Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Tega memisahkan kami


__ADS_3

.


.


.


Aneeta diberi buku jurnal milik Haidar, ia diminta mempelajari beberapa jadwal mitting dan juga bahan untuk mitting atasannya itu. Ruangan Aneeta pun tepat berada didepan ruangan Haidar. Pintu mereka pun saling berhadapan, Dan bisa saling melihat karna pintu bagian atas masing-masing ada kacanya.


Siang hari, Haidar keluar ruangan dan menegur Aneeta. "Bagaimana ??".


"Oh.tuan sudah keluar ya ?? Siang ini ada pertemuan dengan Klien untuk menandatangai kerja sama direstoran dijalan Hy."Aneeta langsung berdiri. Hanya membaca beberapa jam saja Aneeta sudah bisa menghafal semuanya.


Haidar tersenyum puas. "Baiklah. Ayo berangkat."


Aneeta mengangguk dan mengikuti Haidar dari belakang. Aneeta langsung mulai bekerja, Karna Haidar sangat yakin jika Aneeta mampu melakukan pekerjaannya tanpa harus melakukan Interview.


.


.


Sore hari Aneeta sudah kembali kerumahnya. Toko juga masih nampak rame, setidaknya pemandangan seperti itu membuat hati Aneeta tenang, Usaha sang Ibu begitu berkembang sangat pesat

__ADS_1


"Eh Mbak Aneet sudah pulang ya ??"sapa Chika yang sedang menghitung belajaan pelanggan.


"Iya Chik, Ibu masih lembur buat kue ??" Tanya Aneeta.


"Tentu tidak mbak. Tapi didalam tamu."balas Chika.


"Siapa ??" Aneeta keheranan.


"Nggak tau siapa, Mungkin orang mau pesen kue kali.."Timpal Chika.


Aneta pun segera masuk kedalam kerumah mereka.


Baru saja masuk ruang tamu, Aneeta dikejutkan dengan siapa tamu sang Ibu.


"Untuk apa anda kemari ??" tanya Aneeta tanpa basa basi.


Aneeta bisa melihat banyaknya berkas diatas.meja didepan Ibunya.


"Anda mau mengganggu kami lagi ??" Tambah Aneeta.


"Aneeta jangan seperti itu. Dia tetap Ayahmu Nak.."cegah Ibu Niken.

__ADS_1


Aneeta mendegus kesal lalu memilih duduk disisi Ibu Niken.


"Sekarang katakan keinginanmu pada Aneeta. Tapi jika dia menolak kau tidak boleh memaksa dia."Ucap Ibu Niken pada Fairuz.


"Baiklah.."Fairuz menerima dengan mudah. Padahal setau Aneeta Papanya Akmal itu sangat sulit sekali ditolak kemauannya.


"Aneeta.. Ini semua adalah berkas saham Ayah. Dibeberapa perusahaan dikota ini. Ayah hanya ingin kau mengelolanya, Ayah tidak mau dikatakan pilih kasih antara kau dan Akmal. Ayah akan kembali ke Amerika akhir minggu ini."Terang Fairuz.


"bukannya yang dikelola Akmal adalah perusahaan Nyonya Marimar ?? Kenapa saham anda itutidak diberikan padanya saja ?? Saya tidak mengerti tentang semua itu. Dan saya sama sekali tidak berminat menerimanya."Balas Aneeta dengan tegas dan jelas.


"Aneeta.. Kenapa kau malah marah denganku ?? Aku ini memberitau kalian untuk kebaikan kalian juga ??Apa benar jika saudara kandung itu menikah ??"Balas Fairuz.


"Sama sekali aku tidak ada niat mempermalukan kalian.. Jika kalian ingin tes DNA, lakukan saja. karna kalian memang benar anakku. Aku yang membawa Akmal pergi dan membiarkanmu bersama ibumu."Tambah Fairuz.


"Karna aku wanita kan kau membiarkanku dengan Ibu ?? Keluarga besarmu ingin pewaris laki-laki kan makanya kau dengan tega memisahkan kami ??!! Jika saja sejak awal kau tidak memisahkan kami, Kejadian ini tidak akan pernah aku alami.."Tutur Aneeta dengan sungguh-sungguh. Ibu Niken tak mampu berbicara. Karna memang semua yang dikatakan Aneeta benar adanya.


"Lalu untuk apa sekarang kau datang memberikan semua ini ?? Bahkan selama 23 tahun aku hidup didunia ini, aku hanya makan dari hasil keringat ibuku tanpa campur tangan orang yang berstatus Ayahku yaitu kau !!?"Tambah Ayumi.


"Berhenti mengganggu hidupku dan Ibuku, Anggap saja kau tidak memilki anak perempuan, aku sudah bekerja, dan Usaha Ibu sudah berkembang pesat. Jadi bawa saja berkas saham mahalmu itu, dan nikmati dunia kemewahanmu itu tanpa kami yang sejak dulu tidak kau anggap."Aneeta beranjak dari duduknya dan segera berlari kearah tangga menuju kamarnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2