
.
Setelah memastikan sang mama tertidur, Akmal kembali kekamarnya. Lelah fikiran, lelah badan yang kini dirasakan Akmal.
Akmal melangkah pelan menuju tangga. Namun pelayan segera mencegahnya.
"Tuan..Tuan tidak makan malam dulu ?? Bibi sudah siapkan.."
"Aku mandi dulu bik. Nanti aku akan makan."Balas Akmal yang segera menapaki anak tangga.
Tiba dikamar ponsel Akmal berdering. Sudut bibir Akmal terangkat saat melihat nama Aneeta disana.
"Halo sayang.."
"Halo.. Bagaimana keadaan mama ??"tanya Aneeta. Iya, Akmal tadi beralasan jika sang mama tiba-tiba sakit mendadak.
"Mungkin mama kecapekan. Sekarang beliau sudah tidur. Maaf ya, aku tidak menemanimu menjaga Ibu "Ucap Akmal.
"Syukurlah jika mama tidak sakit serius. Kau kenapa minta maaf. Mama juga penting. Lagian Ibu sudah mulai siuman kok. Dan HBnya sedikit naik. kalau besok pagi sudah normal dokter bilang Ibu sudah bisa pulang. Jadi kau jangan terlalu kawatir begitu."Terang Aneeta.
"Iya.. Kau juga harus jaga kesehatan ya, membuat skripsi akhir itu sangat melelahkan."Pesan Akmal.
"Pasti.. Kau juga istirahat lah. Aku tutup panggilannya." dan dijawab anggukan oleh Akmal. akhirnya panggilan diakhiri keduanya.
Akmal langsung menuju kamar mandi saja. Membersihkan diri supaya tubuhnya segar dan fikirannya juga tidak panas lagi akibat ulah sang papa.
__ADS_1
.
.
Pagi hari, Aneeta tengah menyuapi Ibu Niken. "An, Ibu sudah kenyang. Sudah ya.."Ucap Ibu Niken
"Ibu.. Baru saja dua suapan. Ibu harus makan banyak biar nggak lemes.."Balas Aneeta.
"Tapi mulut Ibu pahit An.. Makanannya juga tidak enak.."Timpal Ibu Niken.
"Memang orang sakit mulutnya pahit Ibu.. Sudah ya, pelan-pelan saja makannya asal habis.."Ucap Aneeta dengan telaten .
"Ibu.." Suara beberapa orang masuk keruangan Ibu Niken
Aneeta dan Ibu Niken menatap kearah pintu. Nampak Caca, Mely dan Zia masuk kedalam.
"Hanya kecapekkan kok Nak.. Kalian kenapa repot-repot bawa begituan.."Balas Ibu Niken saat ketiganya meletakkan parcel buah dan parcel makanan.
"Hanya buah buk tidak apa-apa."timpal Zia.
"Kalian sudah kerumahku ya ??" tanya Aneeta.
"Iya. Chika baru buka toko. jadi hari ini kau tidak kuliah An ???"Mely memastikan .
"Mau bagaimana lagi. Ibu masih sakit begini, mana tega aku meninggalkan Ibu."Balas Aneeta.
__ADS_1
"Kau kuliahlah An, Ibu tidak apa-apa sendiri."Tambah Ibu Niken.
"Ibu jangan begitu.. Sudahlah Ibu istirahat saja."Balas Aneeta. Lagi.
Akhirnya mereka sama-sama berbincang sebentar sebelum ketiga teman Aneeta kekampus.
.
.
Pelayan datang dengan membawa kotak makanan yang dipesan Akmal, Pelayan mengantarkannya dimeja makan.
Marimar yang melihat cukup terkejut karna tidak biasanya Akmal membawa bekal.makanan.
"Akmal.. Kau mau lembur ? Kenapa bawa makanan ??" tanya Marimar.
"Oh.. ini, aku mau bawa kerumah sakit ma.. Ibu Niken semalam juga pingsan didalam rumah. Kata dokter karna HB nya turun drastis. Aneeta pasti tidak sempat pulang, makanya aku mau kesana membawa sarapan ini."Terang Akmal.
"Ibu Niken sakit ?? kenapa kau sejak tadi diam saja ??!! Mama Ikut ya, mama mau jeguk.."Balas Marimar penuh antusias.
"Mama yakin sudah lebih baik ??" Akmal.memastikan karna wajah sang mama memang masih terlihat pucat.
"Mama kan tidak sakit. Sudah, mama ambil tas dulu. Tunggu ya.."Marimar beranjak dari duduknya menuju kamar, tak lama ia sudah kembali dengan menenteng tasnya dan segera keluar bersamaan dengan Akmal untuk kerumah sakit.
.
__ADS_1
.