Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Kembali Berkuliah


__ADS_3

Bella berjalan gontai memasuki kamarnya. Dia mendudukkan tubuhnya di bibir ranjang. Dia memikirkan perkataan Edward sambil menghela nafas dalam.


"kalau aku tidak kuliah aku akan melakukan apa setelah bercerai, aku tidak akan bergantung pada ayah dan ibu sudah cukup mereka merawatku, kak Arya dan jimmi juga pasti akan berkeluarga" pikir Bella dengan serius.


"tapi kalau aku kuliah, aku akan merelakan kehormatannku, aku berharap akan memberikannya kepada suami yang kucintai dan mencintaiku" pikirnya lagi.


Yang mana yang harus dipilih? itu menjadi tanda tanya besar untuk Bella. Dia kembali mengingat keluarganya. "kalau aku menolak pasti akan berdampak pada keluargaku".


Setelah semalaman memikirkannya. Dia terus menimbang nimbang "tapi dia adalah suamiku setidaknya aku menyerahkannya kepada suamiku. Jaman sekarang banyak yang melakukan pergaulan bebas. Mungkin aku memang di takdirkan seperti ini" batin Bella.


******


Keesokan paginya Bella bangun pagi pagi langsung membersihkan diri. Kemudian memakai pakaian casualnya. Dia memilih atasan kemejah putih berhiaskan pita ditambah rok prisket biru selutut bermotif bunga. Terlihat sangat manis.


Hati Bella seakan membelah dua, di sisi lain dia sangat senang bisa bebas keluar setelah terkurung tapi disisi lain dia merasa takut dengan keinginan Edward. Namun dia berusaha meyakinkan hatinya.


Terlihat Edward memasuki kamar, Bella sudah menyediakan air mandi untuknya. Setelah xxd7rrrfmmmoopw


sudju4u4o48mandi dia pun keluar, terlihat Bella sudah rapi sambil memegang p


722i snjsjjsggw


84moakaaiaaneeoekjiqdi Edward dan langsung ejw7p7qmenyodorkannya.


urfritatiujjtqtqpoioi


nsjdjititiir5tirrnu4ìt8uxxjckduj rapi?" tanya Edward melihat Bella berpakaian outfit.


"ya aku memutuskan untuk ke kampus hari ini" kata Bella sambil menunduk.


"benarkah?" Edward tersenyum senang seperti sedang mendapatkan hadiah istimewa. "apa kau yakin?"


"ya..." jawab Bella lirih masih menunduk.


Edward tersenyum meraih dagu Bella kemudian mencium bibir Bella dengan lembut. Bella hanya terdiam rasanya tubuhnya memanas apa lagi mengingat perjanjiannya dengan Edward. Wajahnya merona merasa malu.


"sampai jumpa nanti malam, aku sangat menantinya" ucap Edward sambil melap bibir Bella yang basah dengan ibu jarinya.


"oh ya supir akan mengantar dan menjemputmu" lanjut Edward lalu bergegas keluar.


"tu...tunggu tuan!" kata Bella menahan tangan Edward. Edward pun menoleh mengerutkan kening.


"ada apa hemm?" tanya Edward lembut sambil menatap Bella yang terlihat gugup sambil meremas tangannya.


"it...itu aku...aku minta uang jajan ka...kalau boleh" jawab Bella memejamkan mata kuat kuat. Dia benar takut dan malu mengatakannya.

__ADS_1


"uang jajan...oh...maaf aku melupakan itu" Edward pun mengeluarkan dompetnya mengambil delapan lembar uang ratusan.


"apa ini cukup? aku tidak menyimpan uang cas lebih" kata Edward seraya menyodorkan uang itu kepada Bella.


"ini banyak sekali, ibu hanya memberiku 200 ratus ribu," jawab Bella polos sambil mengambil hanya dua lembar uang itu.


"hahaha...kau benar benar menggemaskan. Ambillah itu ibumu yang memberikan tapi aku suamimu jadi jangan samakan itu." Edward tergelak merasa lucu dengan Bella.


Tak ingin membuat Edward marah Bella pun terpaksa mengambilnya.


"dan ini pakailah sesukamu" lanjut Edward memberikan black card kepada Bella kemudian dia pun berlalu.


"oh ya ampun Black card tanpa batas. Ayah saja hanya punya gold card. Aku akan beli apa dengan kartu ini?" Pikir Bella terperangah melihat kartu yang hanya sebagian kecil orang yang memilikinya.


