
Di ruangan khusus presdir terlihat Aron sedang merapikan Berkas berkas, sebagian yang belum selesai di tanda tangani oleh Edward dimasukkan ke dalam tas untuk dilanjutkan di rumah.
Edward hanya duduk santai memperhatikan Aron di kursi kebesarannya. "Apa sudah selesai" tanyanya kepada Aron.
"sudah tuan" jawab Aron.
"ayo pulang" kata Edward sambil berdiri kemudian berjalan keluar menuju lift khusus.
Aron mengikutinya dari belakang. Sesampainya di lobi Aron segera membukakan pintu mobil dan Edward pun Masuk ke dalam mobil.
Mobil melaju membela jalanan kota. Edward duduk tenang memejamkan mata sambil bersandar. Sebenarnya tidak tidur dia hanya merilekskan pikirannya.
Tak lama mereka pun sampai di Mansion. Edward membuka matanya, terliha Bella sudah berada di depan pintu. Dia terlihat memakai dress warna kuning gold bermotif bunga tanpa lengan. Rambut panjangnya tergerai diterpa angin malam menambah kecantikannya.
Terbesit senyum tipis di bibir Edward rasanya menyenangkan saat ada seseorang yang menunggunya saat pulang kerja. Seakan menghapus lelalahnya seharian.
Esward pun turun dari mobil sambil menghampiri Bella yang terlihat tersenyum
"selamat datang tuan" kata Bella menyambut sambil mengulurkan tangannya menjabat tangan Edward kemudian menciumnya.
Setelah itu Edward berlalu masuk ke dalam rumah. Menelusuri tangga kemudian Berjalan menuju kamar utama. Bella mengikuti dari belakang kemudian lansung bergegas menyiapkan air mandi dan pakaian Edward. Edward pun segera membersihkan diri setelah itu berpakaian.
Tak ada sepatah kata pun terdengar Bella hanya diam mematung menatap Edward. Setelah itu mereka pun turun ke bawah untuk makan malam.
"Aron ayo makan malam bersama!" Ucap Edward ketika melewati Aron di ruang tengah yang tengah sibuk dengan lap topnya.
"baik tuan, terima kasih" jawab Aron sambil beranjak mengikuti Edward dan Bella.
Sesampainya di meja makan mereka pun segera menikmati makan malam. Tak ada pembicaraan terdengar karena itu suatu peraturan di rumah ini. Edward tidak suka ada percakapan saat makan. Menurutnya ketika sedang bercerita kita kurang menikmati makanan.
Setelah selesai makan malam Edward dan Aron berjalan menuju ruang kerja. Mereka ingin menyelesaikan perkerjaan mereka yang belum sempat dikerjakan di kantor. Sedangkan Bella duduk di ruang tengah dia mengambil remot kemudian menyalakan televisi.
Terlihat Bu Marni membawa nampan dengan piring berisi potongan buah buahan. Dia berjalan menghampiri Bella.
"nyonya silahkan dinikmati buahnya" kata Bu Marni sambil meletakkan piring di atas meja.
"terima kasih bu" jawab Bella yang tengah menonton telivisi.
Sementara itu di ruang kerja terlihat Edward dan Aron tengah sibuk memeriksa berkas penting.
"Apa Revan sudah menguasai penuh perusahaan Lou?" tanya Edward dengan mata tetap fokus pada map di depannya.
"Hampir 80 persen sudah terlaksana tuan. Berjalan lancar sesuai rencana" jawab Aron yakin.
__ADS_1
"bagus, suruh dia menemuiku besok untuk melapor" perintah Edward.
"baik tuan" jawab Aron.
"bagaimana dengan perusahaan keluarga Bella?" tanya Edward lagi.
"Sebagian masalah sudah terselesaikan tuan. Kita hanya menunggu hasil dari uji coba proyek" terang Aron.
"Baiklah kalau ada peningkatan. Jadwal kan Inspeksi bulanan. aku akan memeriksa langsung ke sana!" ucap Edward.
"baik tuan" Ucap Aron mengangguk.
"kau boleh pulang ini sudah larut!" kata Edward. Aron pun beranjak sambil membungkuk memberi hormat lalu berjalan keluar.
Sementara itu Bella masih berada di ruang tengah sambil menunggu Edward. Dia akan mencoba membicarakan tentang kuliahnya. Dia sesekali melirik pintu menuju ruang kerja Edward. Berharap mereka sudah selesai bekerja.
Setelah beberapa waktu berlalu, terlihat Aron sudah berjalan keluar tanda mereka sudah selesai. Bella segera bertanya kepada Aron.
"asisten Aron apa tuan muda sudah selesai bekerja?" tanyannya kepada Aron.
"sudah nyonya" jawab Aron.
"oh..." ujar Bella membuat Aron mengernyitkan dahi.
"apa nyonya sedang menunggu tuan muda? tidak biasanya?" batin Aron sambil berjalan keluar.
tok tok tok
Edward yang tengah fokus menatap lap topnya pun menjawab "masuk...!" katanya tanpa menoleh dari lap topnya.
