
Tak terasa jam menunjukkan pukul 2 siang. Tanpa disadari Bella tertidur sudah lebih 2 jam. Bahkan pelayan sudah berulang kali memeriksa kamarnya karena dia sudah melewatkan makan siang. Bella mulai terbangun dari tidurnya dia mulai mengerjapkan matanya.
"hoamm... astaga berapa lama aku tertidur? hah...sudah jam dua lewat pantas aku merasa lapar" ucapnya seraya melihat jam.
Dia pun beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Beberapa menit dia pun keluar dan pelayan pun sudah kembali mengetuk pintu.
"nyonya apa anda sudah bangun" ucap pelayan dari luar.
"iya sudah" jawab Bella masih terasa lemas akibat terlalu lama tidur.
Pelayan pun masuk menghampirinya. "nyonya, anda melewatkan makan siang anda. Sekarang sudah jam 2 siang" ucap pelayan sopan.
"baiklah aku akan segera turun" Bella pun segera beranjak dia merapikan pakaiannya kemudian menyisir rambutnya lalu turun ke bawah untuk makan siang.
"mari nyonya silahkan" ucap pelayan sambil menarik salah satu kursi
"terima kasih. Apa kalian sudah makan? mari makan sama sama!" ucapnya kepada pelayan yang berjejer di belakangnya.
"sudah nyonya. Terima kasih" jawab pelayan merasa sungkan.
"oh..." Bella hanya mengangguk kemudian memulai makan siangnya. Bu Marni kemudian menghampirinya.
"Bu Marni, apakah tuan muda tidak pulang makan siang?" tanya Bella sambil menikmati makanannya.
"tidak nyonya, biasanya tuan akan pulang malam" jawab bu Marni.
"jam berapa dia pulang biasanya?" Bella bertanya ulang dikarenakan salah satu tugasnya yang diberitahukan oleh asisten Aron adalah mengantar dan menjemput tuan muda di depan pintu.
"Saya kurang tau nyonya. Nanti akan saya tanyakan kepada pak Jo" jawab bu Marni.
"baiklah" Bella pun melanjutkan makannya. Terlihat banyak sekali makanan tersaji membuatnya bingung mau makan apa padahal yang makan cuma dia sendri.
Setelah selesai makan dia pun kembali ke kamarnya. Bella berjalan keluar mencari angin segar di balkon kamarnya. Balkonnya terlihat luas terdapat satu set kursi kayu berukir lengkap dengan meja cantiknya. Dari sini Bella bisa melihat pekarangan luas dan taman di bawah sana.
"hmm...pemandangan yang cantik" katanya. Dia pun mengamati setiap sudut halaman.
Tak terasa waktu berlalu kini jam menunjukkan pukul 7 malam. Bu marni berjalan menghampiri kamar Bella dan mengetuknya.
__ADS_1
tok...tok...tok
"nyonya boleh saya masuk?" tanyanya dari luar.
"ya masuklah" jawab Bella.
"nyonya tuan muda dalam perjalanan pulang sebentar lagi akan sampai" kata bu Marni memberi tahu.
Bella yang mendengar langsung berdiri "baiklah aku akan segera turun menjemputnya" Bella pun berjalan keluar kemudian menuruni tangga. Dia segera menuju loby rumah didepan. Dia kemudian duduk di kursi panjang menunggu.
Tak berapa lama terdengar suara mobil masuk dan berhenti di depan. Bella pun dengan sigap berlari kecil menuju teras tak ingin terlambat. Terlihat pak Jo sudah standby di sana.
Aron turun dari depan dan langsung membuka pintu belakang dan turunlah Edward masih dengan gaya coolnya walau sudah seharian bekerja.
"selamat datang tuan" kata pak Jo menyambut dan membungkuk sopan. Bella pun ikut membungkuk saat Edward sudah berdiri di hadapannya.
"kau menjemputku?" tanya Edward tersenyum tipis kepada Bella.
"iyya tuan" jawab Bella singkat. Edward pun segera masuk disusul Aron dan Pak Jo kemudian Bella.
"aku ingin mandi" kata Edward sambil membuka kancing jasnya lalu melepas dasinya.
"baik tuan akan saya siapkan air mandinya" jawab Bella kemudian segera masuk kamar mandi. Seketika dia mengingat kejadian tadi pagi.
