
"Tuan Kevin senang bertemu dengan anda" sambut Paman Sanjaya kepada sekertaris Kevin "sebuah kehormatan bertemu dengan anda tuan" paman Sanjaya tersenyum namun dihatinya tersimpan ketakutan dia sudah tau kedatangan Kevin ada hubungannya dengan masalah hutang piutangnya. Dia tau betul seperti apa masalah yang ditimbulkannya sampai seorang Sepenting sekertaris Kevin menemuinya.
" langsung saja pak Sanjaya. anda pasti tau maksud saya. Saya minta kejelasan masalah ini dan sebaiknya kau memberi penawaran yang setimpal" ucap Kevin dengan nada mengancam membuat Sanjaya bergetar.
" tuan perusahaan kami dalam masalah mohon kiranya ada kelonggaran untuk kami" mohon Sanjaya mengatupkan tangan.
"tidak bisa pak Sanjaya masalah bisa menjadi besar jika dibiarkan apalagi presdir sudah mengetahuinya. dan asal anda tau saya mengetahui semuanya kelicikan anda yang telah menjebak pak Hendrawan. saya bisa menjebloskan anda kepenjara" tutur Kevin dengan tegas tak ingin bertele tele.
"tuan saya mohon ini bisa didiskusikan baik2."Hendrawan memohon dengan sangat bahkan dia sudah berlutut bagaimana tidak dia tidak menyangka Kevin mengetahui rencananya. iya, dia memang menjebak Hendra dengan investor asing itu pikirnya dia ingin merebut kursi kepemimpinan namun dia tak menyangka dirinya pun tertipu dan menyebabkan masalah sebesar ini. investor melarikan dana perusahaan bahkan menyabotase perusahaan mereka.
"tuan saya akan segera melunasinya. tolong saya tidak ingin dipenjara. kau bisa mengambil putriku sebagai jaminannya" tanpa sadar Sanjaya menawarkan hal konyol karena ketakutan.
"putrimu? memangnya apa yang bisa didapatkan dengan putrimu. hah apa kau sudah gila?" Kevin tidak menyangka usulam Sanjaya.
__ADS_1
Sementara itu Edward yang menyaksikan melaui cctv hanya tesenyum tipis menyeringai
"bisa bisanya orang bodoh ini menawarkan putrinya. tapi tidak apa kita lihat sejauh mana kebodohannya. hah..hah...! suruh di menunjukkan foto putrinya!" perintah Edward kepada kevin melalui sambungan telpon miliknya yang sengaja di hubungkan dengan Asiten Kevin. Edward tidak akan membuang waktu untuk bertemu orang tidak penting dia akan memantau melalui monitor jarak jauhnya. Begitulah sistem mereka.
"baiklah mana foto putrimu. tunjukkan!" perintah Kevin.
Sanjaya mengeluarkan smartphonenya dan memperlihatkan foto kedua putrinya. Foto pertama putri pertamanya Risya berwajah oval berambut panjang lurus. Foto kedua Rina putri keduanya berwajah bulat berambut pendek terlihat tomboy. Sekertaris Kevin pun mengirimkan foto itu kepada Edward.
"apa ini sejelek ini. apa yang akan dilakukan dengan gadis seperti ini. benar benar membuang waktu seharusnya aku tidak meladeninya dari tadi. cih..."Edward melemparkan hp nya dengan sebal setelah melihat foto kedua anak Sanjaya.
"pak sanjaya sepertinya anda bermain main dengan masalah ini. memangnya apa yang diharapkan dengan anak gadis anda tidak sesuai dengan selera. bagaimana bisa aku mempercayaimu apa tidak ada yang lain yang lebih menjanjikan? hah..." ucap Kevin kesal.
Sanjaya pun hanya bisa tertunduk. "maaf tuan saya lancang" ucapnya seraya menunduk menyesali perbuatannya namun tiba tiba teringat sesuatu.
__ADS_1
"tuan saya masih punya satu gadis lagi. Mungkin tuan akan tertarik" Sanjaya kembali memohon.
"sudahlah hentikan kekonyolan ini aku tidak ingin membuang waktu. Terima saja kenyataannya" ucap Kevin sudah merasa kesal. akan tetapi Sanjaya kembali memohon.
"kumohon tuan lihatlah fotonya kali ini saja" mohon Sanjaya menyodorkan hpnya.Kevin pun terpaksa melihat kembali foto itu dan sedikit mengerutkan kening.
"cantik sekali..." pikirnya dalam hati melihat foto seorang gadis dengan rambut hitam bergelombang dan terlihat tersenyum manis. Kevin kemudian mengirim foto itu kepada Edward.
" apa lagi ini?" keluh Edward saat pesan masuk dari Kevin. Dan dia pun membuka dan melihat foto itu."sepertinya menarik tapi untuk apa gadis seperti ini, Aron kau lihat foto ini gadis yang sangat menarik tapi apa gunanya untukku?" tanyanya kepada Asisten Aron seraya melemparkan Hpnya kedepan Aron.
"ya sudahlah tuan muda jika tuan tertarik kita tahan saja dulu siapa tau kita memerlukannya" Aron menjawab seraya berpikir.
" baiklah. Kevin katakan pada Sanjaya kita akan menghubunginya kembali." Edward memerintahkan.
__ADS_1
Kevin pun mrnyampaikan kepada Sanjaya dan Sanjaya kini berterimah kasih penuh harap setidaknya masih ada jalan pikirnya. walaupun harus mengorbankan keponakannya itu. iya foto itu adalah foto Bella. Dia akan menjadikan Bella penebus hutangnya kepada Zhenghong. Entah darimana datangnya pikiran liciknya itu yang jelas apa pun akan dilalukukannya asalkan dia tidak dipenjara.