Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Sarapan


__ADS_3

.


.


Aneeta menceritakan Bagaimana ia bisa mulai mengingat satu persatu kenangannya bersama Haidar.


"Bagaimana kakak yakin jika aku masih bisa menerima kakak seperti dulu dengan masih menyimpan Sapu tangan yang aku berikan ??" Aneeta yang penasaran langsung nyerocos.


"Karna aku yakin saja. Selebihnya, jika kau memang tidak mau mengingat masa lalu ya sudah. Setidaknya aku bisa melihatmu bahagia."Balas Haidar.


"Apalagi waktu aku dengar kau akan menikah, aku hampir putus asa dan segera mengakhiri menunggumu, karna kau sudah bertemu pria yang tepat. Tapi ternyata Tuhan masih menyayangiku, Kau masih harus aku pertahankan."tambah Haidar.


"Jangan ingatkan hal itu.."Aneeta seketika tertunduk.


"Aku tau, semua ini tidak akan mudah kau terima. Tapi Kehendak Yang Maha Kuasa tidak boleh kau salahkan. Ambil hikmahnya, dan berusaha menerima semua yang terjadi. "Nasehat Haidar


"Aku masih terus berusaha kak.. Meski jika bertemu Akmal aku masih canggung sekali."Balas Aneeta.


"Lama-lama kau akan terbiasa. Sudah, kau istirahatlah, jangan menungguiku seperti ini."suruh Haidar


"Kakak juga istirahat.."Balas Aneeta. Haidar mengangguk seraya mengembangkan senyumnya.


Aneeta beranjak dan memilih tidur disofa panjang milik Haidar


"Disebelah kamarku ini ada satu kamar An, kau tidur saja disana."Ucap Haidar.


"Tidak mau. Aku mau menjaga kakak. Nanti kakak pingsan lagi kayak tadi."Balas Aneeta seraya membenahi posisi tidurnya.

__ADS_1


Akhirnya Setelah Aneeta terus menolak, Haidar menghentikan menyuruh Aneeta pindah. Ia kemudian berbaring perlahan dan hendak tidur juga.


Apalagi waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.


.


.


.


Aneeta terbangun saat matahari sudah tinggi dan bias mentari itu mengenai wajahnya. Perlahan Aneeta membuka matanya dan ia hampir terperajak saat merasa asing dengan tempat dimana ia berada.


setelah mengingat-ingat lagi Aneeta baru sadar jika ia sejak semalam memang tidak pulang dan menjaga Haidar. Namun kenapa jadi dia sekarang yang ada diatas ranjang ??Lalu Haidarnya kemana ??


Selang infus serta semuanya juga sudah bersih dari kamar itu.


Aneeta malah semakin bingung.


"Pas sekali, Nona baru bangun ya ?? Tuan sudah menunggu Nona untuk sarapan dibawah, Ini Bibi bawakan baju ganti kalau Nona mau membersihkan diri."Sang pelayan mendekati Aneeta dan menyodorkan sebuah paper bag pada Aneeta.


"Em.. Bik, tuan Haidar sudah dibawah ?? Apa dia sudah sembuh ??" Aneeta memastikan.


"Sepertinya sudah Nona.. mau bibi bantu membersihkan diri.nya ??" tawar pelayan itu.


"Oh.. Tidak usah, Terima kasih."Aneeta buru-buru membalas dan tak lama pelayan itu segera keluar dari kamar itu.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Aneeta kemudian segera turun.

__ADS_1


setelan kerja yang dibelikan Haidar sungguh pas sekali ditubuh Aneeta, Hingga Haidar yang melihat Aneeta turun dari tangga mengulas senyum tipisnya.


"Kakak memang sudah baik ?? Maksudku sudah sembuh ?? Kok sudah pakai setelan kerja ??" Tanyw Aneeta saat sudah didekat Haidar.


"Sudah.. Ayo duduk, kau belum sarapan kan ??"Ajak Haidar.


Aneeta patuh dan segera duduk.


Pelayan nampak menyiapkan sarapan mereka berdua.


"cepat makan. Kita ada mitting dengan Klien kan pagi ini ??" Ucap Haidar.


"Iya.. Aku sampai lupa.."Balas Aneeta cengengesan.


.


.


Dirumah Ibu Niken, Akmal juga tengah menikmati sarapan buatan Ibu Niken.


"Buk, Aneet tidak pulang pagi ini ??" Tanya Akmal.


"Mungkin dia langsung kekantor, dia juga belum mengabari Ibu.."Balas Ibu Niken.


"Anak itu senang sekali membuat Ibu kawatir.."Gerutu Akmal.


"Sudah, jangan difikirkan. Kau bilang akan mitting pagi, segera habiskan sarapanmu dan segeralah berangkat agar kau tidak terlambat."Tutur Ibu Niken. Akmal mengangguk setuju dan melanjutkan sarapannya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2