*******


Bella berjalan memasuki mobil, dia terlihat sangat bersemangat bagaimana tidak hampir 3 bulan dia terkurung dalam sangkar emas mansion tersebut.


Bella memperhatikan seluruh kota yang dilewatinya melalui kaca jendela mobil. Rasanya sudah seperti bertahun tahun dia tidak keluar.


Tak berapa lama dia pun sampai di kampus, terlihat Sena dan Rara sudah menunggu di depan kampus. Mobil pun berhenti dengan cepat Bella bergegas turun. Dia sudah tidak sabar melepas rindu dengan sahabatnya.


"Bella...!!!" ucap Sena dan Rara bersamaan berlari memeluk Bella.


"ayo masuk cepat" ujar Sena.


"cepat sana lapor ke dosen dulu, bentar lagi kelas akan dimulai" kata Rara.


Bella pun berjalan menuju ruangan dosen. Memberitahu kalau mulai hari ini dia akan masuk. Setelah selesai mereka pun masuk kelas.


Setelah beberapa jam berlalu tiba saatnya istirahat. Mereka pun menuju kantin untuk makan siang.


"ya ampun aku rindu dengan makanan di kantin" ucap Bella hampir ngiler.


"makanlah sepuasnya" cetus Rara meledek Bella.


"pastinya....!!! eh, pesan saja aku yang traktir" ucap Bella sambil mengedipkan matanya sebelah.


"cie orang kaya baik banget" ucap Sena meledek.


"iya nih yang punya suami tajir, emang kamu dikasi uang jaja berapa?" tanya rara.


"delapan ratus gays" jawab Bella.


"cuma segitu kirain 10 juta" sena mengejek.

__ADS_1


" eits tapi coba lihat ini" jawab Bella mengeluarkan kartu Black cardnya.


"oh my god....!!! seumur hidup aku baru kali ini melihat langsung yang namanya kartu begitu" kata Sena sambi memegang pipinya dengan kedua tangannya.


"boleh beli apa sajakan dengan itu? " Rara lebih hebohnya.


"entahlah tapi aku takut pakainya nanti Edward marah gimana" jawab Bella menjadi takut.


"loh kan dia yang kasih" ucap Rara.


"alla... isinya pasti banyak sekali kalau dibelanjakan sedikit pasti tidak akan ketahuan. Benarkan?" jawab Sena yang bodoh.


"ah lupakan, ayo makan aku kelaparan" ucap Bella langsung mulai makan.


"cih ngakunya orang kaya malah kelaparan" ledek Rara. Mereka pun menikmati makanan sambil bertukar cerita melepas rindu.


"hai Bella! apa kabar?" sapa Rendi tiba tiba datang dan duduk di depan Bella.


"hai kak.... Rendi, kabar baik" jawab Bella dengan suara pelan seketika dia menjadi takut mengingat kejadian lalu.


"aku harus cari alasan untuk pergi, bisa saja Tuan muda memata mataiku disini, kalau dia lihat bisa kacau" batin Bella menjadi was was.


"Sena Rara, sepertinya kelas akan dimulai nih, ayo segera ke kelas!" ujar Bella Berbohong. Sena dan Rara sejenak saling pandang baru mengerti.


"ya...ya ayo kembali ke kelas" ucap Sena gelagapan.


"a..ayo! emm kak Rendi kita duluan ya ada tugas belum selesai soalnya" ucap Rara basa basi tak enak meninggalkan Rendi yang baru datang.


"oh ya sudah," Jawab Rendi merasa sedih baru saja dia ingin mengobrol dengan Bella eh sudah pergi.


Sena dan Rara menghentikan langkah Bella.


"eh Bella kamu menghindar dari Rendi?" tanya Sena.


"iya aku takut tuan muda tau dia bisa marah, lalu tak mengijinkanku ke kampus lagi gimana," keluh Bella.


"tapi kan dia tidak di sini" ucap Rara heran.


"kalian tidak tau saja dia itu psikopat gila, punya mata dan telinga di mana mana, aku takut" jawab Bella serius.


"ah masa jadi merinding deh" kata Sena bergidik ngeri


"iya segitunya ya jadi takut" Rara tak kalah takut. Mereka pun kembali ke kelas.


Tak terasa mata kuliah hari ini sudah berakhir Bella pun sudah di jemput oleh supir pribadi. Mobil melaju meninggalkan kampus menuju Blue Moon Mansion.

__ADS_1


__ADS_2