Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Terpisah


__ADS_3

Malam telah larut Acara pesta pun telah usai. Edward dan Bella kini dalam perjalanan pulang menuju mansion. Suasana hening dalam mobil mereka terhanyut dalam pikiran masing masing.


Tak lama mereka pun sampai di Mansion. Edward mengikuti Bella masuk kedalam kamar. Saat sudah di depan ranjang di meraih pinggang Bella. Gerakan yang tiba tiba membuat Bella terperanjat.


"kau sangat cantik" ucap Edward sambil merengkuh tubuh Bella. Dia menciumi setiap inci tubuh Bella. Bella menggelinjang serasa ada sesuatu yang bangkit dalam tubuhnya. Apalagi saat Edward sudah bermain di area sensitifnya. Malam panjang pun dimulai.


************


Sinar matahari mulai masuk dicelah celah tirai. Bella mengerjapkan mata sambil mengumpulkan sisa sisa kekuatannya. Dia melirik Edward yang masih tertidur pulas. Sejenak dia memandang wajah tampan itu. Tanpa sadar jari telunjuknya menyentuh hidung mancung Edward membuat garis abstrak membuatnya tersenyum karena yang empunya masih tidak sadar.


"Selama pagi suami tampanku...hehehe..." Bella tergelak sendiri kapan lagi bisa menertawainya tanpa sepengetahuanya pikirnya sambil menoel noel pipi Edward.


"Selamat pagi sayang" Sahut Edward tiba tiba langsung membuka mata.


Bella langsung terperanjat. "haa...tu..tuan sudah bangun?" ucapnya ketakutan, bagaimana bisa dia membangunkan Edward. "matilah aku" batinnya.


"ya, seseorang membangunkan aku," ucap Edward sambil menatap Bella intens. "kau tau apa hukuman jika seseorang berani membangunkanku?"


"ma...maaf aku tidak akan mengulanginya, memangnya apa hukumannya" jawab Bella polos.


Edward menajamkan matanya membuat Bella gemetar ketakutan


"akh...." Bella mengerang, entah tangan Edward sedang menyentuh apa di bawah sana membuat Bella memekik. Akhirnya rencana bangun pagi pun tertunda.


Aron menghembuskan nafas kasar sambil melihat arlojinya. Pagi ini akan ada meeting disalah satu anak perusahaan tapi entah mengapa Tuannya belum juga turun dari lantai dua kamarnya itu. Aron pun kembali memeriksa file file di laptopnya. Entah apa yang dilakukan tuan muda di atas pikirnya.


Tak berapa lama akhirnya Edward pun turun dengan Bella mengikut di belakangnya. Hari ini Bella akan kembali masuk kuliah lagi. Dia pun sudah tampil cantik seperti biasa.


Setelah sarapan mereka pun berangkat Bella diantar supir pribadi karena Edward ada meeting penting hari ini dan sudah terlambat.


"Seberapa besar masalah di sana?" tanya Edward kepada Aron.


"cukup besar sepertinya ada penyelewengan dana," ucap Aron yakin. Salah satu anak perusahaannya yang di luar kota sedang ada masalah yang cukup serius.


"berani beraninya mereka bermain bermain denganku" Edward meresa kesal dengan hal itu.

__ADS_1


Mereka pun tiba di perusahaan induk dan melakukan meeting darurat. Terlihat para direktur dan maneger sudah menanti dengan wajah gemetarnya. Mereka sudah tau kesalahan mereka.


Setelah melewati rapat penuh ketegangan namun tak kunjung ada solusi. Akhirnya Edward memutuskan untuk meninjau langsung proyek tersebut yang ada diluar kota.


"pak jo siapkan keperluanku aku akan keluar kota hari ini" ucap Edward ketika pulang ke mansion.


"baik tuan muda" jawab pak jo.


Mereka pun segera naik ke lantai 2 ke kamar utama. Setelah pak Jo sudah menyiapkan barang Edward dia pun turun sambil membawa koper Edward ke mobil.


