
.
.
Hening seketika, Akmal susah payah menelan ludahnya beberapa kali. Baik Marimar maupun Fairuz keduanya menatap lekat Akmal seolah meminta penjelasan.
"Kalian dapat kabar itu dari mana ??" Ragu-ragu Akmal bertanya.
"Akmal.. Sebenarnya kau kenapa Nak ?? Kau tidak kekantor 3 hari belakangan ini, Kau kemana ?? Ada apa denganmu ??"Marimar mengeluarkan kegundahannya.
"Perusahaan Koleb Akmal. Kita rugi hampir 3 milyard. Sebagian penanam saham mulai mundur, Jika kau tidak berusaha membangunnya, Papa yakin sekali perusahaan akan bangkrut."Tambah Fairuz.
Akmal tak lagi menjawab. Ia langsung memutar tubuhnya keluar dari ruangan sang papa.
"Akmal !! tunggu !! Kau mau kemana lagi !!" cegah Marimar sembari berlinang air mata. Marimar tau betul apa penyebab putranya itu menjadi seperti itu.
"jangan tangisi tingkah anak itu. Dia seharusnya sudah bisa bersikap lebij dewasa untuk menyikapi semuanya. Jika hanya alasan Kebenaran antara dia dan Aneeta membuat Akmal seperti itu, Berarti Akmal benar-benar belum dewasa."Tutur Fairuz.
"Aku hanya takut, dia salah jalan pa..Kekecewaan dan kesakitan yang ia rasakan, pasti membuat fikirannya buntu."balas Marimar.
"Ini sudah beberapa bulan berlalu Marimar. Dia harusnya sudah mulai bisa terbiasa."timpal Fairuz.
"Aakhhj !!!" Fairuz memegangi dadanya. Biar bagaimana pun pria itu juga ikut merasa sakit saat melihat Putranya menjadi salah arah seperti itu.
"Istirahatlah. Aku akan coba kekantor melihat situasi disana."ucap Marimar setelah membantu Fairuz minum air putih.
Fairuz mengangguk mengerti. Ia hanya bisa menatap kepergian istrinya dan berdoa semoga apa yang ia kawatirkan tidak terjadi.
.
__ADS_1
.
Dijalan Akmal beberapa kali memukul stir mobilnya. Bisa-bisanya ia lalai dengan tanggung jawab yang begitu lama ia emban. Kekalutan nampak sekali diwajah Akmal kali ini.
"Bodoh !!! Bagaimana aku bisa lupa !!! Akkjhh !! Sial !!!"umpat Akmal dengan kekesalan.
.
.
Tiba dikantor, Akmal langsung berlari masuk. Ia tak lagi peduli dengan para karyawannya yang menatap dirinya, Sebab Akmal hari itu hanya menggunakan setelan kaos dan celana pendek, bukan pakaian kerja.
"Tuan.. Tunggu !!" coky memanggil Akmal yang hendak masuk kedalam lift.
"Ada apa ??" tanya Akmal dengan wajah serius.
"Para pemegang saham sedang mengadakan rapat darurat tuan. Jika hari ini anda tidak datang diacara rapat, semua akan mengambil saham mereka."Tutur Coky.
Ceklek..
Semua mata menatap Akmal yang masuk dengan serius menatap satu persatu pemegang saham diperusahaannya.
"Akhirnya anda datang tuan."salah satu direktur mulai.bicara.
"Ada apa ini ?? Kenapa mengadakan rapat tanpa saya !!" Sentak Akmal.
"Seharusnya kami yang bertanya. Sebagai pemimpin dimana tanggung jawab anda !! Tendder anda ditolak, dan anda telah gagal serta kami.mengalami kerugian. Jika saja anda tidak gegabah menggagaskan tendder yang belum matang itu, kita tidak akan rugi sampai seperti ini !!" Terang salah satu pemegang saham.
"Kami sudah menghubungi anda 3 hari yang lalu tuan. Bahkan Kami sudah mengirimkan beberapa berkas kerumah anda. Tapi sama sekali tidak anda respon."Tambah yang lain.
__ADS_1
"Kami tidak mau menanggung terlalu lama. Kami ingin mengambil saham kami saja."Cerocos yang lain lagi.
Tangan Akmal terkepal kuat saat semua mulai berbicara setuju dengan keputusan mereka.
Brakkk !!!
Seketika riuh suara terhenti dengan menatap dimana Akmal menggebrak meja, tatapannya mengarah pada semua pemegang saham dikantornya.
Semua nampak tegang dan begitu ketakutan. Sebab selama ini Akmal dikenal sangat hangat dan nyaris tidak pernah marah apalagi seperti itu, namun hari itu, tatapan tajam dan penuh kebencian terlihat jelas disana.
.
.
.
Assalamualaikum..
Kakak readerku.. Maaf ya, Otor jarang up mungkin udah hampir 10 harian ya πππ
Allhamdulillah.. Otor lagi ngurusin bayi dan juga belum lama bersalinπ€π€
Jadi rada sibuk dan belum ada waktu πππ
Insya Allah bakal otor usahain tetap up ya, meski nggak bisa janji.
Terima kasih untuk yang terus setia dikarya amburadol otor remahan ini πππ
Wassalamualaikum
__ADS_1
.
.