Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
siapa itu ??


__ADS_3

.


.


Haidar berkendara dengan kecepatan tinggi. Untung saja malam itu Jalanan sepi, jadi mobil Haidar dan beberapa anak buahnya bisa leluasa membelah jalanan untuk segera menjemput Aneeta.


"Semoga saja dia tidak lebih nekat."Gumam Haidar yang begitu serius.


.


.


Sengaja, Haidar dan rombongannya berhenti cukup jauh agar jangan sampai disadar oleh Akmal dan rombongannya.


"Tuan.. Kita akan langsung bergerak atau bagaimana ??" Tanya Gland saat mendekati Haidar yang terus menatap rumah itu.


Haidar tersadar seketika dari lamunannya. Dan menatap Gland. "Sesuai rencana Awal saja."Ucap Haidar.


Gland yang mengerti langsung menyusun anak buahnya untuk segera berpencar.


Haidar dengan tenang melangkah mendekati rumah pondok yang telah selesai dihias layaknya sebuah gedung untuk acara pesta.


"Kau benar-benar sudah gila Akmal.."Gumam Haidar lagi. Ia terus melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


.


Brakkk !!!


Suara benturan cukup keras terdengar hingga membuat anak buah Akmal terjaga dari tidurnya. Mereka semua langsung mencari sumber suara apa itu.


Aneeta yang juga bisa mendengar suara benturan itu turut terbangun.


"Suara apa itu ??" Gumam Aneeta seorang diri. Buru-buru Aneeta berlari menuju jendela jeruji dan membukanya. Mata Aneeta mengedar kesamping dimana ruangan depan berada, Terlihat sebuah mobil menghantam keras tiang pilar dirumah pondok itu.


"Siapa itu ??" Tanya Aneeta pada dirinya sendiri.


.


.


Akmal langsung berlari keluar, ia sama sekali tidak menyangka jika tempat persembunyiannya dapat diketahui oleh Haidar, Akmal langsung tau jika yang menyerang adalah haidar setelah melihat Gland yang tengah bertarung dengan anak buah bayarannya.


"Sialan !!" umpat Akmal saat tak mendapati Haidar. Akmal berlari masuk kedalam, dan benar sesuai dugaannya, Kamar Aneeta sudah terbuka dan Aneeta tak didapati didalam kamar.


"Aaakkhhh !!! Sial !!!! Awas kau Haidar !!!!" Teriak Akmal penuh emosi. Ia mengambil pistol dilaci kamarnya dan bergegas mengejar Haidar melalui pintu belakang.


Akmal bisa melihat Haidar dan Aneeta yang berlari cukup jauh.

__ADS_1


"berhenti kalian !!! Sialan !!!" Teriak Akmal yang telah kalap. Ia membidikkan pistol kearah Haidar.


Dorr !!!


"Haidar..."Aneeta sangatlah terkejut, saat Lengan Haidar terserempet Peluru dari Akmal.


"Segeralah masuk kedalam mobil. Aku akan memberi Akmal pelajaran."Perintah Haidar pada Aneeta.


"Tapi kau bagaimana ??!! Lenganmu ?!!" aneeta sangat kawatir.


"Aku tidak apa-apa. cepat masuk !! Yang dia inginkan adalah kau.. Cepat !!!" Haidar sedikit mendorong Aneeta agar segera masuk kedalam mobil. Meski tak tega meninggalkan Haidar, namun Aneeta juga tidak mau membangkang, ia pun segera masuk kedalam mobil Haidar dan segera menguncinya.


Haidar yang telah memastikan Aneeta aman, segera membalikkan tubuhnya dan benar saja,Akmal sudah tepat dihadapannya.


"Beraninya kau menculik pengantinku, apa belum cukup kau merampok kantorku hah !!!?" Ucap Akmal berapi-api.


"Kau benar-benar sudah gila Akmal. Aneeta itu kembaranmu, bagaimana bisa kau mau menikahi dia ?? Otakmu hilang atau memang kau sengaja ?!!"Balas Haidar tanpa takut.


"Kau terlalu banyak omong !!" Akmal berlari menyerang Haidar membabi buta. Pertarungan tak terelakkan. Tendangan dan pukulan terus saling mereka layangkan, seolah sama-sama kuat, keduanya belum ada satupun yang tumbang ataupun terluka. Akmal memang tidak bisa diremehkan, ia juga begitu pandai dalam dunia bela diri.


Aneeta yang melihat dua pria dihadapannya bertarung begitu cemas dan ketakutan. "Ya Tuhan.. Aku mohon.. Sadarkan Akmal agar jangan sampai ada korban.."Doa Aneeta.


.

__ADS_1


.


__ADS_2