Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
pasti sangat enak


__ADS_3

.


.


Pagi harinya, meski merasa malas bertemu Akmal Namun Aneeta tak mau mengecewakan sang Ibu.


Selesai berias, Aneeta segera keluar dari kamarnya. Ternyata ibu Niken tengah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Akmal juga sudah duduk didepan meja makan.


"Ibu.."sapa Aneeta.


"Oh.. Kau sudah siap.. Duduklah.. Ibu buat sarapan kesukaanmu.."Balas Ibu Niken dengan lemah lembut.


Aneeta patuh dan segera duduk, bersebrangan dengan Akmal.


Aneeta memilih diam dan tak menyapa kembarannya itu, Ia kemudian meneguk susu yang telah disiapkan sang ibu hingga habis.


Ibu Niken mengeluarkan mangkok berisi bubur ayam dihadapan kedua anaknya.


"Wah.. Ini pasti sangat enak.."Ucap Akmal.


"Dicoba dulu.."


"Buk.. Tadi mama Marimar telfon dan memintaku keAmerika menjenguk papa..Papa kondisinya mulai tidak labil."Tutur Akmal sembari mulai menikmati bubur buatan sang Ibu


"pergilah kesana jika kau ingin Nak.. Biar bagaimanapun dia tetap Papamu."Balas Ibu Niken dengan santai.


Akmal melirik Aneeta, Namun Aneeta nampak tak peduli dengan obrolannya dan menikmati buburnya saja.


"Ibu tidak mau ikut ??" Tawar Akmal

__ADS_1


Ibu Niken mengembangkan senyum seketika. "Ibu bukan siapa-siapanya papamu. Jangan mengorek luka lama dihati mamamu Akmal.."


"Tapi Ibu kan juga terikat Anak dengan papa.. Adanya kami ini.."balas Akmal. Aneeta mulai menghentikan makannya dan ikut menatap sang Ibu.


"Iya memang, Tapi tidak untuk memberi perhatian. Kalau untuk mengurus kalian ibu siap-siap saja."ucap Ibu Niken.


Aneeta puas sekali dengan jawaban sang Ibu. Jujur didalam hati, Aneeta masih menyimpan rasa kesal dan marah pada sang papa. Apalagi setelah tau semua alasan-alasan yang begitu membuat Aneeta sangat ingin marah.


Aneeta mengakhiri sarapannya dengan meneguk air putih hingga tandas.


"Buk. Aneet pamit dulu ya.."Aneeta mencium tangan sang Ibu.


"Ah..iya Sayang, hati-hati ya.."Balas Ibu Niken.


Aneeta mengangguk dengan mengulas senyum.


"Kantor kita beda arah. Malah merepotkan nanti. Aku sudah pesan taksi online kok.."Balas Aneeta menolak secara halus agar jangan sampai mereka kembali berdebat.


Tak lama dari luar Chika masuk dengan sedikit berlari.


"mbak Aneet, Diluar ada Tuan ganteng."ucap Chika.


"Siapa tuan ganteng Chik ??" tanya ibu Niken.


"Em.. Atasanku buk.. Tuan Haidar. Mungkin dia mau beli kue lagi, dia kan biasa membeli kue dan dibagikan disemua karyawan."Balas Aneeta.


"Owww jadi yang sering dibilang Chika pelanggan tampan itu Dia " Ibu Niken terkekeh seketika.


"Iya buk..dia itu uuuuh.. Pria idaman deh.."Puji Chika.

__ADS_1


Hal itu membuat Akmal kepanasan sekali.


"Chika.. Sudah lah ayo keluar.."Ajak Aneeta yang segera menarik Chika untuk keluar.


Dan benar saja, Haidar sudah meminta pelayan toko lain membungkus beberapa kotak.


"An.. Mau berangkat kan ?? Sekalian denganku saja."Ucap Haidar saat sudah melihat Aneeta.


"Ini untuk karyawan lagi kak ??" Tanya Aneeta memastikan.


"Bukan.. Aku mau berbagi disepanjang jalan kita kekantor. Mau bantu ??" tawar Haidar .


"Mau banget kak.. kau ini memang baik sekali sejak dulu.."Puji Aneeta.


Haidar hanya tersenyum saja.


"Yuk.."Sopir nampak memasukkan semua kue yang dipesan Haidar didalam mobil. Bersamaan dengan Akmal yang juga mau berangkat.


"Tuan Akmal.. Menginap disini ya.."Sapa Haidar menyempatkan diri.


"Iya. Ini kan juga rumah saya. Dan dia itu adik saya."Balas aakmal menekan kata 'Adik' seraya menunjuk Aneeta dengan tatapan matanya.


Haidar tersenyum seketika. "Iya.. Mari kami duluan ya,"


Aneeta langsung masuk kedalam mobil diikuti Haidar. Sementara Akmal yang begitu kesal turut masuk kedalam mobilnya sendiri, bahkan ia sampai membanting daun pintu mobil dengan sangat keras.


.


.

__ADS_1


__ADS_2