Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Aku kakaknya


__ADS_3

.


.


.


Mungkin karna kelelahan, Aneeta tertidur didalam mobil Haidar. Padahal sejak masuk Aneeta begitu antusias membicarakan anak-anak panti yang begitu antusias bersama mereka.


Sebentar-sebentar Haidar melirik Aneeta yang terlelap tidur.


Perlahan Tangan Haidar hendak membelai kepala Aneeta, Namun Saatsudah dekat, Haidar mengurungkan niatnya lagi.


"Semoga dengan sering bersama, Kau bisa mengingat kejadian dulu An.. Aku sangat berharap hal itu terjadi.."Batin Haidar.


.


.


Tiba didepan Rumah, Haidar buru-buru turun dan ternyata suatu kebetulan Akmal juga baru keluar dan hendak pulang.


Senyum Akmal pun luntur seketika saat melihat Haidar datang malam seperti itu.


Ibu Niken yang tau jika Aneeta pergi bersama Haidar segera menghampiri Haidar.


"Aneeta nya mana ??" Tanya Buk Niken.


"Aneeta tidur buk.. Saya mau kasih tau Ibu, mau ijin membawa Aneeta kekamar."balas Haidar.


"Apa kau buta ??!! Ada aku disini !!" Sentak Akmal nampak tak dsenang.


"Maksudnya ??" Haidar menjawab dengan santai


"Kau lupa ??!! Aku kakaknya aneeta !!!" Akmal berkata seketika.


Merasa ada ketegangan Ibu Niken segers melerai. "Em.. Ibu bangunkan saja Aneetanya. Dia mudah dibangunkan kok."

__ADS_1


Ibu Niken segera menuju mobil Haidar dan membangunkan Aneeta.


"Nak.. Aneet.. Bangun Nak.."


Aneeta mengeliat perlahan dengan mata terbuka. untung tak sulit membangunkan Aneeta.


"Ibu.."Suara serak Aneeta terdengar.


"Ayo bangun. Kau sudah sampai dirumah."Ucap Ibu Niken.


Aneeta meneliti sekilas lalu segera bangun. "Ya ampun buk.. Aku ketiduran."


"Iya.. Ayo turun."Ajak Buk Niken.


Aneeta perlahan turun dan ia dikejutkan dengan dua sosok pria yang dekat dalam dirinya.


"Emm.. tuan Haidar, terima kasih sudah mengantar saya. Maaf sudah merepotkan."Aneeta malah menyapa Haidar terlebih dahulu.


"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi. Sampai jumpa dikantor besok."balas Haidar tanpa peduli Akmal.


"Ibu. Saya permisi."Haidar berpamitan dengan Ibu Niken


"Iya. Terima kasih tuan sudah mengantar Aneeta."Balas Ibu Niken.


Haidar mengangguk dan langsung membalikkan tubuhnya dan memasuki mobil. Mobil segera melesat pergi dari sana.


"Kenapa kerja sampai malam begini kerjanya ??!! Kau diperas tenaganya oleh pria tadi ??!!" Akmal segera menanyai Aneeta.


"Jangan bicara seperti itu. aku dan dia baru pergi jalan-jalan bukan bekerja."Aneeta berbalik keibu Niken.


"Buk. Aku masuk dulu ya.."belum sempat Ibu Niken menjawab Aneeta sudah masuk kerumah.


"Akmal mau menginap disini atau pulang ??"Tawar Buk Niken


"Sekarang tidak dulu buk. Akmal pamit ya.."Akmal mencium tangan Ibu Niken

__ADS_1


"Hati-hati Nak.."


Akmal berlalu segera dan pergi dari sana.


.


.


Pagi hari Aneeta sudah siap dengan pakaian kerjanya. Dan dengan semangat aneeta menikmati sarapannya.


"Kau semangat sekali Nak.. kau betah kan kerjanya ??" Tegur Buk Niken.


"tentu saja. Tuan Haidar baik sekali. Pekerjaanku juga sangat menyenangkan."Balas Aneeta.


"Syukurlah. Setidaknya, kau nyaman bekerja disana."Timpal Buk Niken.


"Iya. Oh ya buk, Kalau memang sudah banyak pegawai Ibu istirahat saja. Biarkan mereka yang bekerja. Ibu sudah waktunya istirahat."Tutur Aneeta.


"Ibu bosan jika harus duduk terus. Tidak apa-apa, nanti Kalau ibu capek ibu istirahat."Balas Ibu Niken.


" aku hanya tidak mau Ibu kecapekan."


"Iya..iya.. Kau juga harus tetap jaga kesehatan ya, jangan terlalu diforsir."


"Iya buk..Aneet pamit ya,"Aneeta mencium tangan Ibu Niken


"Iya.."


Aneeta berjalan cepat keluar. Dan sapaan dari karyawan toko kue yany baru dibuka diterima Aneeta.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2