
.
.
Aneeta terduduk didepan jendela yang berjeruji besi. Menatap gelapnya hutan dimana ia berada. Aneeta sama sekali tak menyangka jika ada rumah besar ditengah hutan seperti itu.
Sesekali Aneeta mengusap air mata yang mengalir dikedua pipinya. Kesedihan terdalam kini dirasakan Aneeta. Akmal, pria yang dulu begitu mrnyayanginya dan bahkan tidak mau melihat Aneeta menangis kini telah berubah dalam segala hal. Bahkan sifat dan sikapnya pun berubah menjadi sosok Asing yang Sangat Aneeta takuti.
"Haidar.. Bisakah kau menemukan aku.. Segeralah datang..aku mohon.."Rintih Aneeta dalam tangisannya.
Terdengar pintu terbuka. Namun Aneeta tak begitu peduli. Ternyata Akmal dan seorang pelayan yang masuk dengan nampan berisi makanan.
"Sayang.. Waktunya makan malam.. Kita makan malam sama-sama ya.."Ajak Akmal menyiapkan meja dikamar luas itu.
Aneeta terdiam dan tak menjawab ia terus menatap keluar jendela.
Pelayan sudah selesai meletakkan makanan diatas meja dan langsung keluar.
Akmal menghampiri Aneeta dan memegangi pundak Aneeta. Reflek Aneeta segera menghindar dengan mimik wajah ketakutannya.
"Kenapa sayang ?? Kau terkejut saat kupegang ??" Ucap Akmal tanpa berdosa.
Aneeta mengatur nafasnya beberapa kali, namun linangan air matanya tak berhenti. Apalagi saat membalas tatapan Akmal yang bagi Aneeta cukup menakutkan.
"Kenapa kau menangis sayang.."Akmal hendak mengusap air mata Aneeta. Namun dengan cepat Aneeta menghindar.
__ADS_1
Melihat itu Akmal tersulut emosi. "Kenapa kau menghindar ??"
Aneeta lagi-lagi tak menjawab.
"Kenapa ??!!!" bentak Akmal.
Aneeta seketika memejamkan kedua matanya.
Akmal pun menarik paksa lengan Aneeta dan menyeret Aneeta untuk duduk.
"Aaahhh.."pekik Aneeta yang kesakitan sebab cengraman tangan Akmal yang kuat.
"Duduk dan diam !!!" kembali bentakan dilayangkan Akmal.
Tubuh Aneeta kembali bergetar dengan sikap Akmal barusan.
"Ini.. Aku buatkan makanan kesukaanmu.. Ayo coba, "Akmal mulai mengambilkan sup kesukaan Aneeta sejak dulu.
"Baiklah.. Buka mulutmu.. Aaaaa..."Akmal menyuapi Aneeta. Aneeta tetap menutup mulutnya.
"Ayolah sayang.. Jangan membuatku marah lagi.."Ucap Akmal. Meski sedang tak menginginkannya Aneeta akhirnya membuka mulutnya.
"Nah.. Seperti itu, Enak kan ?? Nanti setelah kita menikah aku akan sering-Sering memasakkannya untukmu."Tambah Akmal penuh semangat.
"Mau lagi ?? Aku suapi lagi ya.."Tawar Akmal.
__ADS_1
Aneeta segera menggeleng. "Aku akan makan sendiri.."ucap Aneeta suaranya parau terdengar mungkin karna ia terlalu banyak menangis.
Akmal tersenyum lebar dan ia menikmati makanannya dengan senang tanpa peduli akan aneeta yang terus menahan tangisnya.
Tengah malam, Aneeta yang tidak mau tidur diatas ranjang yang telah dihias, tertidur disofa panjang disisi kamar itu.
Saking ketakutannya, Aneeta sampai mengigau dan menangis dalam tidurnya.
Akmal yang hendak tidur dikamar sebelah setelah melihat persiapan besok bisa mendengar suara Aneeta. Buru-buru Akmal masuk, dan ia melihat dengan jelas Aneeta yang meringkuk tidur disofa dan mengigaau serta menangis.
Jujur dalam lubuk hati Akmal yang terdalam ia begitu nyeri sekali melihat keadaan Aneeta kali ini. Sampai Aneeta kini malah menjadi takut padanya.
Perlahan Akmal mendekati Aneeta dan hendak mengusap kepala Aneeta. Namun urung ia lakukan.
"Maafkan aku An.. aku memang bersalah telah menculikmu hingga kau jadi ketakutan seperti ini... Tapi aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu.. Aku hanya mencintaimu An.. Sampai kapanpun.."Gumam Akmal dalam derai air matanya.
Namun Akmal seketika kembali berubah marah saat Mendengar rintihan Aneeta dalam tidurnya saat Aneeta memanggil nama haidar.
"Kak Haidar.. Aku mohon datanglah.. Aku takut sekali.. Aku mohon.."
Akmal langsung berdiri dan segera meninggalkan Aneeta.
Tiba dikamarnya. Akmal meluapkan amarahnya dengan mengobrak abrik seisi kamar. Teriakan dan suara barang jatuh bisa terdengar dari luar. Akmal benar-benar telah dibutakan oleh gelapnya sebuah Cinta yang salah.
.
__ADS_1
..