Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Makan malam bersama diluar


__ADS_3

Aneeta menatap kepergian pria berjas tadi. Senyuman pria itu begitu membuat Aneeta mengingat seseorang. Tapi siapa Aneeta sendiri masih bingung dan lupa.


"Hey.. Melamun terus.." Tegur Caca yang entah sejak kapan sudah disitu.


"Apaan sih kalian.. Mengejutkanku.."Aneeta berbalik badan melihat Ketiga temannya yang entah sejak kapan sudah disana.


"Hayo.. Kau memperhatikan pria tampan tadi kan.."Goda Melly


"Apaan sih,"Wajah Aneeta bersemu merah.


"An, kau kan sudah punya pacar ingat loh.."Tambah Zia.


"Iya..iya. Aku hanya seperti pernah melihat pria itu. Tapi aku lupa kapan dan dimana."Balas Aneeta.


"mantan mungkin ??" Celetuk Caca.


"Sembarangan.."Sanggah Aneeta dengan cepat.


"An.. Kita mau makan siang Cake aja sama kopi ya.."Ucap Mely.


"Baiklah.."Aneeta mengarahkan mata pada Chika.


"Chika ambilkan cake pelangi sama Kopi ya.."Pinta Aneeta.


"Siap kak.."Chika segera membuatkan.


"Toko kue ibumu semakin rame aja ya An.."Ucap Caca yang melihat orang silih berganti membeli kue kering, maupun basah. Bahkan ada yang sengaja ingin menikmati disitu dengan minum kopi seperti mereka.


"Iya. Allhamdulillah, Setidaknya aku dan Ibu masih diberi rezeki banyak."Balas Aneeta.


"Kalian nikmati dulu santainya ya.. Aku mau melayani mereka, Aneeta segera beranjak dari duduknya dan melayani pelanggan.

__ADS_1


.


.


Dikantor, Ponsel Akmal berdering hingga beberapa kali. Tanpa melihat ponselnya, Akmal menerima panggilan masuk itu.


"Akmal..Kau lembur tidak malam ini ??" Tanya sang Mama. Ternyata yang menghubungi Akmal adalah mama Marimar.


"Tidak ma.. Ada apa ??" Tanya Marimar.


"Mama sengaja mau mengajak Aneeta dan Ibunya untuk makan malam bersama diluar. Ini kan hari ulangtahun papa.."tutur Marimar.


"Papa saja tidak dirumah ma, untuk apa dirayakan."Timpal Akmal.


"Akmal jangan begitu. Dia tetap papamu nak.."Balas Marimar dengan suara sendunya.


Akmal hanya membuang nafasnya dengan malas. Membicarakan papanya sama saja membuat Akmal begitu kesal.


"Aku coba tanyakan Aneeta dulu ma. Dia bisa atau tidak."Balas Akmal.


"Baiklah mama tunggu kabarmu sayang.. Bye.."Panggilan diakhiri oleh Mama Marimar..


.


.


.


Dan karna Aneeta sudah setuju dengan ajakan Akmal. Kini Aneeta dan dan Ibu Niken tengah dijalan menuju restoran yang sudah diberitaukan oleh mama Marimar.


Saat tiba dan hendak masuk kedalam, Ibu Niken terdiam sesaat seolah mengingat sesuatu. Hingga genggaman tangan Aneeta membuyarkan lamunan Ibu Niken.

__ADS_1


"Ibu Kenapa ??" Tanya Aneeta.


"oh.. Tidak."balas Ibu Niken dengan cepat


"Mari buk kita masuk, Mama sudah menunggu didalam. Ayo sayang.."Ajak Akmal yang kemudian melangkah lebih dulu. Lalu kemudian diikuti Aneeta dan Ibu Niken.


Saat terlihat sang Mama Akmal segera mendekati. Senyum bahagia terlihat jelas diwajah mama Marimar saat tamunya sudah datang.


"Selamat datang IbuNiken.."Sapa Mama Marimar


"Malam Nyonya.."Balas Ibu Niken.


"Ibu Niken.. Kan saya sudah bilang jangan panggil seperti itu, kita kan akan menjadi besan.. Panggil Marimar saja. Ok.."Tutur Marimar.


Ibu Niken hanya tersenyum menunduk.


"Mama sudah dari tadi ??" Tanya Aneeta.


"Tidak sayang.. Mama baru juga datang. Aahh,,Aneeta kau cantik sekali.. Ayo..ayo duduk, Pesanan sebentar lagi datang.. Ayo Ibu Niken silahkan."Mama Marimar mempersilahkan dengan begitu antusias.


Tak lama hidangan pesanan Mama Marimar keluar semua hingga meja nampak begitu penuh.


"Kenapa Anda memesan makanan sebanyak ini Mamanya Akmal.. Apa kita akan habis sebanyak ini ??" IbuNiken mengganti panggilannya.


Marimar menjawab dengan mengulas senyum. " sesekali kan tidak apa Ibu Niken.. sejujurnya ini perayaan Ibu Niken. Karna hari ini ulangtahun suami saya"


Senyum Ibu Niken perlahan luntur. Bagaimana. Sama ?? Batin Ibu Niken.


.


.

__ADS_1


__ADS_2