
Dikediaman Keluarga Antonio
Diruang makan yang mewah itu terlihat berjejer pelayan sedang menyusun makanan. Akan diadakan makan malam terlihat ibu Marissa sangat antusias karena putra semata wayangnya akan berkunjung.
Edward tidak tinggal dirumah orang tuanya dia memiliki mansion sendiri. Dia hanya datang sesekali mengunjungi orang tuanya. Dan malam ini dia akan berkunjung.
Makan malam pun tiba terlihat meja panjang itu penuh dengan makanan padahal hanya 4 orang yang akan makan karena biasanya Aron selalu menemani tuan mudanya kemanapun.
"ibu senang sekali kau datang sayang" ibu Marissa tersenyum senang.
"iya ibu aku sedang tidak terlalu sibuk hari ini" jawab Edward.
"Bagaimana kabarmu Aron?" Ayah Kenzo bertanya kepada Asisten Aron.
"baik tuan, tuan dan nyonya sendiri bagaimana?" jawab Aron
"semuanya baik baik saja seperti yang kamu lihat" jawab ayah Kenzo.
"ayah ibu, aku ingin memberi tau sesuatu yang penting" Kata Edward sambil menikmati makanannya.
"oh ya? apa itu?" ibu marissa penasaran.
" aku akan menikah dua minggu lagi. Aku sudah melamar jadi kuharap ibu dan ayah merestui" jawab Edward tanpa basa basi.
__ADS_1
"apa? Dengan siapa? kenapa kau tidak memperkenalkannya dulu kepada ayah dan ibu baru melamar." protes ibu Marissa terkejut.
"sudahlah bukankah ayah dan ibu ingin aku menikah kenapa malah terkejut" jawab Edward.
"pernikahan itu hal yang sakral Edward jangan bermain main dengan itu" kata ayah Kenzo sejenak menghentikan makannya.
"aku sudah yakin dengan keputusanku" ucap Edward dengan tegas.
"Tapi siapa calon istrimu itu, pastikan dari keluarga baik baik!" tambah Ibu marissa pun tegas.
"dia gadis yang baik bu, ayahnya pemilik salah satu perusahaan tekstil dan Zhenghong sedang melakukan kerja sama dengan mereka" jawab Edward cuma asal supaya terdengar akrab.
"ya sudahlah yang penting kau sudah mau menikah. itu akan mematahkan rumor orang orang, kau tau banyak yang mengira kalau kau tidak normal, huuh...ibu sangat kesal karena itu" ucap Ibu Marissa.
Aron yang ada disitu cuma mendengarkan dia tidak ingin mencampuri urusan tuannya dia cukup tau diri, padahal Tuan dan Nyonya sudah menganggapnya seperti anak sendiri begitupun Edward.
******
sementara dirumah Bella kini mereka telah berkumpul diruang keluarga. Hari ini kakek sudah pulang dari rumah sakit setelah hampir 2 minggu dirawat. walaupun dia sudah sadar tapi masih tidak boleh terlalu bergerak dia pun hanya boleh memakai kursi roda.
"ayah ibu 2 minggu lagi Bella akan menikah dengan Tuan muda Edward, karena ayah sedang sakit kami belum memberitahumu" jelas ayah Hendra dengan hati hati tak ingin ayahnya terkejut syok.
"apa jadi cucuku sudah akan menikah. Tapi bagaimana bisa kenal dengan tuan muda Edward?" tanyanya heran.
__ADS_1
"sebenarnya begini ayah tuan muda telah banyak membantu kita melalui masalah. Jadi ketika dia melamar Bella kami tidak enak menolaknya apalagi Bella pun setuju saja." jawab ayah Hendra berbohong dia tidak mau kakek kembali sakit jika mengetahui yang sebenarnya.
"Ya sudahlah jika kau sudah mengambil keputusan. Dia anakmu kau yang berhak memutuskan baik dan buruknya" ucap kakek terlihat bahagia.
"akhirnya cucuku menikah juga. Tapi itu berarti dia akan meninggalkan kita sebentar lagi" kata nenek mengusap rambut Bella lembut terharu.
"nenek kenapa bilang begitu aku masih boleh pulang kemari" Bella seketika menangis memeluk neneknya.
Ibu pun menangis bagaimana tidak putri yang sangat mereka sayangi akan pergi. walaupun itu pernikahan tapi bagaikan sedang mengasingkan putrinya jauh bahkan tidak tau bagaimana nasibnya setelah usai pernikahan.
Arya hanya terdiam memikirkannya. Sedangkan Sanjaya dan Susi kini tersenyum lega karena terbebas dari amarah kakek dan hutangnya. sementara Jimmy yang baru tau sangat terkejut dan senang.
"jadi kak Bella akan menikah? apakah kau berpacaran dengannya?" tanya jimmi polos kepada Bella
"kau ini tau apa tentang berpacaran, jangan jangan kau sudah punya pacar ya?" jawab Bella meledek karena tak ingin ditanya lagi.
"ah kakak ini malah balik bertanya bukannya menjawab" Jimmy menjadi kesal.
"apakah dia tampan Bella? hah...?" tanya Rina juga baru mengetahui.
"Alla...paling juga cuma lelaki tua bertubuh gempal. Mana ada bos besar seperti itu muda dan tampan." kata Risya dengan sinis. sambil terus menggosok kukunya yang panjang.
"eh Risya jaga bicaramu kau tidak sopan sekali meledek saudara sendiri!" tegur Arya kepada Risya.
__ADS_1
"kakak sudahlah mungkin Kak Risya bercanda" Bella tidak mau pertengkaran kembali terjadi.
malam pun berlalu mereka kembali ke kamar masing masing.