Edward segera mandi dan berganti pakaian. saat sudah rapi seketika dia melirik kearah ranjangnya. Dia jadi teringat Bella, baru kali ini dia berpisah dengan Bella bahkan mungkin memakan waktu berminggu minggu.


karena terburu buru dia tidak sempat menelpon Bella Nanti sampai di sana aku akan menelponnya pikir Edward. Dia pun bergegas pergi.


Sementara itu Bella masih di kampus tengah asyik bercengkrama dengan dua sahabatnya.


"Eh kemarin aku ketemu dengan seseorang saat pulang kampus" Ucap Rara membayankan.


"seseorang? siapa cowok atau cewek?" tanya Sena kepo.


"cowok lah, ganteng banget. ah..." Jawab Rara sumringah.


Tiba tiba senyum Rara menghilang. "aku bahkan tidak tau namanya" ucap Rara tidak bersemangat.


"lah...kirain udah kenal, payah luh...?" ucap Sena meledek.


"kalau jodoh pasti ketemu ulang" ucap Bella memberi semangat.


"Tapi kulihat lihat kayaknya aku pernah ketemu tapi dimana ya?" pikir Rara.


"aku tau pasti dalam mimpi kamu Ra. hahaha..." Sena tertawa lebar meledek sahabatnya itu.


"apaan sih beneran kok" Rara bersikukuh.


"memang ciri cirinya gimana?" tanya Bella.

__ADS_1


"hah... entahlah tidak bisa diungkapkan dengan kata kata" ucap Rara jadi greget.


"ih dih dasar kamu ya ratu halu" Sena kembali meledek.


"ya terserah suka suka aku, huh..." Rara pura pura ngambek.


Bella hanya menggeleng kepala melihat kelakuan ke dua sahabatnya itu. Setelah selesai dengan makanan yang mereka pesan mereka pun bergegas pulang.


Bella sesampai di rumah melempar asal tasnya dia begitu lelah. Lalu dia membaringkan tubuhnya di ranjang empuk itu, tak terasa dia pun terlelap.


Tak terasa sudah malam Bella pun bangu dari tidurnya dia melihat sekeliling. "Sepertinya dia belum pulang jam berapa ini" Bella melirik jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat.


tok tok tok


"nyonya waktunya makan malam" terdengar suara pelayan.


Bella pun membuka pintu "aku merasa kenyang, aku merasa lelah jadi aku tidak akan turun lagi" ucapnya pada pelayan.


"baik nyonya! apakah nyonya ingin sesuatu? cemilan misalnya" tanya pelayan Lala.


"ehmm boleh deh antarkan saja cemilan" jawab Bella dia akan mengerjakan tugas kuliahnya sebelum tidur ulang.


"baik nyonya" ucap pelayan Lala.


Bella pun masuk kamar mandi membersihkan tubuhnya lalu berganti pakaian tidur. Kemudian mulai memeriksa tugas tugasnya yang belum selesai. Pelayan datang membawakan cemilannya.


"silahkan nyonya!" ucap pelayan Mita mempersilahkan.


"iya terima kasih" jawab Bella tersenyum, pelayan pun segera turun.


Setelah mengerjakan tugasnya Bella melihat jam sudah menunjukkan pukul 10. " Kenapa dia belum pulang ya? ini kan sudah jam 10" gumam Bella.


"ya sudahlah aku tidur lagi saja" pikir Bella, dia pun segera membaringkan tubuhnya. Tak berapa lama dia pun sudah tertidur.


Pada saat tengah malam Bella terbangun, tangannya meraba bantal di sampingnya namun tak menemukan apa. Dia langsung membuka mata. "apa dia tidak pulang tapi kemana ya?" mendadak pikirannya jadi was was.

__ADS_1


Lama dia terduduk di ranjang dengan berbagai pikirannya. Bella menghela nafas kasar. "mungkin dia ada di ruang baca, tapi kenapa tidak tidur di sini? apa dia marah padaku tapi sepertinya aku tidak ada salah" batin Bella berkecamuk.


Dia ingin melihat Edward di ruang bacanya tapi diurungkan niatnya mengingat sudah tengah malam pasti dia sudah tidur. Bella jadi teringat aturan tidak boleh membangunkan Tuan muda seperti tadi pagi. Akhirnya dia pun memilih tidur kembali.


__ADS_2