
Setelah mereka meninggalkan klinik Arkhan. Mereka pun menuju kantor Bella terpaksa ikut karena Edward terburu buru tak ada waktu mengantar Bella pulang.
Mereka turun di depan loby. Bella menengadah ke atas melihat gedung pencakar langit perusahaan Edward. Terlihat beberapa gedung berjejer menjulang terpampang nama Zhenghong Corp berukir emas tampak silau diterpa cahaya matahari.
"sekaya apa sebenarnya dia itu sampai punya perusahaan sebesar ini" pikir Bella dalam hati sambil berjalan memasuki perusahaan di belakang Edward.
Terlihat semua orang membungkuk hormat saat melewatinya. Mereka kemudian memasuki lift khusus presdir. setelah sampai ke lantai teratas mereka pun masuk ke ruang kebesaran Edward.
"kau istirahatlah disini aku akan segera kembali" kata Edward membuka sebuah ruangan lagi lebih mirip apartment terdapat ranjang berukuran king size lengkap dengan barang mewah lainnya.
Bella pun masuk ke dalam sedangkan Edward sudah keluar menuju ruang meeting. Bella membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu.
"hah jadi begini rasanya menjadi bos? pantas saja orang berebut mengejar kedudukan ini" ucapnya dalam hati. Saking nyamannya dia langsung terlelap.
Tak terasa beberapa jam berlalu kini tiba waktunya makan siang. Edward telah kembali dari ruang meeting. Dia berjalan masuk ke ruangan pribadinya. Dia melihat Bella tertidur pulas. Karena tak tega membangunkannya Edward kembali meneruskan pekerjaannya.
"Dia tidur bagaikan mayat, bisa bisanya dia tidak bangun padahal aku sudah masuk bagaimana kalau orang lain yang masuk. ck..." Edward berdecak menggeleng kepala melihat Bella tertidur lelap.
"tapi kasian juga kalau dibangunkan sebaiknya nanti saja makan siangnya." pikir Edward sambil keluar menuju meja kebesarannya melanjutkan pekerjaan.
Bella terlihat menggeliat kesana kemari dia berusaha membuka matanya namun sangat sulit dia tetap saja mengantuk.
"hoaammm....berapa lama aku tidur?" katanya sambil meraih ponselnya. "astaga sudah jam 1 lewat pantas saja aku merasa lapar"
Bella bangun dari ranjang kemudian mencuci mukanya agar fresh. Kemudian dia keluat melihat Edward. Terlihat Edward tengah fokus pada berkas dan laptopnya. Dia terlihat kekar dan tampan saat sesekali melirik laptop dengan kertas kertas yang ada di hadapannya.
"kau sudah bangun?" kata Edward tanpa menoleh dari laptopnya.
"iya" jawab Bella singkat.
"cih, enak sekali kau asyik tidur sampai beberapa jam sedangkan suamimu sibuk bekerja" ucap Edward bermaksud menjahili Bella lagi.
"hemm...aku mengantuk sekali tadi dan kamarnya nyaman sekali" jawab Bella tersenyum tipis, "bagaimana tidak mengantuk dan lelah masih pagi pagi buta sudah mengganggu tidurku dengan kegiatan mesummu" umpat Bella dalam hati.
__ADS_1
"jangan mengumpat aku bisa mendengarmu walau hanya dalam hati" ucap Edward menatap Bella membuat Bella terperanjat.
"bagaimana dia tau kalau aku mengumpat apa dia paranormal juga" batin Bella bergidik ngeri.
"ah tidak aku hanya masih mengantuk" kata Bella berbohong.
"ck...ayo makan siang ini sudah jam berapa" perintah Edward.
Terlihat makanan telah tersedia di meja. Bella yang tidak sabar dan sudah kelaparan langsung melahap makanan dengan cepat.
"Kau ini makan dengan pelan. tidak ada yang akan merebut makananmu! tidak sopan..." umpat Edward melihat Bella.
Bella hanya tersenyum manis "aku lapar sekali..." Katanya sambil terus mengisi mulutnya.
"ck...bagaimana bisa perempuan makan seperti itu? memalukan... sebaiknya kau mengikuti kursus tata krama sebentar lagi ada pesta! aku tidak mau dipermalukan olehmu" kata Edward sambil makan dengan gaya elegantnya.
Bella hanya terdiam mendengarnya. Dia terus melanjutkan makannya. Membuat Edward berdecak kesal.
