
.
Aneeta diantar pulang oleh Haidar saat sore hari. Lambaian tangan Aneeta mengiringi kepergian mobil Haidar.
Segera Aneeta masuk kedalam. Ia sesekali menyapa pelanggan toko dan juga ketiga karyawan toko sang Ibu.
"Mbak Aneet, baru pulang ?? Sejak kemarin kok Chika nggak lihat sih ??" tegur Chika.
"kan aku kerja Chik, aku masuk dulu ya capek.."balas Aneeta yang segera masuk kedalam.
"Kau sudah pulang Nak.."Sambut Ibu Niken.
"Iya buk.. Maaf ya, semalam Aneet kasih kabarnya mendadak."Aneeta segera mencium tangan Ibu Niken.
"Tidak apa.. Ibu yakin pasti kau sudah memikirkan semuanya.."balas Ibu Niken.
"Ibu mau masak apa ?? Aneet bantu ya ??" tawar Aneeta.
"Mandilah dulu.. Kau terlihat lelah,"
"Nanti saja buk.. Ayo aku bantu.."Aneeta melangkah lebih dulu kedapur dan langkahnya harus terhenti saat melihat Akmal yang memotong sayuran.
__ADS_1
"Kau ??"
Akmal menoleh seketika. Lalu mengulas senyum. "sudah nemenin Tuan Haidarnya ?? Kenapa sih harus bohongin ibu nginep ditempat Caca, padahal kau bersama Pria itu semalaman."
Aneeta terkejut sekali, bagaimana Kembarannya itu tau jika Aneeta semalam tidur dirumah Haidar.
"Itu bukan urusanmu. Lagiani kenapa kau terus-terusan disini ??"balas Aneeta.
"Memangnya tidak boleh ??! Ibu kan juga Ibuku.."Timpal Akmal tak mau kalah.
Aneeta hanya mendegus saja. Lalu ia memilih mencuci piring saja.
"kau ini gatel sekali sih, sampai mau-maunya disuruh menginap ditempat seorang pria ??! Bahkan dulu saja saat denganku kau selalu menolak aku ajak menginap.."Celoteh Akmal seraya terus memotong sayuran. Aneeta masih memilih diam, dan meneruskan pekerjaannya.
Pranggg !!!
Akmal terperajak seketika, Dan menoleh kearah Aneeta.
Aneeta pun langsung menatap Akmal dengan tatapan tak sukanya sembari berkacak pinggang.
"Kau ini kenapa seperti itu ??! Mau membuatku jantungan ??!"protes Akmal.
__ADS_1
"Seharusnya aku yang tanya !!! Kenapa kau menghina adikmu sendiri seperti itu ??!! apa seburuk itu aku dimatamu ?? Apa kau tau alasan kenapa aku sampai menginap disana ??!! Sebenarnya kau ada masalah apa sih kak denganku ??!! Aku mulai bisa menerima kau sebagai kakakku, Lalu kenapa kau selalu mencampuri urusanku ?!!" Aneeta meluapkan kekecewaannya.
"Ini ada apa kok ribut-ribut ???" Ibu Niken menegur keduanya saat mendengar dari dapur Kue.
"Buk.. Bicaralah dengan anak laki-laki ibu itu, Kita sama-sama sudah dewasa. Tidak perlu saling mencampuri urusan masing-masing. Mengingatkan, boleh-boleh saja. Tapi jika terus ikut campur seperti itu aku tidak tau aku sanggup atau tidak.."Aneeta lalu pergi setelah berkata demikian. Ia tidak mau semakin emosi jika sampai ada dihadapan Akmal.
Ibu Niken hanya bisa menatap kepelrgian Aneeta. Sangat sulit sekali membuat mereka akur.
"Buk.. Maaf ya, Aku sudah membuat Aneeta bicara kasar sama Ibu."ucap Akmal.
Ibu Niken pun malah mengulas senyumnya. "Tidak apa. Lain kali, jika kau ingin mengingatkan Pelan-pelan saja bicaranya."
"Akan Akmal coba.." balas Akmal. Ia pun segera melanjutkan memasak lagi dengan dibantu Ibu Niken.
.
.
Didalam kamar, Aneeta membanting tubuhnya diatas ranjang. "Aku yakin dia memang sengaja melakukan ini, agar Ibu marah padaku ??! Ada apa sih dengan Akmal itu.. Benar-benar membuatku jengah !!"Aneeta menutupi wajah dengan bantalnya.
"Apa dia membuntutiku ?? bagaimana Dia bisa tau aku menginap dirumah Kak haidar, "Aneeta terus bicara pada dirinya sendiri.
__ADS_1
.