
Malam berlalu dengan datangnya pagi yang cerah ini. Bella sudah bangun pagi pagi sekali, karena tidak ingin kesiangan Bella sudah menyetel alarm di ponselnya. Dia terlihat bersemangat karena hari ini Edward berjanji akan membantunya mengenai masalah sosmednya. Setelah memijat semalam suntuk dengan penuh drama tadi malam.
Kini dia sudah rapi dengan dressnya. Dia memakai dress merah maron selutut dengan pita pita hitam menghiasi. Rambutnya yang masih basah dia biarkan tergerai. Dia duduk di sofa sambil menunggu Edward yang masih tertidur nyenyak.
Dengan sabar dia menunggu sambil menatap jendela. Sesekali ia melirik Edward ketika menggeliat namun sudah beberapa kali dia pun belum bangun juga. Bella membuka jendela menuju balkon dia bersandar di daun pintu menikmati udara pagi.
Tak berapa lama Edward pun terbangun dia langsung menuju kamar mandi seperti biasa Bella sudah menyiapkan air hangat untuk Edward mandi.
Setelah selesai Bella memberikan stelan jasnya kemudian langsung di pakainya. Mereka pun keluar kamar turun ke bawah untuk sarapan.
Terlihat Pak Jo dan Bu Marni sudai standby di dekat meja makan. Mereka pun memulai sarapan tanpa bersuara hanya terdengar bunyi sendok dan piring menggema.
setelah selesai sarapan Edward pun berjalan ke ruang tengah. Disana sudah ada Aron yang menunggu.
"kau sudah lama?" tamya Edward kepada Aron.
"tidak juga tuan baru beberapa menit" jawab Aron datar.
Beberapa saat Bella pun datang dan langsung duduk di samping Edward sambil tersenyum manis dengan tujuan mengingatkan janji Edward. Edward yang menatap Bella pun jadi teringat.
"ah... Aron coba kau periksa akun sosmed milik Bella. Katanya tidak bisa di akses" perintah Edward.
Aron mengernyitkan keningnya heran "bukankah tuan muda sendiri yang menyuruhku memblokirnya." pikirnya heran sembari menatap Edward. Sedangkan Edward yang ditatap oleh Aron melototkan matanya memberi kode.
"Baik tuan akan saya periksa" Jawab Aron sambil membuka lap topnya mengetik sesuatu.
Tak berapa lama dia pun selesai.
"Sepertinya sudah tuan" kata Aron sambil menutup lap topnya.
"sudah? sudah selesai?" Tanya Bella kepada Edward tidak percaya.
"iya, nyonya bisa mencobanya," kata Aron.
Bella pun meraih ponselnya lalu benar saja sudah terbuka. "Yes...Berhasil...!!! tapi tunggu bukankah dia bilang itu akan susah? bahkan tidak sampai semenit sudah terbuka, berarti dia mengerjaiku tadi malam" batin Bella dengan kesal namun dia tepis yang penting sudah berhasil.
"terima kasih" ucap Bella kemudian berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamarnya dia pun membuka kembali ponselnya. Berpuluh puluh pesan masuk telah masuk. sebagian diantaranya dari kedua sahabat Bella yaitu Rara dan Sena.
__ADS_1
Sudah tak sabar Bella pun menelpon sahabatnya itu. beberapa saat kemudian sudah terdengar ada yang mengangkat telponnya.
"Halo Ra!" ucap Bella bersemangat.
"Bella...a...!!!" jawab Rara diseberang telpon. tak kalah bersemangatnya sampai sampai Bella harus menjauhkan ponsel dari telinganya karena terlalu ribut.
"ya ampun kau membuat telingaku sakit" ucap Bella sambil menarik narik daun telinganya.
"kamu dari mana saja Bella, aku sangat merindukanmu" ucap Rara histeris.
"Eh Rara, Sena gimana?" tanya Bella.
"kita video call aja gimana?" usul Rara.
"ya sudah sambungkan juga dengan Sena." jawab Bella. Mereka pun berkomunikasi melalui video call.
"Bella sayang...!!!"Sena heboh saat melihat wajah Bella dan Rara. "miss you..."
"gimana kabar kalian?" tanya Bella.
"baik don Bell" ucap Sena. "kamu gimana?"
