
.
.
Entah karna sudah tau Siapa sebenarnya Haidar atau memang Aneeta mulai terbiasa, Hari itu Aneeta nampak begitu akrab sekali dengan Haidar. Bahkan sesekali mereka terlibat candaan hingga menimbulkan saling lempar tawa satu sama lain.
Akmal yang memang ada digedung dimana Semua pembisnis akan mitting bersama melihat Aneeta yang begitu akrab dengan Haidar.
Entah rasa cemburu atau memang tidak suka, Akmal memperlihatkan mimik wajah tak bersahabat dengan tatapan tajam.yang ia arahkan pada Aneeta dan Haidar.
Haidar yang sadar akan adanya Akmal segera menghentikan langkahnya dan menyapa Akmal dengan Ramah.
"Pagi tuan Akmal.. Anda sudah tiba dari tadi ya ??"
Akmal tak menjawab sapaan Haidar melainkan ia beralih pada Aneeta yang hanya diam.
"Kenapa kau semalam tidak pulang ??"
"Aku..aku menginap dirumah Caca."balas Aneeta berbohong. Haidar pun hanya bisa diam saat tau Aneeta berbohong.
"Kau tidak kasihan pada Ibu ?? Dia menunggumu semalaman.."cerocos Akmal.
"aaku sudah memberitau ibu.. Tidak mungkin Ibu menungguiku."timpal Aneeta.
"Dan itu kenyataannya. untung semalam aku menginap disana. Setidaknya Ibu tidak kesepian."Ucap Akmal yang kemudian segera meninggalkan Aneeta dan Haidar masuk keruangan terlebih dahulu.
Aneeta ingin protes namun akmal keburu pergi.
__ADS_1
"Maaf ya, karna menungguku Kau sampai mengabaikan Ibumu.."Ucapan Haidar membuyarkan Pandangan Aneeta
"Tidak apa kak.. Aku tau, Akmal memang tidak suka kita dekat."balas Aneeta.
"Kau tau dari mana ??" Tanya Haidar
"Sudahlah.. Kakak bisa terlambat nanti. Ayo.."Tanpa sadar Aneeta mengaet lengan Haidar dan menarik pria itu masuk kedalam ruangan dimana semua Pembisnis sudah menunggu.
.
.
"Kakak hebat sekali aku yakin proyek kakak kali ini akan goal.."Puji Aneeta saat keduanya selesai mitting.
"Semua berkat kau An.. Aku sangat beruntung memiliki sekretaris sepintar kau.."Balas Haidar yang mengacak pelan rambut Aneeta penuh kasih sayang. Aneeta tersenyum lebar tanpa menolak.
"Kak.. Kita makan siang yuk, Banyak sekali yang ingin aku tanyakan.."Aneeta menggandeng lengan Haidar tanpa ragu.
"Ide bangus.. Aku juga merindukan mereka.."Balas Aneeta lagi. Keduanya saling berbalas senyum dan akhirnya melangkah bersama.meninggalkan gedung besar itu.
Dari sudut lain Akmal ternyata tengah memperhatikan kedekatan Aneeta dan Haidar yang mulai nampak sangat akrab.
"Bagaimana Bisa Aneeta cepat akrab dengan pria itu ?? Apa dia sengaja ??" Gumam Akmal.
"Aku harus segera mencari tau.."tambah Akmal yang memilih membuntuti Aneeta dan Haidar.
.
__ADS_1
.
Aneeta dan Haidar tiba disebuah panti dan anak-anak panti nampak antusias menyambut k3datangan mereka.
Sopir membantu Aneeta dan Haidar membawa kotak-kotak makanan yang banyak untuk semua penghuni panti.
Senyum bahagia terlihat jelas diwajah anak-anak panti hingga mereka juga turut serta membantu Aneeta dan Haidar membawa kotak makanan itu.
"Hari ini kita makan bersama ya.."Ucap Haidar.
"Sama kakak cantik kan kak ??" Tanya salah seorang anak.
"Tentu saja.. Ayo masuk.. Awas jangan banyak-banyak bawanya biar Kakak yang bawa.."Timpal Aneeta penuh antusias juga. Hingga akhirnya mereka beriringan masuk kedalam.
"Ya ampun Haidar.. Kenapa tidak memberitau Ibu jika mau datang.."Ucap Ibu Lidia.
"Sengaja buk, Mumpung longgar kerjaannya."balas Haidar.
"Nak Aneeta, apa kabar.."sapa Buk Lidia.
"Baik sekali buk.. Ibu juga baik kan ??" Balas Aneeta dengan ramah.
"Tentu saja.. Terima kasih waktunya ya, mau mengunjungi anak-anak.."ucao Ibu Lidia.
"Kakak.. Ayo makan.."ajak seorang anak kecil perempuan pada Aneeta.
"Ah iya. Ayo buk. Kita makan siang sama-sama."Aneeta tak lupa mengajak Ibu Lidia juga. Mereka nampak begitu bahagia makan bersama.
__ADS_1
.
.