Bella pun dengan perlahan masuk dan kemudian duduk di samping Edward. Edward tetap fokus pada lap topnya tanpa menoleh kearah Bella. Bella pun jadi takut.
"apa aku menggangu?" kata Bella ragu ragu kepada Edward.
"menurutmu...?" jawab Edward masih tetap fokus.
"yah sudah kalau begitu aku keluar saja" ucap Bella tak bersemangat. melihat Edward kurang menanggapi mungkin dia terganggu menurutnya.
Edward pun menoleh ke arah Bella yang sudah akan berdiri. " ada apa?" tanyanya kepada Bella.
"Aku ingin membicarakan sesuatu" kata Bella sambil menunduk.
Edward pun kemudian teringat masalah kuliah Bella tadi siang. Dia pun tersenyum tipis dia sempat melupakannya karena ada pekerjaan tadi.
__ADS_1
"masalah apa?" tanya Edward berpura pura tidak tau sambil menutup lap topnya.
"ehmm... itu masalah kuliahku. temanku bilang aku harus masuk kuliah karena beberapa hari tidak hadir" kata Bella terbata bata sambil menunduk tak mampu menatap Bella.
Edward semakin gemas melihat tingkah Bella. "kalau bicara jangan menunduk tatap orang yang berbicara denganmu" tegurnya dia sebernya hanya ingin menatap wajah Bella lebih jelas.
Bella yang mendengar perkataan Edward pun memberanikan diri menatap Edward. Pandangan mereka pun bertemu.
Edward tertuju pada mata sayu milik Bella lalu beralih pada bibir ranum milik Bella.
"bibir itu rasanya aku ingin menggigitnya..." batin Edward. Dia pun mendapatkan ide licik menanggapi perkataan Bella.
"maksudmu kau ingin melanjutkan kuliah" tanya Edward sambil terus menatap bibir Bela.
"kalau tuan muda mengijinkan" jawab Bella.
"hmmm... tapi kau tau itu di luar perjanjian. Jadi sepertinya harus ada perjanjian baru" kata Edward dengan licik.
"saya tahu tuan. tapi apa perjanjian barunya tuan?" ucap Bella menjadi takut.
"untuk mendapat yang lebih kau juga harus memberi lebih" jawab Edward sambil mengulurkan tangannya membelai rambut panjang Bella.
"me...memberi yang lebih se...seperti apa?" tanya Bella mulai merinding mendapat sentuhan tangan Edward apa lagi tangan Edward sudah menelisik wajah dan lehernya. Dia merasa tubuhnya memanas seketika. Dia hanya berusaha menahannya.
Edward yang dari tadi tak mampu lagi menahan hasratnya dia memajukan wajahnya mendekati bibir Bella. Bella hanya memejamkan matanya rapat tak mampu bergerak saat bibir Edward sudah menyapu lembut bibirnya.
Edward terus me****t bibir Bella yang awalnya pelan lembut kini semakin cepat dan dalam. Edward meraih tenkuk Bella memperdalam ciumamnya. Dia menggigit bibir bawah Bella, spontan Bella yang kesakitan membuka mulutnya. Dengan cepat lidah Edward menelisik masuk kedalam rongga mulut Bella.
Edward tak mampu lagi menahan hasratnya. Yang awalnya hanya bermaksud mencium kini menginginkan yang lebih. Tangannya sudah merambat kemana mana bahkan tangannya sudah membuka resleting dress Bella.
Bella bergetar hebat tak karuan antara takut dan nikmat. apalagi Edward kini beralih mencium leher jenjangnya dengan tangan berusaha menurunkan resleting dressnya. Edward mencium seluruh inci leher Bella. Bella mencoba mendorong tubuh Edward namun tidak sanggup.
"tu...tuan hentikan...! tolong...hentikan" kata Bella ketakutan, air matanya mulai menetes tapi Edward tak menghiraukannya dia seperti kerasukan. Dari leher kini sudah turun ke dada Bella yang masih terbungkus bra.
"stop...hiks... hentikan tuan...hiks...aku mohon...!" Bella memohon sambil menangis. "aakhhh..." tanpa sadar dia mendesah saat tangan Edward menelusup di balik branya menyentuh puncak sensitif miliknya sambil menggigit kecil area dadanya.
Mendengar ******* Bella membuat Edward semakin menggila. Namun tiba tiba terdengar bunyi ketukan pintu di luar.
tok...tok...tok
"tuan saya mengantarkan kopi" terdengar suara Pak Jo di luar.
Mereka kemudian terperanjat kaget. Edward menghentikan aksinya sambil mengusap kasar wajahnya frustasi. Bella yang mendapat kesempatan pun segera mengatur nafas membenahi dressnya.
__ADS_1
Terlihat Pak Jo sudah berjalan masuk membawa nampan terkejut melihat Bella ada di ruangan itu dengan wajah kusut sembab dan rambut acak acakan. "apa aku menggangu tuan tadi? seperti terjadi sesuatu tadi" pikir pak Jo sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja.
Bella pun dengan cepat bergegas meninggalkan ruangan tanpa berbicara sepatah kata pun. Dia berlari menaiki tangga menuju kamarnya.