Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
kepergian Edward


__ADS_3

saat ini Edward dan Bella tengah berbaring di ranjang mereka mengistirahatkan tubuh mereka setelah berjalan seharian.


"terima kasih..." ucap Bella memandang Edward lekat.


"untuk apa?" jawab Edward bingungtak mengerti.


"hari ini aku sangat senang sekali" ucap Bella tersenyum senang.


"kau tau itu tidak gratis" ucap Edward tersenyum licik


"apa? lalu aku harus membayar begitu?" tanya Bella terbelalak.


"tentu saja karena aku menemanimu tadi siang maka kau harus membayar dengan menurutiku malam ini" jawab Edward dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"ish kau ini tidak mau rugi" Bella melempar bantal ke arah Edward.


"kau berani melemparku dengan bantal" Edward menjadi emosi.


"UPS... sorry tidak sengaja. hahaha... ampun.. ampun..." Bella meringis saat Edward memeluknya sambil menggelitik perut Bella.


Setelah larut malam Bella yang lelah pun tertidur pulas. Edward terus memandanginya sambil membelai rambut Bella.


drrttt...drrrtt.... drrrtt


tiba tiba ponselnya berdering. Edward pun meraih ponselnya melihat siapa yang menelepon.


"ada apa?" Edward menjawab teleponnya.


"baiklah, siapkan semua keperluan" Edward pun memutuskan teleponnya.


Dia terlihat menarik nafas panjang matanya kembali menatap Bella.


Keesokan harinya Bella yang masih tidur merasakan sesuatu tengah menghimpitnya. Dengan mata terkantuk kantuk dia pun membuka mata.


"mas..."desahnya saat Edward kini menciumi semua area sensitifnya.


Bella yang tadinya mengantuk menjadi terbawa suasana mengikuti permainan Edward.


Setelah beberapa jam akhirnya mereka pun kini sudah rapi. Bella yang akan berangkat ke kampus dan Edwar tengah bersiap ke kantor.


"Bella nanti malam aku akan pergi" ucap Edward dengan nada pelan.


"pergi? pergi kemana?" tanya Bella dengan santainya bukankah Edward memang sering bepergian pikirnya.


"aku akan ke paris" jawab Edward menatap Bella dengan seksama.

__ADS_1


Seketika Bella terdiam menjadikan suasana hening. "berapa lama?" ucap Bella lirih.


"entahlah... aku banyak pekerjaan di sana." jawab Edward menggenggam tangan Bella.


"oh ..." Bella tidak tau harus berkata apa tak terasa air matanya mengalir begitu saja.


"hei aku hanya sebentar" ucap Edward memeluk Bella. Bella pun menghapus air matanya dan mencoba tersenyum.


"tidak apa apa aku...aku hanya kelilipan" ucap Bella memaksa tersenyum.


"ya sudah ayo berangkat aku anta kau ke ka kampus" Edward melepas pelukannya.


Mereka pun berangkat bersama. Bella ke kampus lalu setelah mengantar Edward pun terus ke kantor.


sore harinya kini Bella tengah membantu Bu Marni menyiapkan keperluan Edward. Pakaian yang akan di bawa oleh Edward nanti malam.


Setelah selesai Bu Marni pun keluar menyisakan Bella yang terus menatap koper Edward. Entah mengapa hatinya menjadi sedih mengingat Edward akan pergi.


"hei kenapa melamun" Tiba tiba Edward datang dari belakang menghampiri Bella.


"Hem...? tidak aku hanya sedikit lelah" jawab Bella pelan sambil menunduk.


"kau istirahatlah jika merasa lelah" kata Edward mengusap puncak kepala Bella.


"apa semua sudah siap" tanya Edward di sela sela makannya.


"semua sudah siap tuan jam 10 nanti kita akan berangkat" jawab Aron dengan muka datarnya.


"baguslah" Edward melanjutkan makan malamnya. Bella yang mendengar hanya diam.


"andaikan saja dia mengajakku pasti aku dengan senang akan ikut" batin Bella sangat sedih.


Edward menatap Bella "kalau saja kuliah Bella tidak dalam semester akhir pasti aku akan mengajaknya" batin Edward.


