagat Bella pun jadi penasaran. "ada apa kau duduk disini?" tanyanya kepada Bella.
"it...itu... bolehkah aku meminta ponselku? aku hanya bosan terus dikamar kalau ada ponsel minimal aku akan terhibur" jawab Bella ragu dan sangat hati hati takut Edward marah lagi.
__ADS_1
" oh ponsel jadulmu yang buruk itu?" kata Edward dengan santai.
Bella yang mendengar langsung terbelalak. "apa dia bilang jadul? aku kan membelinya tahun lalu itu pun sangat mahal aku sampai merengek kepada kak Arya untuk mendapatkannya" batin Bella kesal dikatai ponselnya buruk dan jadul.
" Bolehkan aku memintanya? please...!!!" tanya Bella sekali lagi sambil memasang wajah memelas.
"hah... wajahmu itu! ck... ya sudahlah aku akan memikirkannya sepulang kerja nanti" jawab Edward sambil berdiri kemudian berjalan keluar kamar menuruni tangga menuju meja makan untuk sarapan.
"hemmm...." Bella menghela nafas. "ya sudahlah, yang penting ada harapan" batinnya sambil mengikuti Edward.
Seperti biasa pak Jo dan bu Marni akan segera melayani mereka dan mereka pun memulai sarapan tanpa sepatah kata pun.
setelah makan Edward pun berjalan keruang tengah di sana sudah ada Aron yang menunggunya.
"Aron apa jadwalku pagi ini?" tanyanya kepada Aron sambil mendudukan tubuhnya dikursi. Bella yang sedari tadi mengikuti pun ikut duduk.
"Pagi ini jam 9 anda dijadwalkan menghadiri rapat pemegang saham di Lou Enterprise kemudian dilanjutkan makan siang dengan tuan Lou dan wakilnya." jawab Aron sambil membaca tabletnya.
"kita sudah mendapatkan 40 persen tuan. Sudah dipastikan kita sudah bisa memimpin" jawab Aron dengan yakin.
"kerja yang bagus, segera tempatkan Revan disana" perintah Edward.
"baik tuan" jawab Aron.
Bella hanya diam menyimak sepertinya mereka mengakuisisi perusahaan baru pikirnya.
"oke ayo berangkat" kata Edward sambil berdiri kemudian berjalan keluar. Aron pun segera mengikuti tuannya. Dia berjalan keluar membukakan pintu mobil.
__ADS_1
Bella pun segera mengikuti mengantar Edward sampai di depan. Sesampainya didepan sebelum Edward masuk ke dalam mobil Bella mengulurkan tangannya. Edward sedikit terkejut dan menatap Bella kemudian menyadari Bella ingin menjabat tangannya. Dia pun membalas uluran tangan Bella dan Bella pun segera membungkuk mencium tangan Edward.
"menggemaskan..." batin Edward mendapati perlakuan Bella.
Aron yang melihat pun tersenyum tipis " nyonya terlihat lucu, ha...manisnya! kapan ya ada yang mencium tanganku juga saat akan berangkat" batin Aron membayangkan dirinya.
Edward pun masuk ke dalam mobil. Terlihat wajahnya berseri seri dia tersenyum sambil mengingat Bella tadi. Dia bahkan sampai menggeleng gelengkan kepalanya mengusir pikirannya tentang Bella. Namun kembali tersenyum lagi seakan baru saja menyaksikan hiburan.
Aron yang melirik melalui kaca spion mobil pun menjadi heran. "ada apa dengan tuan muda sepertinya dia sedang bahagia. Tapi syukurlah hari ini moodnya sedikit bagus itu akan mempengaruhi suasana rapat nanti" Batin Aron.
Bagaimana Aron tidak khawatir biasanya saat suasana hati Edward sedang buruk, Edward menjadi uring uringan dan semua orang akan kena imbasnya. Pekerjaan yang mudah akan jadi sulit. Tapi sebaliknya jika sedang senang semua akan berjalan dengan mudah dan lancar.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang karena dipagi hari seperti ini padat kendaraan. Sebagian orang tak ingin terlambat bekerja. Edward yang dari tadi terdiam seketika teringat sesuatu.
"Aron, tadi Bella menanyakan ponselnya apa kau menyimpannya?" tanya Edward kepada Aron.
"Ya tuan masih ada di ruang kerja di rumah" jawab Aron yang setengah terkejut karena Edward sekarang sudah menyebut nama Bella.
"tapi kurasa ponselnya itu sudah jadul, lebih baik kau carikan ponsel keluaran terbaru. Aku tak ingin dia mempermalukanku dengan ponsel bututnya itu" kata Edward sambil berpikir.
"baik tuan akan saya carikan" jawab Aron. Hatinya terasa geli mendengar tuannya itu tanpa Edward sadari sebenarnya dia sudah memberi perhatian kepada Bella. Hanya saja dia tidak mengakuinya.
"satu lagi aku ingin kau menyadap nomornya. Aku tidak mau dia melakukan hal yang dapat merugikanku." tambah Edward lagi.
"baik tuan sesuai perintah anda" Jawab Aron sambil terus menatap ke depan.
Tak terasa setelah beberapa saat berlalu kini mereka sudah sampai di perusahaan Lou Enterprise. Mereka akan mengadakan rapat pemegang saham pagi ini. Perusahaan itu cukup besar dikarenakan sistem manajemen yang buruk akhirnya persahaan itu bermasalah dan jatuh ke tangan Edward.
__ADS_1
Mobil segera berhenti di depan loby kantor terlihat para petinggi perusahaan sudah berjejer menjemput pemimpin barunya itu. Edward kemudian turun dari mobil kemudian berjalan memasuki kantor disusul Aron di Belakangnya.
Semua orang membungkuk memberi hormat saat Edward melewati mereka, kemudian mereka pun masuk mengikuti Edward dari belakang menuju ruang rapat.