Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Urusan pribadi


__ADS_3

.


.


"Tuan Akmal sepertinya sudah mulai bisa menerima kenyataan ya.."Ucap Haidar memulai percakapan didalam mobil.


Aneeta menghela nafasnya dengan panjang. "Semoga saja.."Balas Aneeta.


"Kenapa ?? Kau masih belum bisa ??" Timpal Haidar menerka.


"Bukan begitu kak. Kakak tau tidak, Semalam dia itu mengajakku berdebat. Entah bagaimana dia tau kalau kemarin malam aku menginap dirumahmu, Dan dia malah menuduhku yang bukan-bukan, aku kan jadi kesal sekali ."Celoteh Aneeta dengan mimik wajah Kesal..


Haidar terkekeh seketika. "Sudah jangan dibawa kesini kesalnya."


Aneeta mengatur nafasnya beberapa kali. "Maaf.."


"Jangan minta maaf.. Kita mulai berbagi.."Mobil berhenti disisi jalan dimana ada petugas kebersihan.


Haidar membuka kaca mobilnya dan menyodorkan kotak pada petugas itu.


"pak.. Ini..buat sarapan."


"Terima kasih tuan..Semoga Allah membalas kebaikan tuan.."balasnya. Haidar hanya mengulas senyum saja, kemudian menutup kembali Kaca mobilnya.Mobil kembali dilajukan, dan itu berlangsung sampai semua kue yang dibeli Haidar habis.


.


.


Haidar yang sedang fokus bekerja tiba-tiba dikejutkan dengan ponselnya yang berdering.


Haidar cukup heran, untuk apa Akmal menghubunginya ??

__ADS_1


tak ingin berprasangka buruk, Haidar segera menerimanya.


"Halo."


"Kita harus bertemu."ucap Akmal dalam sambungan panggilan..


"Jadwal pertemuan kita kan besok ?? Untuk apa kita bertemu ??" balas Haidar seraya bertanya.


"Bukan urusan Proyek. Urusan pribadi."balas Akmal menekan.


Haidar sangat yakin jika pasti mengenai Aneeta. "Baiklah. Tapi aku baru bisa keluar pas jam makan siang."


"Tidak masalah. Aku tunggu dicafe TR."


"Baiklah.."


Panggilanpun segera berakhir. Haidar hanya menggeleng pelan kepalanya. Akmal terlihat sekali masih berambisi dengan Aneeta.


.


.


Nampak Akmal sudah duduk menunggu. dan dengan segera pula Haidar mendekati Akmal.


"Maaf membuat anda menunggu."


"Akhirnya kau datang." balas Akmal. Haidar segera duduk dihadapan Akmal.


"Ada masalah apa ??" Haidar langsung menanyakan.


"Baiklah. Aku juga tidak mau basa basi."Akmal.menatap tajam Haidar.

__ADS_1


"Aku mau tanya denganmu, Apa kau menyukai adikku ?? Kenapa kau begitu dekat dengan dia ?? Dan kau.mudah sekali menerima dia kerja dikantormu, padahal kau terkenal sulit menerima karyawan."Akmal.mulai bertanya.


Haidar mengulas senyumannya."Aneeta adalah mantan sekretarismu, dan aku pernah melihat kinerja dia. Makanya aku langsung bisa menerima dia diperusahaanku. Untuk yang lain, sepertinya itu hanya dugaanmu saja. Kau masih belum bisa menerima kenyataan jika Aneeta hanya bisa kau jaga sebagai adik, bukan sebagai wanita yang kau cintai."balas Haidar dengan tenang.


"Jangan sok tau. Justru karna aku menganggap dia sebagai adikku sesungguhnya, makanya aku tidak mau jika adikku dekat dengan sembarang orang."balas Akmal dengan cepat.


"Apa anda fikir jika aku ini orang asing ?? Padahal kita sudah bekerja sama cukup lama loh.."Timpal Haidar


Akmal tak bisa menjawab lagi. Tangannya hanya terkepal saja. Haidar benar-benar sangat santai dengan obrolan mereka kali ini.


.


.


Aneeta membawa dua kotak makanan menuju ruangan Haidar. Ia hendak membagi makan siang dengan atasannya itu. Sebab sejak tadi Aneeta tidak melihat Haidar keluar dari ruangannya.


Beberapa kali Aneeta mencoba mengetuk pintu, namun ternyata tetap tidak ada jawaban. Hingga akhirnya Aneeta masuk saja dengan perlahan ia membuka pintu ruangan Haidar.


"Kemana Dia ??" gumam Aneeta keheranan.


Tak sengaja Aneeta melihat asisten Glad buru-buru Aneeta menghampirinya. "Gland.. Tuan Haidar kemana ??"


"Loh, saya fikir tuan perginya dengan anda Nona.."balas Gland.


"Pergi ??"Aneeta mengulang.


"Iya. Tuan pergi sejak tadi. Katanya ingin memenuhi undangan makan siang temannya. Saya fikir beliau dengan anda."terang Gland.


Aneeta masih diam dan mencerna perkataan Gland. "Tumben sekali kak Haidar tidak mengajakku ?? Apa dia teman spesialnya ??"Terka Aneeta didalam.hati.


.

__ADS_1


.


__ADS_2