
Edward dari jauh menatap geram Bella yang tengah berbicara dengan Felix. Dia pun berjalan menghampiri mereka.
"Selamat malam tuan muda" sapa Felix saat Edward tiba tiba saja sudah di depannya dengan wajah dinginnya.
"hemm..." hanya dijawab deheman oleh Edward. "ibu dan ayah mencarimu..." ucap Edward pada Bella karena dari tadi kedua orang tuanya memang mencarinya.
"Benarkah? ayo kesana!" jawab Bella yang memang sudah sejak tadi merasa risih dengan Felix. Bella pun segera bergegas pergi.
"ah Felix, senang berkenalan dengan anda, saya permisi dulu" ucap Bella sebelum bergegas tadi. Felix hanya mengangguk tersenyum smirk.
"Anda beruntung mendapat istri secantik nona Bella." ucap Felix ketika Edward sudah akan menyusul Bella.
Edward yang sudah hendak pergi langsung terdiam. " terima kasih" jawab Edward singkat lalu berlalu.
Felix menyeringai licik menatap punggung Edward. "aku bisa melihat ketakutan di matamu, hahaha..." gumam Felix.
"hai sayang dari mana saja kami mencarimu" ucap Ibu Shinta.
"aku tadi berbincang dengan tamu lain bu" jawab Bella.
"O iya acaranya sebentar lagi selesai" ucap ibu Marissa.
Mereka pun kembali berbincang, Marissa dan Shinta terlihat akrab bercerita sedangkan Hendra ayah Bella terlihat sangat sungkan dengan Kenzo. Dia sadar diri akan status besan nya itu.
Bisa duduk bersama mereka saja sudah sangat luar biasa. Tak pernah ada dalam mimpinya berbesan dengan Raja bisnis yang sudah melegenda itu. ini benar benar seperti mimpi.
Lain halnya dengan Sanjaya dan Susi apalagi Risya. Mereka seperti panas dingin melihat Orang tua Bella semeja dengan tuan dan nyonya besar.
"ibu lihatlah Bella dia cantik bagaikan ratu, kenapa dia seberuntung itu?" ucap Risya benar benar iri dengan adik sepupunya itu.
"lihat saja mas Hendra dan Mba Shinta mereka pasti merasa diatas awan bisa duduk dengan tuan dan nyonya besar" ucap Susi denga nada sinisnya.
"Sudahlah jangan mengoceh terus" tegur Sanjaya sudah kesal melihat anak dan istrinya dari tadi terus mengoceh.
"kamu lagi mas tidak berguna mereka bahkan tidak menyapamu apa kamu tidak ada pengaruh sama sekali sih?" Bibi Susi benar benar kesal ia dari tadi berharap duduk berdampingan dengan keluarga Antonio itu.
__ADS_1
"tapi lihat saja mereka boleh senang, lagi pula masa kontraknya sebentar lagi habis dan mereka akan kembali ke posisinya. huh..." oceh bibi Susi sambil mengibas kipasnya.
Sementara itu Rendi yang masih setengah stress memilih duduk di sudut ruangan menyendiri. Dia sudah jengah melihat hirup pikuk pesta. Dia jengah melihat senyum palsu dan kata kata manis para tamu pesta.
Sudah menjadi rahasia umum para petinggi dengan pasangan sosialitanya bermulut manis menebar senyum memuji mendoa padahal dalam hati berkata lain justru sebaliknya. Sungguh miris bagai fatamorgana.
"hai sendirian saja...?" Tiba tiba seorang wanita cantik menghampirinya.
"eh ya? anda berbicara padaku?" tanya Rendi sedikit heran karena dia rasanya tidak mengenal wanita itu.
"yah siapa lagi yang menyendiri selain dirimu" ucap wanita itu lagi. "tidak apakan aku disini"
"ya silahkan saja" jawab Rendi sebenarnya cuek.
"oh ya kenalkan... aku Selena." wanita itu ternyata Selena. Entah ada maksud apa dia mendekati Rendi.
"Oh... Rendi" jawab Rendi membalas uluran tangan Selena.
