
Matahari bersinar terik siang ini, lalu lalang kendaraan terlihat padat memenuhi jalanan. Sebagian orang tengah memanfaatkan istirahat siangnya, entah pulang ke rumah atau pun memilih menikmati makan siangnya di luar.
wajah Bella terlihat berseri seri, tak henti hentinya dia tersenyum. Rasanya tidak sabar dirinya untuk tiba di rumah keluarganya.
Berbagai barang barang telah dia beli tadi sekedar oleh oleh untuk keluarganya terutama ayah dan ibunya. Sebelumnya dia sudah singgah di berbagai tempat tadi membeli.
Setelah beberapa menit berkendara akhirnya Bella pun tiba di rumahnya. Terlihat dia sedang keluar dari mobil menenteng beberapa tas. Selebihnya dibawa oleh mang kardi supir pribadinya.
"Bella sayang..." terlihat nenek sudah berada di ambang pintu menyambut Bella. Dia merentangkan kedua tangannya memeluk Bella.
"nenek..."Begitu pun Bella segera berhambur memeluk neneknya.
"cucuku tambah cantik" ucap nenek menangkup wajah Bella.
"nenek bisa saja, oh ya mana ibu" tanya Bella melihat ke dalam.
Tapi baru saja selesai bertanya ibunya sudah keluar dengan wajah senang melihat putrinya.
"Putriku aku merindukanmu" Ucap Ibu shinta langsung memeluk Bella.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah. Ibu shinta pun menelpon Ayah Hendra dan Arya serta jimmi untuk segera pulang makan siang bersama.
Begitulah keluarga Bella mereka sangat mengutamakan kebersamaan. Karena alasan itu pula mereka sampai sekarang masih tinggal satu atap.Walau sudah mempunyai keluarga masing masing.
Walaupun adakalanya terjadi ke tidak cocokan antara ayah dan Paman sanjaya. Tetap akan terselesaikan ketika kakek dan nenek angkat bicara.
"ibu, nenek aku membawa sesuatu untuk kalian semua" ucap Bella memyerahkan beberapa papper bag disusul oleh mang kardi.
"kau ini repot sekali pakai beli barang barang segala" ucap ibunya melihat banyaknya barang barang yang dibawa Bella.
"tak apa bu sekali kali" jawab Bella tersenyum dia pun membagikan barang barang itu. Tanpa terkecuali para pelayan dan yang lainnya.
"wah wah hebat ya orang kaya" celetuk bibi susi yang sedari tadi sudah berbinar melihat barang bagiannya berupah tas mewah sedangkan Risya dan Rina kebagian sepatu sport begitupun jimmi.
"untuk kakak apa nih" tanya Arya yang baru saja masuk di susul ayah kakek dan paman sanjaya
__ADS_1
"ada donk tuh masih banyak" Bella lalu menyodorkan paperbag satu lagi untuk Arya berisi kemeja dan dasi sedangkan untuk ayah dan kakek serta paman Bella memberi jam tangan.
"tidak adil kak Bella ini masa ibu dan nenek kebagian banyak" protes jimmi saat melihat paper bag milik ibu dan nenek besar.
"yee jimmi bukannya syukur malah cemburu" ucap Rina pada jimmi. Ternyata Paper bag ibu dan nenek berisi mukenah dan sajadah karena ibu dan nenek sangat menaati agama dan tak pernah melewatkan sholat.
"Bella apa tidak apa kalau kamu membeli barang banyak untuk kami begini" ucap nenek sedikit khawatir mengingat Edward bukan orang sembarangan.
"tidak apa nek kan cuma sekali kali" jawab Bella tersenyum bahagia.
"alla jangan cuma sekali suamimu itu kan kaya pasti yang begini tak ada seujung kuku pun baginya" ucap bibi susi ketus sambil terus menyandang tasnya senang.
Setelah itu mereka pun makan siang bersama. Terlihat meja sudah penuh terisi. Mereka duduk di kursi masing masing.
"Bagaimana kabar tuan muda Bella" tanya kakek di sela sela makannya.
