Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
kemesraan


__ADS_3

Bella meraih segelas jus yang tersedia di meja di meminumnya untuk mengalihkan rasa sakit di dalam hatinya. Bahkan rasa manis jus terasa hambar di tenggorokannya . Lidahnya menjadi keluh tak tau harus menanggapi apa.


Selena yang melihat kegusaran Bella dalam hati tersenyum penuh kemenangan. Entah kegilaan apa di dalam hatinya. Harus diakuinya Bella terlihat sangat cantik dan masih muda. Bella memiliki wajah cantik alami walau tanpa make up. Selena sangat iri padanya.


"maaf apa aku menyinggungmu , aku terbawa suasana tadi. hahaha..." Selena tergelak.


"tidak apa apa semua orang punya masa lalu" Bella mencoba menanggapi dengan santai.


"kuharap kita bisa berteman" Ucap Selena pura pura baik di dalam hatinya terus berkecamuk.


Setelah beberapa waktu berlalu mereka terlihat berbincang bincang. Selena dan Natasya terus terus bercerita satu sama lain seakan sengaja mengacuhkan Bella yang hanya diam menyimak. Tiba tiba Beberapa orang berjas masuk ke dalam resto.


"hai Leo kau disini" ucap Natasya pada seorang laki laki yang baru masuk.


"hai aku sedang ada pertemuan penting dengan Presdir Antonio" jawab Leo tapi matanya langsung tertahan melihat Bella. "cantik dan manis siapa ya?" pikirnya terus menatap Bella.


"ehmmm...." Natasya berdehem melihat Leo terus menatap Bella.


"ah...sebaiknya aku menuju ke mejaku, sampai jumpa, Selena Natasya dan...?" kata kata Leo terhenti dia sengaja ingin mengetahui nama Bella.


"namanya Bella" Natasya memberitahu.


"ah Bella nama yang cantik secantik orangnya" Leo tersenyum manis sambil berlalu menuju mejanya. Dia duduk sengaja menghadap ke mereka untuk lebih memperhatikan Bella.


Tak lama terlihat lagi beberapa pria yang masuk. Seketika semua orang menoleh memperhatikan. Edward dan Aron beserta sekretarisnya adalah lawan meeting Leo.


"Edward kau disini juga" sahut Ibu Marissa saat melihat Edward.


"aku ada meeting" jawab Edward singkat matanya melirik ke arah Bella dan Selena yang duduk bersama. "apa Bella sudah tahu tentang Selena." batinnya.


Edward pun berlalu tanpa mengucap apa apa bukannya tidak peduli tapi hanya ingin menghindari Selena. Bella semakin sedih saat Edward terlihat mengacuhkannya. Sedangkan Selena tersenyum tipis menyimpulkan hubungan Edward dan Bella tidak harmonis.

__ADS_1


Edward dan Aron terlihat menghampiri Leo, mereka terlihat saling berjabat tangan lalu asisten Leo menyodorkan sebuah berkas dan Aron menerimanya lalu memperlihatkan kepada Edward. Setelah beberapa menit terlihat Edward menandatangani berkasnya.


"terima kasih presdir" ucap Leo tersenyum senang. Matanya sesekali melirik ke arah Bella. Edward memperhatikan Leo dan melihat ke arah Leo menatap.


"siapa yang dia lihat apakah Bella?" seketika Edward menjadi kesal. "beraninya dia melirik istriku" batinnya.


Edward pun meraih ponselnya dia menelpon Bella. Sedangkan ponsel Bella yang dia taruh diatas meja terlihat bergetar karena terlalu dekat dengan Selena. Selena dan Natasya bisa melihat layar ponsel Bella terpampang foto Edward bertuliskan my lovely husband. Membuat mereka menoleh ke Edward.


Bella meraih ponselnya dan menjawab sambil menatap Edward yang berjarak beberapa meter. "halo"


"kemarilah" kata Edward lembut.


"baiklah" Bella pun menutup telponnya lalu menghampiri Ibu Marissa. "ibu aku ke sana dulu" ucapnya.


"hemm... Edward memanggilmu?" tanya ibu Marissa.


"iya bu dia menelponku tadi" jawab Bella tersenyum


"permisi ya aku kesana dulu" ucap Bella.


Natasya dan Selena hanya mengangguk pelan. Selena sangat iri melihat Bella menghampiri Edward, apalagi Edward terlihat tersenyum menatap Bella yang langsung duduk di sampingnya.


Leo terperangah melihat gadis yang di liriknya terlihat dekat dengan Edward. Mendadak hatinya jadi menciut.


"hai sayang kemarilah" ucap Edward pada Bella. Bella tersenyum malu mendengar kata sayang apa lagi di tengah orang banyak.


"Leo kenalkan ini Bella istri saya" Ucap Edward. Dia bisa melihat perubahan mimik wajah Leo seketika.


"oh nama saya Leo" ucap Leo menjadi gelagapan.


Edward pun terlihat mesra dengan Bella. Entah Edward sengaja menunjukkan kemesraannya kepada semua orang. Bella mendapat perlakuan itu hatinya menjadi campur aduk. Antara senang dan sedih memikirkan ucapan Selena.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun selesai. Edward dan Bella terlihat menghampiri ibu Marissa.


"ibu aku pulang dulu" ucap Edward.


"kau sudah selesai?" tanya ibu Marissa.


"sudah selesai" jawab Edward.


"ya sudah pergilah!" ucap ibu Marissa.


kau tidak ingin pulang bersamaku?" tanya Edward kepada Bella.


"aku pulang bersama ibu saja" jawab Bella tak enak meninggalkan ibu mertuanya.


"baiklah aku akan menjemputmu sebentar" Edward pun mengusap lembut puncak kepala Bella lalu berlalu.


"pengantin baru romantis ya..." ucap salah satu ibu arisan menggoda Bella.


"iya ya jadi ingat masa muda dulu. hahaha..." ucap yang laennya.


"ah mereka selalu begitu, lengket hahaha..." Ibu Marissa menambahkan. Bella hanya tersipu malu.


Selena yang melihat merasa terbakar di dadanya. Kesedihannya memuncak, ia meratapi kebodohonnya berselingkuh dari Edward. Saat itu dia sangat kesepian, Edward terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


Apalagi jarak yang memisahkan mereka, lalu dia mencari pelampiasan dan datanglah Felix laki laki selingkuhannya yang perhatian mampu memenuhi hasrat batinnya. Bahkan mereka tinggal bersama layaknya suami istri di apartmentnya.


Tanpa sepengetahuannya ternyata Aron mengetahui perselingkuhannya dengan Felix. Aron sengaja memberi ide agar Edward mau menyusul Selena ke luar negeri padahal itu hanya jebakan agar Edward melihat langsung sifat buruk Selena. Karena Aron tak berani memberi tahu langsung kepada Edward.


Sebenarnya di dalam hati Selena benar benar sangat mencintai Edward bahkan sampai sekarang namun Edward terlanjur menutup hati untuknya karena kecewa.


Hari menunjukkan hampir sore kegiatan Arisan ibu ibu itu pun berakhir. Kegiatan pamer berkedok arisan itu lah kenyataanya. Ibu ibu Sosialita mempunyai kesempatan memamerkan sesuatu entah itu barang mewah atau apa pun yang mereka banggakan.

__ADS_1


__ADS_2