Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Edward dan Felix


__ADS_3

Setelah makan siang dengan Arya dan Rendy Bella pun pulang ke Mansion. Mobil melaju membelah jalanan kota siang itu. Kendaraan terlihat sedikit padat karena ini memang waktu makan siang.


Bella menatap keramaian kota lalu lalang kendaraan dan orang yang akan kembali ke aktivitasnya setelah istirahat siangnya.


"Jangan bilang kau mulai menyukainya" ucapan Arya terngiang-ngiang ditelinganya berulang ulang.


"apa aku menyukainya?" batin Bella. "apa suka itu artinya cinta?" pikirnya dalam hati. Dia terus menanyakan pada dirinya.


"tapi kalau aku menyukainya apa dia menyukaiku juga" gumamnya. "tidak, dia tidak pernah menyukaiku dia hanya menganggap ku pelayanannya" hatinya miris memikirkan entah perasaan yang ada di dalam hatinya.


Tak berapa lama Bella pun sampai di mansion. Alangkah terkejutnya ketika melihat mobil Edward di depan.


"oh ya ampun dia pulang, apa dia akan memarahiku lagi?" gumam Bella dengan wajah khawatir.


Pelan pelan dia turun dari mobil melangkah kan kaki memasuki mansion.Terlihat Aron dan Pak Jo di ruang tengah menatapnya intens.


"oh ya Tuhan apa kau punya seribu nyawa" batin Aron menatap tajam ke arah Bella.


Sedangkan pak Jo memandang penulis ke khawatiran.


Saat waktu makan siang tadi Edward memutuskan pulang makan siang di rumah. Dia ingin melihat ke adaan Bella.


Namun saat tiba di rumah dia mencari Bella namun tidak ada.


"pak Jo mana Bella?" ucapnya berjalan masuk.


"anu tuan muda nyonya sedang keluar tadi" jawab pak Jo gelagapan.


"keluar? kemana?" tanya Edward lagi mimik wajahnya berubah datar.


"tidak tau tuan saya tidak menanyakannya tadi" jawab pak Jo pelan menyadari kesalahannya.


"tidak tau? tugasmu menjaga mansion dan isinya terutama istriku tapi dia pergi kemana kau tidak tau" ucap Edward dengan penuh penekanan.


"maaf tuan muda saya pikir nyonya hanya pergi sebentar" jawab pak Jo menunduk.


"sudahlah...!!!" ucap Edward menghempaskan tubuhnya di sofa. "Aron kemana dia?" tanyanya.


"Aron...!!!" teriaknya dengan nada tinggi karena tak ada respon dari Aron.


"kau tahu kan kemana dia pergi?" tanya Edward dengan tegas.

__ADS_1


Aron memang tahu kemana Bella pergi dia sudah mendapatkan laporan dari supir pribadi Bella. Beberapa foto saat Bella sedang makan siang dengan Arya. Namun yang ditakutkan Rendy pun ada di sana.


Pelan pelan dia menyodorkan ponselnya Kepada Edward. Memperlihatkan foto foto itu.


"hah... " Edward berdecak kesal. Wajahnya memerah menahan emosi dan kekecewaan kepada Bella.


"kau tidak memberi tahuku dari tadi?" tanya Edward kepada Aron.


"maaf tuan saya pikir hanya pak Arya tadi tak disengaja tiba-tiba Rendy juga datang" jelas Aron was was.


Edward menghempaskan ponsel itu kemeja menahan emosi. Dia beranjak menuju tangga.


"tuan muda saya harap anda menjaga emosi anda sa..." ucap Aron terjeda ketika Edward menaikkan tangannya di udara tanda tak ingin mendengar apa apa. Aron pun memilih diam takut Edward tambah marah.


Edward pun menyusuri tangga menuju kamarnya.Dia mendudukkan tubuhnya di ranjang menerawang jauh.


"Bella apa kau begitu menyukainya? sehingga kau masih berani menemuinya setelah apa yang terjadi lalu" lirih Edward entah mengapa hatinya begitu kecewa melihat foto Bella yang tengah makan siang dengan Rendy.


Beberapa saat kemudian Bella pun masuk ke kamar. Dengan perasaan takut dan khawatir Bella memberanikan diri duduk di samping Edward.