"ah... aku hampir lupa kalau bayi besar itu selalu mandi air hangat. Hampir saja dia mengamuk lagi. huft...." katanya sambil memutar keran air panas.
Baru saja Bella mencelupkan tangannya memastikan apakah suhu airnya sudah pas. Dia langsung terperanjat ketika Edaward sudah ada dibelakangnya bertelanjang dada hanya memakai boxer span.
"oh...astaga" pekik Bella kaget bercampur malu apalagi dia tidak sengaja melirik sesuatu di balik boxer tergambar nyata. Dia berkeringat dingin ketakutan.
"ada apa dengan mu? hah..." tanya Edward dengan santainya tanpa merasa bersalah. Bella hanya menggeleng memalingkan muka langsung segera keluar kamar mandi.
"oh ya Allah....ampuni aku! mataku ternoda... oh ya ampun mata perawanku" ucapnya sambil mengelus dada " aaah... dasar mata tidak tau malu jelas sudah tahu dia setengah telanjang kenapa langsung tertuju melihat boxernya....apa itu tadi yang tergambar? memalukan sekali"
Tak berapa lama Edward pun selesai mandi "mana pakaianku?" tanyanya kepada Bella.
"tunggu sebentar tuan saya ambilkan" jawab Bella segera berlari menuju lemari mengambil pakaian Edward. "aduh yang mana yah?" Bella jadi bingung menatap semua baju baju itu.
__ADS_1
"apa kau tertidur di sana? kenapa lama sekali?" teriak Edward kesal.
Bella yang mendengar langsung terperanjat "se...sebentar tuan" jawabnya. "yang mana piyama tidur atau baju biasa? lebih baik dua duanya saja" Dia pun berlari keluar.
"ini tuan, terserah mau pakai yang mana" kata Bella menyodorkan pakaian itu.
"kau ini benar benar lelet. Apa kau bersaudara dengan siput?" kata Edward merampas pakaian biasa ditangan Bella lalu memakainya. Edward pun keluar kamar menuju ruang makan karena ini waktunya makan malam dikuti Bella dibelakangnya.
"kenapa selalu menyebutku siput, kasar pula dasar jerapah" batin Bella kesal sambil berjalan.
Mereka pun sampai di meja makan pelayan sudah mempersiapkan berbagai hidangan menggugah selera.
"mari silahkan tuan" pak Jo menarik kursi untuk Edward.
"nyonya silahkan" bu Marni menarik kursi untuk Bella. Mereka pun memulai makan malam dengan para pelayan masih berjejer di belakang siap melayani kalau kalau ada kekurangan.
Setelah selesai makan malam Edward berjalan menuju ruang kerjanya diikuti oleh pak Jo. Sedangkan Bella berjalan kembali ke kamarnya.
Diruang kerja terlihat sudah ada Aron yang tengah sibuk membaca beberapa berkas berkas sambil membolak balik halaman demi halaman.
"berikan laporanmu pak Jo" ucap Edward sambil berjalan menuju kursi kerjanya.
"tadi pagi setelah tuan pergi nyonya memasuki dapur lalu berkenalan dengan para pelayan. Dia bahkan ingin mencoba membantu Pelayan." jelas Pak Jo.
"oh ya kenapa?" tanya Edward.
"Nyonya bilang dia bosan tidak ada kerja dan kesepian di kamar" sambung Pak Jo.
"lalu?" tanya Edward lagi.
"karena Marni melarang nyonya kemudian bersantai di taman bersama dua pelayan. mereka terlihat akrab karena nyonya sangat ramah kepada para pelayan" jawab pak Jo kembali menjelaskan.
Edward mendengar dengan seksama yang dikatakan pak Jo."terus apa lagi?"
"setelah hampir jam 11 siang nyonya kembali ke kamat tidur siang dan bangun jam 2 lewat dan langsung makan siang, setelah itu nyonya kembali kekamar dan tidak keluar lagi sampai tuan pulang tadi" Pak jo mengakhiri laporannya.
Dan dijawab anggukan oleh Edward. "bagus. Pak jo boleh keluar!" perintahnya kepada pak Jo. Pak jo pun keluar kembali. Edward dan Aron pun kembali mengerjakan file file yang belum selesai di kantor.
__ADS_1