
Disebuah gedung terlihat kesibukan, dekorasi pun sudah sangat indah. Lampu berwarna senada dan bunga bunga menggantung dilangit langit, serta kursi dan meja berlapis kain indah berwarna putih mendominasi. Tanda akan diadakan Pesta Pernikahan.
Bella terpaku melihat pantulan dirinya dicermin. Dia terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinnya. Gaun putih panjang menjuntai dengan motif renda halus bertahtahkan berlian kecil di bahu dan lengannya. Dengan wajah full make-up untuk pertama kalinya.
"apa benar ini aku?" batinnya. seketika butir butir bening sudah menganak disudut matanya. ketika semua orang bahagia di hari pernikahannya, lain halnya dengan Bella yang merasakan duka. Disaat menikah adalah menempuh hidup baru baginya ini seperti akhir hidupnya.
Namun seketika dia tepis kesedihannya. "aku ikhlas melakukannya demi keluargaku. Aku akan kuat, hanya 6 bulan dan semuanya akan kembali normal. huuft....!!!" dia menghela nafas dalam dalam lalu membuangnya.
"apa kau sudah siap nak?" tanya ayahnya yang akan mendampinginya masuk aula pernikahan.
"iya ayah, aku siap" jawab Bella memantapkan hatinya.
Setelah itu pintu aula terbuka kini Bella didampingi ayahnya segera masuk dengan anggungnya. semua mata terpanah melihat kecantikannya.Ini kali pertama bella dengan wajah full make up, membuat orang seakan tak percaya kalau itu adalah dirinya.
Sementara di podium sudah ada penghulu dan saksi. Terlihat Edward berdiri dengan gagahnya dalam balutan tuksedo putih. Semua orang tidak menyangka ternyata suami Bella akan setampan itu.
Akhirnya sampailah didepan penghulu. Semua berjalan dengan khidmat. Terdengar Edward sudah mengucapkan ijab kabul dengan suara lantang penuh keyakinan.
"SAH....!!!" ucap para saksi.
__ADS_1
Bella hanya memejamkan mata sudah pasrah akan takdirnya. Entah kehidupan apa yang menantinya.
Ijab kabul pun selesai diteruskan dengan resepsi. Meski pernikahan hanya dihadiri oleh keluarga dekat tapi terlihat sangat ramai mengingat mereka adalah keluarga besar.
"selamat atas penikahanmu sayang! Doa terbaik untuk kalian berdua"Ibu Marissa memeluk Edward bergantian dengan Bella.
"kau sudah menikah kau harus lebih bertanggung jawab lagi. semoga kalian bahagia" ayah Kenzo memeluk putranya, dibalik sifatnya yang terbilang tegas kepada Edward. Dia sangat menyayangi putranya yang selalu ia banggakan.
Silih berganti tamu datang menyalami. Edward sesekali melirik Bella yang membungkuk sopan menerima tamu.
"jangan menundukkan kepalamu pada merela! Mereka semua berada dibawah kita, tundukkan kepalamu hanya di hadapanku. kau mengerti...?" tegas Edward kepada Bella.
"baik tuan muda, saya mengerti" Bella sedikit terkejut mendengarnya. seketika ia menciut, dia seperti mendapat gambaran lelaki seperti apa yang telah menjadi suaminya.
"siapa mereka? kelihatannya sangat dekat dengan tuan muda, mereka bahkan sangat cantik dan modis seperti selebriti" batin Bella seakan minder melihat dirinya tidak ada apa apanya dengan mereka.
"hai kakak ipar! selamat berbahagia. Kenalkan aku Reiyna." ucap salah satunya.
"dan aku Keiyra, kami adik sepupu kak Edward. salam kenal!" tambah salah satunya sangat manis dan akrab.
__ADS_1
"jadi mereka sepupunya kukira tadi lebih dari itu tapi mereka terlihat baik." pikir Bella dalam hati. " terimakasih, salam kenal kembali" balasnya tersenyum. Mereka pun berlalu.
"hei tuan muda selamat ya, tak kusangka kau mendahuluiku" ucap lelaki dengan tampilan mewah terlihat tampan.
"cih... ternyata kau datang juga" balas Edward tersenyum sinis.
"ohohoh...mana mungkin aku tidak datang dihari bahagiamu dan oh ya saudara ipar kita belum berkenalan. Kenalkan Arkan...!" seraya tersenyum mengulurkan tangan tersenyum manis kepada Bella.
"Salam kenal, Bella...!" jawab Bella membalas uluran tangan Arkan. Arkan yang mendapat uluran tangan langsung mencium lembut tangan Bella membuat Bella terperanjat.
Edward yang melihat langsung menegur Arkan. "pergi sana kau tidak diperlukan disini!" kata Edward ketus mengusir.
"kau benar benar galak. hei nona kau harus berhati hati dengannya. hahahah....!!!" Arkan memanas manasi Edward sambil berlalu setengah berlari tak ingin mendapat amukan dari Edward.
Tak terasa sudah jam 10 malam, Bella yang sudah lelah namun tamu pun tak kunjung habis. Terlihat Edward sedang bercakap cakap dengan beberapa pebisnis lain yang silih berganti menyalami. Dia terlihat gagah dengan gayanya yang tetap tenang dan cool.
Akhirnya acarapun selesai kini mereka sudah akan bersiap pulang kerumah.
*****
__ADS_1
hai readers terimakasih telah membaca karyaku. Mohon maaf jika ada kesalahan maklum author masih pemula ya gays. Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers. Like,koment and vote mu adalah semangat untukku.
Terimahkasih....