"eh Bella gimana malam pertamanya. ha...!" tanya Rara menggoda. Bella memang menceritakan perihal pernikahannya kepada Rara dan Sena karena mereka sudah bersahabat dari kecil.
"apaan sih kalian ini. Memalukan" jawab Bella dengan ketus.
"ciee... pengantin baru. ha...ha..ha..." ucap sena meledek membuat Bella tambah sebal.
"kalian ini menyebalkan sekali. Apa kau tidak tau bagaimana perjuanganku supaya bisa menelpon kalian tapi kalian malah begini" kata Bella berpura pura marah.
"yee jadi ngambek" ucap Rara sewot.
"Eh Bella, dekan sudah berapa kali menanyakan kamu loh" kata Sena serius.
"oh ya terus bagaimana? dekan bilang apa?" jawab Bella antusias.
"dekan bilang kalau kuliah kamu gimana lanjut atau putus. kalau mau lanjut segeralah masuk." jawab Rara.
"aku juga tidak tau harus bagaimana. rasanya hidupku bukan milikku lagi" ucap Bella menjadi sedih.
__ADS_1
"jangan begitu Bella. minimal harus usaha donk" kata Sena memberi semangat.
"iya Bella, ini menyangkut masa depan. bukankah kau bilang kau hanya nikah kontrak kalau kau sudah bercerai nanti kamu mau kerja apa kalau tidak kuliah" kata Rara.
"tapi gimana caranya? aku bahkan sudah dua minggu terkurung disini" kata Bella frustasi.
"sabar ya Bella. Coba saja bujuk tuan muda minimal kau boleh kuliah online kan" sahut Sena.
"tapi kalian mau kan bantu aku bilang ke dosen dan mengurus semuanya"jawab Bella memohon.
"Iya nanti kita bantu yang penting kamu bujuk dulu suami kamu itu" kata Sena
"iya Bella betul itu urusan dosen nanti kita kita yang urus. oke..." kata Rara
"okelah. yah sudah dulu yah! bye..." Bella mengakhiri video callnya.
"bye..." sahut Rara dan Sena bersamaan
"apa yang harus kulakukan padahal kuliahku tinggal 1 semester lagi, kan sayang kalau berhenti. tapi bagaimana caranya aku membujuk tuan muda"
Bella menghempaskan tubuhnya ke kasur, dia benar benar pusing memikirkannya. Namun tanpa dia tahu sebenarnya ponselnya sudah di sadap oleh Edward bahkan kini Edward tengah tersenyum licik mendengar percakapan Bella dan kedua sahabatnya tadi.
" Aron menurutmu, apa aku harus membiarkan Bella kembali kuliah?" tanyanya kepada Aron sambil memegang dagunya berpikir.
"kalau kuliahnya melalui online saya rasa tidak apa apa tuan. apalagi tinggal satu semester lagi" jawab Aron dengan yakin.
"ya sudah kau urus saja itu. tapi jangan dulu bilang pada Bella. Biarkan saja mereka berusaha sendiri dulu" kata Edward.
"baik tuan" jawab Aron.
"aku ingin lihat bagaimana dia membujukku? hmm..dengan cara apa dia akan membujukku nanti ya? hahaha...." Edward tertawa lepas seakan mendapat hiburan baru.
Aron sampai bergidik ngeri mendengar tawa Edward yang mengandung kelicikan. Entah dia harus bahagia atau khawatir dengan tuannya akhir akhir ini.
"hmmm...aku senang melihat tuan tersenyum hanya saja aku khawatir jangan sampai tuan muda melakukan sesuatu yang membuatnya menyesal di kemudian hari. semoga saja tidak" pikir Aron dalam hati.
Sementara Edward menjadi tidak sabar bertemu dengan Bella. sepertinya dia sudah punya rencana lagi untuk mengerjai Bella. Dia bahkan berencana untuk pulang lebih awal hari ini.
"ah gadis bodoh itu...ha...ha..ha... sangat menyenangkan bisa mengerjainya lagi. ha..ha..ha... kenapa aku sebahagia ini ya?" pikir Edwar sambil tersenyum sendiri rasanya seperti mendapatkan mainan baru yang sangat langka dan berharga.
__ADS_1