
Tak Terasa tiga bulan lebih telah berlalu semenjak pernikahan Edward dan Bella. Sudah sebulan setelah malam panas itu, setiap malam Bella melayani suaminya dengan pasrah. Bagaikan aktifitas rutin bagi Edward, Selama itu pula Bella selalu menangis karena itu. Pagi ini dia menangis sesegukan akibat Edward yang pagi pagi sudah menggila.
"kau kenapa selalu menangis karena itu? ini sudah sebulan. Masakan iya masih sakit" umpat Edward merasa kesal sehabis melakukannya Bella selalu menangis kesakitan.
"maaf...hiks...hiks..."Jawab Bella sesegukan hanya kata itu yang selalu dia ucapkan kalau Edward sudah marah.
"maaf...? maafmu tidak tidak berguna disini" umpat Edward kesal. Dia pun Berlalu ke kamar mandi.
Beberapa saat dia pun keluar kembali. "kau masih disitu?" entah kenapa hari ini dia benar benar kesal dengan Bella.
Bella pun perlahan menuju kamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai dia pun berpakaian. Edward terlihat menunggunya berpakaian.
"Sebaiknya kau ikut aku menemui Arkhan, kau haru berkonsultasi dengannya" Kata Edward dengan tegas.
"aku tidak mau, aku malu dia kan laki laki" jawab Bella menggeleng matanya kembali berkaca kaca.
"kau ini keras kepala sekali. Hanya berbicara dengannya bukan menyentuhmu. kau pikir aku akan membiarkan dia menyentuhmu" Edward kembali mengumpat.
Bella melihat Edward sudah mulai marah lagi langsung meneteskan air mata.
"menangis lagi...? hanya itu senjatamu? cepatlah bergegas aku akan membawamu ke sana. jangan membantah....!!!" Edward pun berlalu pergi.
Setelah sarapan mereka pun berangkat menemui Arkhan di kliniknya. Mobil melaju meninggalkan Mansion suasana hening dalam mobil. Aron melirik kaca spion melihat Bella dengan wajah sembab.
"apa nyonya habis menangis lagi? huft... tuan muda keterlaluan sekali, entah apa yang ada dipikirannya selalu menyiksa nyonya apa dia tidak kasihan" batin Aron kesal dia merasa kasihan melihat Bella.
Sesampainya di sana Arkhan menyambutnya di ruang pribadinya karena Aron sudah memberitahu kedatangan Edward.
__ADS_1
"Selamat datang sebuah kehormatan kau mengunjungiku..." Sambut Arkhan kepada Edward sambil membentangkan kedua tangannya hendak memeluk Edward.
"jangan berani menyentuhku!" maki Edward sambil berjalan memasuki ruangan dengan angkuhnya.
Arkhan mendengarnya langsung terdiam lemas "oh ya ampun dia tidak pernah berubah tetap saja menyebalkan" kesal Arkhan. " hai nyonya muda selamat datang" sambutnya kepada Bella. Untuk kedua kali bertemu Bella dia selalu saja terpanah.
"terima kasih" jawab Bella tersenyum manis menambah kecantikannya.
"oh tuhan turunkan wanita yang seperti ini satu untukku...amin!" Arkhan benar benar terkagum.
Bella pun segera masuk dan duduk di samping Edward. sedangkan Aron sudah berangkat ke kantor karena ada meeting.
"ada apa kalia kemari tak biasanya?" tanya Arkhan penasaran.
"sebaiknya kau obati dia karena setiap habis berhubungan dia selalu menangis kesakitan. Bukan kah itu aneh?" kata Edward to the poin. Sedangkan Bella hanya menunduk malu.
"oh...begitu gimana ya aku juga tidak tau aku kan masih jomblo" jawab Arkhan menggoda.
"ah... aku tau sebaiknya kau diperiksa dokter Lena dia dokter spesialis kandungan lebih paham tentang wanita" ucap Arkhan antusias.
"Ayo aku antar!"
Mereka pun pergi keruangan dokter Lena. Disana Bella menjalani serangkaian pemeriksaan dari test urine sampai usg.
"tidak ada masalah nyonya semuanya bagus, hanya saja otot perut anda kelihatannya sering menegang. saran saya anda harus lebih rileks dan kurangi stres itu yang utama" Ucap dokter Lena dengan sangat hati hati.
Apalagi kehadiran Edward bagaikan hantu di siang bolong membuat Dr. Lena sedikit tegang. Lucu sekali melihat dia menyarankan Bella rileks sedangkan dia yang tegang bercucur keringat takut melakukan kesalahan di depan tuan muda Edward.
__ADS_1
Setelah selesai mereka pun kembali keruangan pribadi Arkhan.
"kau dengar kau harus rileks" Kata Edwars dengan mudahnya.
"benar Bella cobalah untuk menikmatinya! maksudku bukalah hatimu untuk tuan muda! ini tidak sulit. lupakan semua orang! lupakan semua masalah! Berbahagialah semua orang normal melakukan itu. jangan takut...!" Arkan memberi solusi.
"Ck...Dia selalu ketakutan, apa aku menyeramkan hah?" tanya Edward kepada Bella yang dari tadi hanya diam menunduk.
"kau memang menyeramkan...hahaha...." Arkhan spontan tertawa keras tapi langsung terdiam melihat Edward melotot tajam ke arahnya.
"aku permisi ke toilet dulu sebentar" ucap Bella lirih.
"oh suster akan mengantarmu di depan ruangan bilang saja pada mereka" jawab Arkhan. Bella pun berlalu pergi.
"apa kau tidak punya solusi lain? aku benar benar kesal melihatnya menangis" tanya Edward frustasi.
Arkhan berpikir sejenak tiba dia menjentikkan jarinya "ah...aku tau! aku punya obat perangsang dosis rendah kau bisa memberikan kepada Bella."
"apa kau sudah gila bagaimana pun dia istriku" Edward tambah kesal.
"ini hanya dosis rendah dia akan tetap sadar hanya saja dia akan sedikit vulgar karena terangsang....kalau kau mau aku akan mengambilkannya?" jelas Arkhan.
"apa tidak berbahaya untuknya?" tanya Edward khawatir.
"tidak akan berbahaya hanya sebagai terapi saja" jawab Arkhan.
"terserahlah aku tidak tau" ketus Edward padahal dia sebenarnya setuju. Dia hanya gengsi.
__ADS_1
"ambil saja obatnya, kalau mau ya pakai kalau tidak mau buang saja, tak ada ruginya kan" kata Arkhan dia tau sifat Edward yang terlalu menjunjung tinggi harga diri.
Edward pun mengambil obatnya. Beberapa saat Bella sudah kembali dari toilet. Mereka pun bergegas pulang ke Mansion.