
Bella berjalan mengikuti Edward menuju ruang makan. Mereka kini menuruni satu persatu anak tangga. Dibawah sudah berjejer para pelayan yang siap melayani.
"nyonya muda sangat cantik ya" bisik salah satu pelayan.
"iya serasi dengan tuan muda" jawab pelayan lain.
"huss...jangan bergosip kalau ketahuan akan dipecat" pelayan Mita memperingatkan. Seketika semua terdiam menunduk.
Edward kemudian duduk di kursi paling ujung dan Bella duduk di sampingnya. Terlihat berbagai makanan sudah berjejer memenuhi meja padahal cuma dua orang makan. Bella mengedarkan pandangannya memperhatikan seluruh ruangan.
"kemana tuan dan nyonya besar apa mereka tidak disini." pikirnya dalam hati.
Edward mulai menikmati makanannya, melihat Bella yang hanya terdiam dia pun menegurnya. "apa kau hanya akan memandang makananmu"
Bella langsung terperanjat memulai menikmati makanannya.
Tak berapa lama Asistent Aron pun datang terlihat memasuki ruangan. "selamat pagi tuan muda dan nyonya muda" seraya membungkuk memberi hormat.
"pagi, apa kau sudah sarapan" jawab Edward kembali bertanya.
"sudah tuan" jawab Aron.
"baiklah, aku sudah selesai" ucap Edward sambil melap bibirnya dengan tissu.
" apa kau sudah menyiapkan yang kusuruh kemarin?" tanya Edward kepada Aron.
"sudah tuan" jawab Aron.
"baguslah, Langsung saja beritahu dia. Aku akan ke Atas sebentar!" perintah Edward Kembali sambil beranjak dari kursinya pergi.
__ADS_1
"Maaf nyonya, bolehkah saya bicara sebentar?" Aron bertanya kepada Bella yang sudah meyelesaikan makanannya.
"iya silahkan!" jawab Bella.
"mari ikut saya ke ruang kerja!" ucap Aron mempersilahkan. Bella pun segera mengikuti.
Sampailah mereka di ruang kerja. Asisten Aron terlihat mengambil map hitam.
"nyonya saya akan memberitahukan tentang aturan selama anda menjadi istri tuan muda Edward"
"aturan? aturan apa itu?" Bella penasaran.
"aturan pertama anda harus melayani segala keperluan tuan muda dari mulai pagi sampai malam!"
"baik akan saya lakukan, bukankah itu memang kewajiban seorang istri" ucap Bella mengira itu hal yang mudah.
"point ke dua Anda tidak boleh bepergian apalagi mencoba kabur dari rumah!"
"hah? baru kali ini ada orang yang mengataiku lucu. Bagaimana ini dibilang lucu. cih..." batin Aron.
"ke 3 anda harus menjaga image. Jangan sampai ada isu atau skandal yang bisa mencemarkan nama baik tuan muda."
"skandal ? skandal seperti apa, apa seperti berselingkuh? hah..." Bella kembali tertawa.
"apa menurut anda itu lucu" Aran mulai kesal.
"tentu saja, memangnya kau pikir dengan siapa aku membuat skandal jika aku hanya terkurung di dalam rumah. kecuali..." Bella berhenti kemudian menatap Aron sambil menyipitkan matanya.
"kecuali...kecuali apa?" Aron yang kesal sudah meninggikan suaranya.
__ADS_1
"kecuali kau sendiri bersedia membuat skandal denganku. heh..." Bella mengedipkan matanya sebelah menggoda Aron.
Aron yang menatap Bella seketika berpaling membuang muka gelagapan." hah apa dia menggodaku?dibalik wajahnya yang cantik, kenapa dia sangat menyebalkan." kesal Aron dalam hati.
"jangan bermain main dengan perkataan anda nyonya! Bisa saja tuan muda mendengar dan menganggapnya serius." Aron mengingatkan.
"kenapa? apa kau takut? hahaha...." Bella tertawa meledek. Aron yang mendengar menghela nafas berusaha mengatur emosinya.
"kita pindah ke point ke empat. Anda tidak boleh berhubungan dengan keluarga anda tanpa seijin tuan muda!" Aron menutup map "itu poin terakhir."
Bella yang mendengar kata keluarganya langsung berubah menjadi sedih. "keluargaku...? apa aku tidak boleh memberi kabar dan mendengar kabar mereka?" tanyanya lirih mengalihkan pandangannya ke jendela dia tak ingin Aron melihat matanya sudah berkaca kaca meneteskan air mata.
"bukan tidak boleh, tapi anda harus meminta izin kepada tuan muda dulu" Aron menjawab sambil menyelidik wajah Bella.
"sepertinya dia menjadi sedih karena keluarganya. Kemana nyali besarnya tadi? sepertinya aku menemukan kelemahannya" pikir Aron.
"baik aku mengerti" Jawab Bella berusaha menyadarkan dirinya dari kesedihannya dia tidak ingin terlihat lemah.
"kalau sudah jelas saya permisi nyonya dan anda boleh kembali ke kamar" Aron menyudahi perkataannyan dan berjalan keluar.sedangkan Bella pun segera keluar dari ruangan tersebut.
"apa kau sudah selesai?" tanya Edward ketika Aron keluar dan berpapasan dengannya.
"sudah tuan" jawab Aron.
"apa dia sudah mengerti?"
"sudah tuan" Jawab Aron singkat dia tidak akan menceritakan tentang perihal skandal itu. Bisa bisa dia akan dibunuh pikirnya.
"yah sudah baguslah, ayo berangkat" ucap Edward sambil berjalan keluar. "awasi gadis itu pak Jo dan laporkan padaku ketika pulang nanti!" perintahnya kepada pak Jo yang dari tadi mengikut di belakangnya.
__ADS_1
"baik tuan muda sesuai perintah anda" jawab pak Jo membungkuk hormat ketika Edward sudah memasuki mobil yang sudah dibukakan oleh Aron.
Mobil pun melaju meninggalkan mansion menuju kantor pusat Zhenghong Corporation.