Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Pesta Perusahaan.


__ADS_3

Tak terasa 4 bulan lebih telah berlalu setelah pernikahan Bella dan Edward itu artinya hanya tinggal sebulan lebih nikah kontrak itu akan berakhir.


Malam ini terlihat di sebuah hotel bintang lima di sebuah ballroom telah tertata indah dan mewah. Sepertinya akan diadakan pesta besar besaran tepatnya pesta ulang tahun perusaahan raksasa tersebut.


Para tamu undangan sudah terlihat berdatangan, terdiri dari berbagai kalangan yang tentunya merupakan para petinggi perusahaan. Para ceo dari anak perusahaan Zhenghong dan jajarannya.


Edward terlihat memukau dengan tuksedo hitamnya di dampingi oleh Bella dengan gaun putih panjangnya yang mengkilat di terpa cahaya lampu. Bella tampil memukau bak ratu yang mendampingi seorang raja.


semua orang terpanah melihat pasangan serasi ini namun tak sedikit pula yang memandang iri tak senang dengan status Bella yang menjadi istri Edward.


Dari kejauhan terlihat sepasang mata menatap nanar dengan penuh kekecewaan. Niat hati hanya menghadiri pesta untuk memulai karier di dunia bisnis atas permintaan ayahnya, Rendi malah disuguhkan dengan pandangan membuatnya patah hati.


Dia benar benar tekejut melihat Bella datang bergandengan dengan pemilik Zhenghong sekaligus presdir yang selama ini dihormati dan ditakuti kalangan pebisnis.


Terlihat Bella tengah asyik berbincang dengan Ibu Marissa dan Ibu Shinta. Ya keluarga Bella juga hadir malam ini karena perusahaan mereka sudah termasuk anak perusahaan Zhenghong. Semua hadir kecuali kakek dan nenek karena mengingat kesehatan kakek saat ini.


"Selamat datang bu Shinta, bagaimana kabarnya" sapa ibu Marissa dengan ramah.


"terima kasih Nyonya Marissa, kabar baik" jawab Ibu Shinta tersenyum.


Mereka pun terus berbincang bincang bincang Edward terlihat berbincang dengan ayah Kenzo dengan para pengusaha lainnya.


"Selamat datang pak Wiguna" ucap Ayah Kenzo pada salah satu pengusaha paru baya.


"terima kasih tuan Kenzo ini anak saya Felix" jawab Pak Wiguna.


"ah kalau ini saya sudah dengar sepertinya akan jadi penerusmu kan." ucap Ayah Kenzo.


"begitulah, kita ini sudah tua berikan kesempatan yang muda. hahaha... bukan begitu pak Tama?" jawab Pak Wiguna.

__ADS_1


"Betul sekali pak, nah ini perkenalkan anak saya Rendi masih baru di dunia bisnis masih perlu belajar." ucap Pak Tama yang ternyata ayah dari Rendi.


Edward tersenyum tipis saat bersalaman dengan Felix. Laki laki yang telah meretakkan hubungannya dengan Selena. Kalau dulu dia selalu dendam melihat Felix anehnya sekarang entah mengapa sudah tidak terasa apa apa.


Felix pun begitu dia lebih tertarik sekarang dengan Bella yang ternyata dia baru tahu kalau dia istri Edward. "Sungguh miris sekali kenapa aku selalu tertarik dengan miliknya" batin Felix sedikit kecewa. Setelah berjumpa dengan Bella dia tidak pernah lupa dengan wajah cantik Bella.


Edward malah lebih menatap tajam ke arah Rendi. Dia mengingat saat lalu bagaimana percakapan Bella dengan Rendi dan saat Rendi di kampus.


Rendi tersenyum miris menjabat tangan Edward nyalinya mendekati Bella menciut mengingat siapa Edward. "kenapa harus dia Bella andaikan orang lain mungkin aku akan tetap mengejarmu. Bahkan dia jauh diatasku, dibandingkan tuan muda Edward aku bukan apa apa" batin Rendi.


Dari kejauhan pun terlihat pemandangan yang sama. Selena memandang iri kepada Bella.


"harusnya akulah yang di samping Edward bukan dia, tidak aku harus berusaha meluluhkan Edward" pikirnya dengan percaya diri.