"baik kek dia sedang ke luar negeri" jawab Bella.
"o pantas tadi rapatnya di pimpin oleh direktur mike, ternyata presdir tidak ada ya" ucap Ayah Hendra.
"kamu kok tidak ikut kan bagus tuh jalan jalan" ucap Risya sinis.
"oh tidak aku tidak bisa pergi kuliah lagi padat apalagi semester akhir begini" ucap Bella berbohong padahal memang betul Edward tidak mengajaknya.
Seketika raut wajah Bella berubah sedari tadi ceria menjadi sendu. Tidak ada yang menyadari itu kecuali ibunya. Ibu sintha memandang lekat wajah Bella ia tau putrinya sedang menyembunyikan sesuatu.
Setelah makan siang selesai mereka pun bercengkrama di ruang tengah sampai sore hari. Kakek dan Arya sudah tidak pulang ke perusahaan hanya ayah dan paman sanjaya yang pulang.
Karena sudah sore Bella pun bergegas pulang di antar oleh Arya. Karena supir Bella sudah Bella suruh pulang tadi.
"kau mau langsung terus ke mansion?" tanya Arya pada Bella saat sudah di mobil.
"hmm...bagaimana kalau kita jalan jalan dulu kak?" Ucap Bella dengan wajah memelas.
"ck... kau tidak pernah berubah" ucap Arya berdecak melihat wajah adiknya.
__ADS_1
"ayolah kakak" Bella merengek seperti anak anak.
"oke... adikku sayang" Arya pun mengiyakan Bella.
Begitulah Arya yang sangat menyayangi adiknya. Saat Bella merengek dengan wajah memelas dan puppy eyesnya dia tidak akan tega menolaknya.
Terkadang saat jalan dengan Bella banyak yang mengira mereka sepasang kekasih karena Bella terus merengek dan bergelayut manja di lengan Arya
"kakak apa kau sudah punya pacar?" tanya Bella pada Arya sambil menyesap sop buah. Mereka singgah di area jajanan yang berada tak jauh sari rumahnya.
"kenapa kau bertanya, lagian mereka akan cemburu kalau melihat dirimu yang menempel padaku" ucap Arya ketus.
"mana ada yang cemburu, aku kan adikmu" jawab Bella tak terima.
"tetap saja kalau mereka tidak tau" ucap Arya menikmati es dan kue serabi kesukaannya.
"hmm lama sekali baru aku bisa ke sini lagi" Bella bebar senang ini adalah salah satu tempat favoritnya kala pulang kampus.
"apa dia tidak mengijinkanmu keluar rumah" tanya Arya menyelidik.
"tidak juga hanya harus dengan supir dan bodyguard yang memantau dari jauh" jawab Bella.
"o ya apa sekarang mereka masih memantaumu?" tanya Arya melihat sekeliling.
"entahlah" Ucap Bella karena dia tidak pernah melihat langsung bodyguartnya hanya yang dua tahu Edward selalu tau kemana pun ia pergi.
"Bella masa kontrakmu sudah berakhir apa kau ingin terus tinggal di sana" tanya arya mengingatkan.
Seketika jantung Bella berdesir. Masa kontraknya habis berarti perceraiannya dengan Edward batinnya miris memikirkannya
"Dia sedang tidak ada disini setidaknya tunggu dia pulang baru aku akan pergi" jawab Bella dengan wajah dingin seakan tak rela meninggalkan Mansion.
Arya dapat melihat wajah murung Bella saat itu. "Bella kau jangan terlena oleh keindahan dan kemewahan disana semua itu hanya semu belaka" lagi lagi Arya mengingatkan.
"kakak tenang saja aku mengerti" sanggah Bella.
__ADS_1
"jika kau rasa sudah waktunya kau beritahu kakak. Kakak akan segera menjemputmu dan mengurus semuanya" Ucap Arya kepada Bella.
"iya kak secepatnya aku akan beritahu kakak" jawab Bella seketika selera makannya langsung hilang. Setelah itu mereka pun bergegas pergi karena hari sudah mulai gelap.