"sepertinya kau mengenal Nyonya muda itu dengan baik" ucap Selena pura pura bertanya.
"ya siapa lagi. Dia sangat beruntung mendampingi tuan muda." ucap Selena memasang wajah sedihnya. "tidak seperti diriku yang ditinggalkan oleh Edward"
"apa? apa kau mengenal tuan muda?" tanya Rendi agak terkejut.
"bukan lagi mengenal kami saling mencintai tapi entah kenapa dia menikahi gadis itu" ucap Selena pura pura sedih.
"jadi kau kekasih tuan muda?" tanya Rendi dibalas anggukan Oleh Selena. "pantas saja dia sangat cantik dan seksi anggun lagi, kasihan Bella ternyata tuan muda punya kekasih" batin Rendi tak rela.
"Maukah kau membantuku mendapatkan Edward kembali" tiba tiba Selena meminta bantuan.
"apa yang kau bicarakan?" tanya Rendi kembali terkejut dengan ucapan Selena.
"aku tau kau mencintai Bella, jika kau membantuku mendapatkan Edward maka Bella akan terbebas lalu kau bisa menikahinya" ternyata Selena punya rencana licik dibaliknya.
"maaf aku tidak mengerti semua ini" Ucap Rendi. Dia tidak mau terpengaruh dan salah langka.
__ADS_1
"baiklah kau tidak harus menjawabnya sekarang pikirkanlah dulu baik baik. Ini kartu namaku jika kau berubah pikiran hubungi aku " Kata Selena tegas lalu dia pun beranjak pergi meninggalkan Rendi.
Rendi hanya terdiam menatap Selena. "apa Bella bahagia dengan pernikahan itu? tapi sepertinya tidak ternyata Edward mencintai wanita itu, setidaknya kalau dia bersamaku aku mencintainya dengan tulus" tiba tiba hati Rendi mulai goyah lagi.
Rendi melihat Bella keluar menemani orang tuanya sepertinya Hendra dan Shinta sudah akan pulang karena memang sedah hampir jam 10 malam. Rendi pun segera menyusul Bella.
"Bella tunggu" ucap Rendi menghampiri Bella.
"kak Rendi kukira kau sudah pulang" jawab Bella tersenyum manis.
"tidak aku ingin berlama lama melihatmu" Ucap Rendi menggoda Bella.
"hahaha... kakak tidak pernah berubah" Bella tergelak mendengar Rendi.
"aku selalu sama Bella" ucap Rendi menatap Bella penuh arti.Bella hanya tersenyum ia tahu maksud Rendi.
"apa kau berbahagia dengannya?" tanya Rendi.
Bella yang tadi tersenyum manis mendadak diam. Senyum manisnya menghilang saat mengingat Edward memiliki kekasih.
"jawablah kenapa terdiam?"Tanya Rendi ulang.
"aku bahagia kak sangat bahagia, keluargaku baik baik saja tanpa kekurangan dan kesulitan itu kebahagian terbesar" jawab Bella lirih.
"aku menanyakan hatimu? " Rendi menatap Bella penuh cinta.
"aku baik baik saja aku menerima dengan ikhlas" jawab Bella tatapanya sendu menerawang.
"jika kau sudah lelah datanglah padaku aku selalu siap meringankan bebanmu" ucap Rendi dia pelan meraih tangan Bella.
Untuk sesaat Bella terhanyut dengan sikap Rendi namun segera dia menepis.
"maaf kak sepertinya acara sudah selesai aku masuk dulu" Bella segera meninggalkan Rendi yang masih penuh tanda tanya.
Tanpa disadari Edward telah mendengar percakapan mereka. Dia benar benar terbakar mendengar kata kata Rendi. Dia merasa tidak rela melepas Bella di akhir kontraknya.
__ADS_1
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, sudah empat bulan lebih artinya sisa satu bulan lebih kebersamaan mereka. Entah mengapa ada rasa tidak rela untuk berpisah di hati Edward. mulai timbul rasa sesal dalam hatinya.