"ibu aku permisi ke toilet dulu yah" ucap Bella seraya berdiri. Dia pun berjalan menuju toilet, namun saat menyusuri lorong hotel tiba tiba sebuah tangan kokoh menariknya menjauh.


"Bella apa ini alasan kau menghindar dariku selama ini? "tanya Rendi dengan mata berkaca kaca.


"kak jauhi aku, aku sudah menikah kau sudah taukan?" jawab Bella nada kesedihan.


"Bella aku tidak bisa, kau tau sudah perasaanku dari dulu kan"


"tapi kak aku bukan yang dulu lagi, ku mohon demi kelangsungan hidup kita demi keluarga kita" Ucap Bella bergetar berlinang air mata. Jauh di dalam hatinya ada rasa sayang pada Rendi yang selama ini baik kepadanya.


"apa kau mencintainya?" tanya Rendi dengan serius. Bella mematung tak tau jawaban apa yang harus diberikan.


"apa mereka memaksamu ha? katakan lah! kalau memang begitu aku akan berusaha mempertahankanmu" ucap Rendi bersungguh sungguh.


"tidak ini keinginanku sendiri tak ada paksaan! dia bukan lawanmu kak. Berhentilah kumohon..." ucap Bella kemudian meninggalkan Rendi. Rendi mengusap wajahnya dengan kasar air matanya menetes tak mampu menerima kenyataan.

__ADS_1


"hai Rendi..." tegur Arya sedari tadi melihat adegan menyedihkan itu.


"Arya kita sudah berteman sejak lama. Tapi kenapa hal sebesar ini aku tidak tau?" ucap Rendi kecewa dengan sahabatnya dari kecil itu.


"Ren, semuanya berlalu begitu cepat, saat itu keluargaku dalam masalah besar di tambah kakek yang jatuh sakit. Tanpa sepengetahuan kami Paman Sanjaya membuat kesepakatan dengan Presdir dan Bella sendiri menyetujuinya" ungkap Arya menjelaskan.


"kenapa kau tak bilang padaku? tidak meminta bantuanku?" tanya Rendi kesal.


"ayahku sudah mencoba meminta pada ayahmu tapi tak ada respon Ren" jawab Arya mengingat waktu itu tak ada satu pun yang bersedia menolong keluarganya.


"aku minta maaf Arya. Aku tidak membantumu saat kesulitan" ujar Rendi merasa bersalah.


"Semua sudah berlalu Ren. Tapi aku punya kabar baik untukmu" ucap Arya memberi harapan.


"apa...?" Rendi penasaran.


"Mereka hanya sebatas nikah kontrak, hanya 6 bulan dan sudah berlangsung 4 bulan lebih, sebentar lagi semua ini akan berakhir" Jawab Arya meyakinkan.


"apa...??? kau tidak bercandakan, bagaimana bisa?" Rendi benar terkejut setidaknya ada harapan untuknya memiliki Bella.


"aku berkata jujur Ren demi persahabatan kita" jawab Arya sangat meyakinkan.


Rendi memijit pelipisnya tak habis pikir bagaimana lelucon seperti itu terjadi. Apalagi orang seperti Edward yang melakukannya. Setelah perbincangan serius mereka akhirnya berlalu kembali memasuki pesta.


Dari sudut lain tanpa disadari oleh mereka sepasang mata melihat mereka, mendengar dengan saksama setiap kalimat. Senyum penuh harapan terbit di wajah cantiknya. Selena yang mengikuti Bella tadi tak sengaja mendengar rahasia mereka.


Ada rasa bahagia mendengar semua itu hanya sandiwara belaka. Dia semakin memantapkan hati merebut Edward kembali. Apa pun caranya dia tidak peduli lagi meski harus membuang malu. Seringai licik terbit di wajahnya seperti sudah mendapat angin segar.


Selena pun kembali memasuki ballroom sambil mencari cari di mana keberadaan Edward. Misinya sepertinya akan kembali dimulai. Dia masih sangat mencintai Edward apalagi kedudukan Edward adalah nilai plus. Walaupun Felix juga kaya raya tapi dibandingkan dengan Edward tidak ada apa apanya. Toh hubungannya dengan Felix hanya sebatas saling memuaskan hasrat.

__ADS_1


__ADS_2