
"Di sebuah perkampungan yang jumlah pendduk nya sedikit ramai sebuah rumah gubuk yang memprihatin kan tinggal lah dua orang anak bernama irpan dan syiffa yang tinggal dengan ayah nya, yang masih ber umur sepuluh tahun. ibu nya sudah lama meninggal dunia sewaktu mereka masih kecil.rumah yang atap nya tebuat dari daun yang banyak terdapat lubang\_lubang kecil pekarangan rumah sedikit semak tak terawat terlihat rumput\_rumput liar dan di halaman terdapat barang\_barang rongsokan seperti tiada penghuni nya..
malam nya irpan dan adik nya syiffa sedang belajar dengan penerangan yang seada nya karena tidak ada listrik dirumah nya, setelah nya merka istirahat yang terdapat tempat tidur yang lusuh dan selimut yang berlubang. mereka bersiap untuk tidur tiba_tiba sebuah tendangan di pintu membangun kan mereka, itu adalah ayah nya bernama Boga yang sudah pulang dalam keadaan mabuk berat, pak Boga hobi berjudi dan bermabuk_mabukan yang menyebabkan banyak hutang dimana_mana membuat anak_anak ikut menderita akibat ulah nya, dan sampai sekarang dia tidak dapat membuang perilaku buruk nya tersebut. setip kali anak nya bertanya atau menegur nya untuk berhenti dia pun menjadi gila membentak dan memukuli anak nya hingga lebam
, membuat mereka takut sekarang mereka sudah terbiasa dengan kelakuan ayah nya itu dan hanya bersembunyi di sudut ruangan tanpa suara.
Boga melihat anak nya yang tiada suara mendaratkan punggung nya berbaring seperti tidak ada beban. melihat ayah nya yang tertidur irpan dan ssyiffa merasa tenang dan mulai memejam kan mata,dan merikuk kedinginan.
pagi selanjut nya mereka bangun pagi_pagi bersiap untuk ke sekolah, tampa bersarapan apa pun hanya air putih, karena persediaan berasnya sudah habis Boga tidak tahu menahu akan anak nya makan atau tidak selama sebulan lebih tidak pernah memberi anak_anak nya uang atau berlanja keperluan rumah, yang dia pikir kan hanyalah dirinya dan kesenangan nya saja, selama berapa bulan itu irpan dan adiknya mencari_cari barang bekas dan dijual untuk mereka makan, sehari kadang hanya mendapat kan sepuluh ribu itu kadang irpan melakukan nya sampai malam.. irpan anak yang pintar dan rajin dia begitu menyayangi adik nya karena hanya adik nya yang dia punya dan peduli terhadap nya karena wajah adik nya mirip dengan allmarhum ibu nya..
__ADS_1
kakk...syiffa laper. rengek adik nya karena dari sore kamarin belum ada makanan yang masuk..
irpan menggosok kepala adik nya,,
yaudah kamu tunggu sebentar disini,, kakak akan belikan roti jangan kemana_mana,!! ucap irpan dan pergi menuju kantin sekolah..
syiffa duduk di bangku dekat halaman sekolah sambil tersenyum menunggu kakak nya yang akan membelikan nya makanan.
tak lama irpan datang henghampiri syiffa dengan sebuah roti di tangan nya, syiffa terlihat semangat melihat kkak nya sudah tiba..
irpan memberikan roti itu ke adik nya dan duduk di dekat adik nya..
cuman ini yang bisa kkak belikan cepat makan lah, sebentar lagi kelas akan dimulai, perintah nya kepada adik nya.
__ADS_1
syiffa membuka bungkus roti terlihat tidak sabar,, apakah ka ipan sudah makan? ucap nya sebelum menggit roti nya.. irpan tersenyum, udah kok tadi pas waktu dikantin. makan lah. ucup nya berbohong kepada adik nya karena tak mau membuat adik nya kawatir..
,,, TERIMA KASIH SUDAH SUDI MEMBACA JANGAN LUPA LIKE,,
KERITIK DAN SARAN NYA, DI KOMENTAR..
😊😊😊😊😊😊
__ADS_1