
Bella berjalan keluar dari ruang kerja. Dia berniat kembali ke kamar namun terbesit sebuah ide dia pun berhenti dan berbelok menuju dapur.
"aku harus berkenalan dengan pelayan pelayan itu. Setidaknya aku harus mencari sekutu di rumah ini agar setidaknya aku tidak merasa sendiri" pikirnya sambil berjalan ke dapur.
Para pelayan yang melihatnya memasuki dapur dengan sigap menyambut. Mereka tidak mengira nyonya mudanya yang sangat cantik dan anggun sudi memasuki dapur.
"nyonya apa yang bisa saya bantu? apa anda butuh sesuatu?" ucap bu Marni yang segera menghampiri Bella.
"tidak ada apa apa, aku hanya tidak memiliki pekerjaan dari pada sendiri dikamar lebih baik disini lebih ramai" jawab Bella ramah tersenyum manis. Membuat para pelayan tersentuh.
"nyonya ternyata baik dan ramah ya!" ucap salah satu pelayan.
"iya ya kukira dia akan bersikap sombong, dia kan nyonya Zhenghong." ucap yang lain.
"sepertinya dia murah hati" berbagai pujian terlontar dari para pelayan yang melihat keramahan Bella.
"bolehkah saya ikut membantu?" tanya Bella serius.
"jangan nyonya tidak perlu, ada banyak pelayan disini mereka sudah dibagikan tugas masing masing" Bu Marni terkejut bahkan nyonya ingin membantu pelayan sungguh baik pikirnya.
"benarkah sayang sekali. aku merasa bosan tidak ada kerjaan" kata Bella.
"kalau nyonya mau dibelakang ada taman, nyonya bisa sedikit bersantai menghirup udara pagi" bu Marni memberikan ide.
__ADS_1
"kedengarannya bagus ya sudah, dimana tamannya?" tanya Bella.
"saya akan memanggil Lala dan Mita menemani nyonya" jawab bu Marni kemudian memanggil pelayan Lala dan Mita.
"mari nyonya ikut saya!" ucap pelayan Mita mempersilahkan.
Bella pun mengikuti ke dua pelayan itu menuju taman dan dia langsung terpanah melihat bunga bunga yang indah di sana.
"cantik sekali tamannya...banyak bunga" katanya. Pelayan hanya tersenyum mendengarnya.
Seketika dia memperhatikan bebrapa bunga. "wow... bukankah ini bunga aglonema yang langka, ibu pernah bilang ini sangat mahal sampai puluhan dan ratusan juta. Haa... mereka hanya menaruhnya diluar tanpa pelindung tapi tampak sehat dan segar" katanya dalam hati sambil membelai daun bunga itu.
"banyak sekali andai ibu ada disini dia akan menangis haru apa lagi bibi Susi bisa bisa dia mencabut semuanya dan mencurinya...hahaha..." Bella berangan.
"akhh... aku jadi merindukan mereka padahal baru sehari berpisah" Bella terhanyut dalam lamunannya sambil memandang seluruh sudut taman.
Tak ingin kembali bersedih dia pun menoleh kepada para pelayan yang dari tadi setia berdiri di sampingnya.
"hei kalian duduklah disini! kalian bisa kelelahan kalau berdiri terus" ucapnya kepada kedua pelayan itu.
"tidak apa nyonya. terimah kasih kami dini saja" jawab pelayan Mita. Mereka takut duduk berdampingan dengan nyonyanya, mereka tidak pantas menurutnya.
"ayolah duduk! itu perintah loh kalian tidak boleh membantah" ancam Bella menggoda pelayan supaya duduk.
__ADS_1
Pelayan Mita dan Lala saling pandang dengan wajah takut ketika mendengar kata 'perintah'. seketika terngiang kata kata pak jo pagi ini "turuti semua perintah nyonya muda jangan membantah kalau kalian masih ingin bekerja disini". Mereka pun terpaksa memberanikan diri duduk di kursi yang bersebelahan dengan yang diduduki Bella.
"gitu dong kan bagus, jangan terlalu sungkan kulihat kita seumuran jadi tidak ada bedanya kan" kata Bella santai sambil tersenyum.
"apa nyonya malaikat bagaimana bisa kami tidak berbeda, dia adalah ratu disini dan kami hanya hamba sahaya. Duduk begini saja sudah sebuah kehormatan" batin pelayan Lala.
"nyonya cantik luar dalam penuh kelembutan semoga dia selalu berbahagia. Aku sangat terharu karenanya" batin pelayan Mita.
" sudah berapa lama kalian kerja disini?" tanya Bella.
"kalau saya sudah hampir 2 tahun nyonya" ucap pelayan Mita.
"saya masih baru nyonya baru sekitar 4 bulan" jawab pelayan Lala.
"oh...gitu, o yah saya tidak melihat tuan dan nyonya besar" kata Bella.
"tuan dan nyonya besar ada dirumahnya hanya sekali kali mereka datang" ucap Mita.
"o jadi mereka punya rumah lain?" Bella kembali bertanya.
"nyonya tidak tau? Ini kan mansion pribadi tuan muda" jawab Lala.
"oh..." Bella baru tahu kalau ternyata rumah sebesar ini hanya dihuni mereka. Bella dan kedua pelayan itu pun terus berbincang bincang sampai jam sudah menunjukkan pukul 11 siang dan mereka pun beranjak dari taman karena hari mulai panas.
__ADS_1
Bella kembali ke kamarnya beristirahat. Dia merebahkan tubuhnya keranjang empuk king Zise di kamarnya. Tak lama dia pun mulai terlelap.