Setelah makan Bella terus menunggui Edward bekerja. Dia duduk disofa sambil memainkan ponselnya hingga beberapa jam dia di landa bosan. berbagai gaya duduk sudah dilakukannya sampai rebahan si atas sofa.
"ada apa kau menatapku begitu?" tanya Edward masih fokus.
"kapan kita pulang?" kata Bella dengan muka ditekuk.
"kau boleh pulang jika kau mau" jawab Edward.
"apa? seandainya aku tau dari tadi aku pulang" Bella merasa kesal kenapa harus menunggunya dia kira dia harus pulang bersama Edward.
"memangnya siapa yang menyuruhmu menungguku?" jawab Edward tersenyum meledek.
Bella hanya menatap geram takut menjawab Edward. "kalau begitu aku mau pulang" ucap Bella.
"pulang saja suruh Aron mengantarmu" kata Edward dengan santainya.
__ADS_1
Bella memanyunkan bibirnya dengan cepat dia meraih tasnya dengan kasar lalu keluar.
"hahaha... dia lucu sekali, aku jadi tidak sabar menunggu malam tiba. hahaha ..." Edward tertawa lebar.Bella pun pulang dengan diantar supir pribadi atas perintah Aron.
Tak Terasa malam pun tiba, Edward sudah kembali, mereka tengah menikmati makan malam. Setelah makan mereka pun kembali ke kamar.
Bu Marnih terlihat membawa dua cangkir teh hijau atas perintah Edward tadi. Bu marni meletakkannya di meja lalu berlalu pergi.
Bella masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian tidurnya. Kesempatan itu pun digunakan Edward menaruh obat perangsang ke dalam minuman Bella. Dia pun tersenyum licik saat obatnya telah tercampur dengan tehnya.
"kemari minum teh" sahut Edward saat Bella sudah keluar.
Bella mengernyitkan kening heran "tak biasanya mengajak minum teh saat malam bukankah dia selau minum kopi?" pikirnya namun akhirnya dia pun duduk meminumnya karena tak ingin berdebat.
Edward tersenyum penuh arti saat Bella menghabiskan tehnya. Dia pun menunggu beberapa menit reaksi obatnya dan benat saja kini Bella terlihat gelisah.
"kenapa aku merasa aneh ya! Rasanya gerah sekali" batin Bella sambil terus mengibas ngibas bajunya.
"kau kenapa?" tanya Edward berpura pura tidak tau.
Bella tidak menjawab dia menatap Edward dengan tatapan aneh "kenapa di terlihat tampan sekali malam ini. Rasanya aku ingin sekali memeluknya" Batin Bella sekuat hati menahan diri sampai bercucur keringat.
"dasar jual mahal sudah bercucur keringat tapi tetap malu dan bertahan. lama sekali lebih baik aku memangcingnya." pikir Edward benar salut atas keteguhan Bella.
"ada apa denganmu ha?" ucap Edward dengan lembut sambil mendekati Bella dan mengusap lembut pipi Bella.
Bella yang dari tadi mengharapkan sentuhan langsung terobati dia pelan pelan menyentuh tangan Edward sambil mejamkan matanya mengharapkan lebih.
Edward terus berpura pura dia ingin melihat sejauh mana Bella bertahan. Dia melepaskan tangannya dari pipi Bella spontan Bella menahan tangan Edward sambil menatap sendu. Nafasnya terengah engah dia mulai membuka tali kimononya.
"ada apa denganku aku ingin sekali memeluknya" batinnya Bella tak tahan dia menggigit bibir bawahnya. Edward tersenyum licik dia pura pura bangkit meninggalkan Bella.
Bella yang sudah tak tahan melihat Edward akan pergi dengan cepat menahan Edward dan mulai memeluk Edward sambil tangannya terus merana dada kekat Edward.
__ADS_1
"kau kenapa sayang hah?" ucap Edward berbisik ditelinga Bella membuat Bella semakin menjadi. Entah keberanian apa dia mulai mencium Bibir Edward dan Edward membalasnya dengan kasar.
Malam panas pun berlalu untuk pertama kali Edward merasa sangat puas, dia seperti melihat sisi lain Bella yang biasanya lemah lembut menjadi liar. Bahkan terlihat Bella lebih dominan dari Edward. Obatnya benar benar bekerja bahkan Bella tidak menangis lagi sesudahnya.