Setelah makan malam Bella pun langsung naik ke atas kamarnya disusul Edward.


Bella mendudukkan dirinya di pinggir ranjang menatap ke arah jendela. "apa ini malam terakhirku dengannya, beberapa hari lagi masa kontraknya akan berakhir" Batinnya miris memikirkan pernikahannya.


"kenapa kau selalu melamun?" Edward mengagetkan Bella membuat Bella kembali tersadar.


"ah tidak" ucap Bella kembali tersenyum tipis.


"tunggu aku pulang, kalau semuanya sudah selesai aku akan pulang secepatnya" ucap Edward membelai wajah Bella lembut.


"Iyya..." Bella hanya mengangguk memaksa tersenyum.

__ADS_1


Edward pun memeluk Bella erat menciumi wajah Bella dan terus mencumbui Bella. Tangannya sudah bergerilya kemana mana.


"bukankah kau harus siap siap" Ucap Bella saat Edward sudah mulai membuka pakaiannya.


"sebentar saja sebelum aku pergi sayang" jawab Edward terus melanjutkan aktifitasnya.


Bella pun menuruti keinginan Edward. "ya Tuhan biarkan aku menikmati kebersamaan kami untuk terakhir kalinya" batin Bella air matanya menetes memeluk Edward dengan Erat.


Setelah jam menunjukkan hampir pukul sepuluh. Edward sudah siap dengan Aron yang sudah menunggu dari tadi. Bella pun mengantar Edward samai ke depan.


"aku pergi dulu" ucap Edward kepada Bella dengan lembut.


"hati hati di jalan" jawab Bella dengan wajah sedih namun tetap mencoba untuk tersenyum.


Edward pun kembali memeluk erat Bella. Mengusap kepala Bella lembut. Aron ikut merasa sedih begitupun pak Jo yang menyaksikan, apa lagi Bu Marni sudah meneteskan air mata.


Aron pun segera masuk kedalam mobil bersama Aron. Bella melambaikan tangannya saat mobil sudah melaju.


Edward menatap Bella di dalam mobil. Entah mengapa hatinya menjadi sakit dan berat sekali. Setelah sekian lama dan sering bepergian baru kali ini dia merasa berat sekali untuk pergi.


Bella yang menatap kepergian Edward merasakan sesak teramat sangat di dalam dadanya. Tak terasa air matanya jatuh berderai.


"apakah aku bisa bertemu lagi dengannya?" batinnya terasa sakit. "apa aku boleh bersamanya lagi?" Dia terus menangis tanpa mempedulikan para pelayan yang melihatnya.


Bu Marni dan pak Jo hanya berlinang air mata melihat kesedihan nyonya mudanya.


"nyonya di luar sini dingin ayo kita masuk ke dalam nanti nyonya masuk angin" ujar Bu Marni membujuk Bella. sudah berapa lama Bella hanya terdiam sambil berlinang air mata.


Akhirnya Bella pun masuk ke dalam dan langsung naik ke atas menuju kamarnya. Bu Marni dengan setia mengantar Bella.


"nyonya kalau butuh sesuatu panggil saya saja" ucap Bu Marni sebelum menutup pintu kamar Bella.


Bella hanya menjawab dengan anggukan. Setelah itu Bu Marni pun turun kebawah dan terus ke kamarnya.


"apa nyonya baik baik saja?" tanya pak Jo yang sedang duduk di sofa.


"entahlah pak ibu jadi kasihan" jawab Bu Marni dengan wajah sedih.


"kenapa ya kok nyonya sesedih itu seperti tidak akan bertemu tuan muda lagi saja" ucap pak Jo sambil berpikir.


"iya ya, atau mungkin karena tuan muda perginya jauh ke Eropa lagi" Bu Marni pun menjadi heran.


Mereka tidak tau saja yang ditangisi Bella adalah sebentar lagi masa kontrak pernikahannya dengan Edward akan berakhir dan Edward malah pergi jauh.


Bella berpikir mungkin dia tidak akan bertemu lagi dengan Edward apalagi mungkin Edward akan lama di sana.

__ADS_1


__ADS_2