"aku tidak tau kau pulang, tadi aku dan kak Arya makan siang tapi ternyata kebetulan Rendy pun ada di situ" ucap Bella lembut.


"kau... kau baru sembuh jangan keluar dulu nanti kau sakit lagi" kata Edward lembut sambil membelai wajah. sekuat hati dia menahan emosi tak ingin lepas kendali lagi.


Edward hanya tersenyum. "bahkan hanya dengan bertemu dengannya kau langsung merasa baikan. Ajaib sekali...." batin Edward miris memikirkannya.


"apa kau sudah makan siang?"tanya Bella.


"oh sudah aku hanya pulang mengambil berkas yang ketinggalan." jawab Edward berbohong.


"oh...ya sudah" ucap Bella kecewa. "lucu sekali kupikir dia pulang untuk menemui ku. ha... sebenarnya apa yang ku harapkan" batin Bella dengan kecewa.


"kalau begitu aku kembali ke kantor dulu aku ada meeting setelah ini" ucap Edward berdiri sambil mengusap puncak kepala Bella.


"baiklah hati hati di jalan" jawab Bella tersenyum.


Edward pun keluar kamar dan ternyata Aron dan Pak Jo serta Bu Marni ada di depan kamar seakan sedang siap siaga kalau kalau sesuatu akan terjadi lagi.


"sedang apa kalian" tanya Edward dengan wajah kesal dia sebenarnya tau alasan mereka di situ.


"ah ti...tidak apa" jawab Bu Marni gelagapan. sedangkan pak Jo memicingkan mata mengedarkan pandangannya ke dalam kamar ingin tahu keadaan Bella begitu juga Aron.

__ADS_1


"Aron kita kembali ke kantor" ucap Edward tegas. Aron mengikuti tuannya dari belakang. Mereka pun segera kembali ke kantor.


"apa jadwalku sore ini?" tanya Edward di sela sela keheningan.


"anda ada meeting dengan pak Felix sore ini" jawab Aron.


"CK...dia lagi..."Edward berdecak tak suka mendengar nama Felix.


"kalau tuan muda tidak berkesempatan saya bisa membatalkan meetingnya" ucap Aron.


"tidak usah lanjutkan saja" jawab Edward terlihat pasrah.


Sorenya mereka pun mengadakan meeting dengan Felix. Terlihat Felix sudah menunggu di ruang meeting yang sudah disediakan.


Tak lama kemudian Edward memasuki ruang meeting beserta jajarannya.


"selamat sore Presdir Antonio" sapa Felix memulai percakapan.


"sore..."jawab Edward dengan nada datar. Dia pun mengisyaratkan jarinya agar semua kembali duduk dan memulai rapat.


setelah beberapa jam berlalu rapat pun selesai. Semua petinggi perusahaan pun keluar kecuali Aron dan Edward yang masih memeriksa beberapa berkas.


Begitu pula Felix dan asistennya mereka pun masih mengecek beberapa file. saat Edward akan keluar, tiba-tiba Felix memanggil.


"Presdir terima kasih sudah memberikan tender nya kepada kami" ucap Felix kepada Edward.


"ya sama sama" jawab Edward singkat hendak keluar.


"sekali lagi terima kasih anda selalu merelakan hal yang berharga untukku" ucap Felix penuh Arti.


Edward yang sudah hendak keluar pun berbalik menjawab. "ya aku merelakan sesuatu yang sudah tidak berguna untukku jadi silahkan saja" jawab Edward dengan tatapan tajam.


"aku akan selalu siap menampung semua yang hendak kau relakan jadi aku dengan senang hati menunggu" ucap Felix tersenyum sinis.


"sepertinya kau terbiasa menampung barang buangan" jawab Edward merasa geram dia tau kemana arah pembicaraan Felix.


"ya barang buangan yang berharga" ucap Felix penuh kemenangan dia pun berlalu pergi bersama asistennya.


Edward menatap kepergian Felix Dengan geram. Ucapan Felix seakan menunjukkan ancaman.


"pasti dia tau sesuatu tentang Bella" ucapnya kepada Aron.

__ADS_1


"akan saya selidiki tuan" jawab Aron dengan tenang.


Mereka pun segera meninggalkan ruangan menuju loby hendak pulang ke mansion karena hari sudah malam.


__ADS_2