Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Hanya ingin tau yang sebenarnya


__ADS_3

.


"Buk.. Maafkan aneet, Aneeta hanya ingin tau yang sebenarnya.. Tolong buk.."Ucap Aneeta seraya memeluk sang Ibu.


Ibu Niken melepas pelukan Aneeta. Lalu menatap wajah putrinya dengan mata yang berair.


"Ibu akan katakan yang sebenarnya. Tapi setelah ini Ibu harap kau berhenti menanyakan dia. Dan jangan pernah menganggap dia ada." kata Ibu Niken dengan sungguh-sungguh.


Aneeta mengangguk dengan patuh.


Ibu Niken menghela nafasnya cukup panjang, Ia kemudian kembali menatap Aneeta. "Ayahmu memang belum meninggal. Ibu rasa Ayahmu masih hidup."Buk Niken mulai bercerita.

__ADS_1


"Sebenarnya ibu sangat malu menceritakan masalah ini. Tapi kau tetap begitu ingin mengetahuinya. Aneeta, Kau terlahir dari hubungan terlarang antara aku dan ayahmu. Ibu adalah orang ketiga dalam rumah tangga Ayahmu. Rumah tangga Ayahmu renggang karna istrinya belum juga memiliki keturuan selama mereka menikah lebih dari 5 tahun. Ibu dulu benar-benar dibutakan oleh yang namanya Cinta, sampai ibu tidak berfikir jauh dalam mengambil tindakan. Sampai Ibu dengan sadar menyakiti hati wanita yang Ibu sendiri tidak tau seperti apa dia. awalnya Ayahmu berjanji akan menikahi ibu saat Bayi yang ibu kandung lahir, Namun ternyata Ibu salah, Cinta yang diberikan Ayahmu adalah palsu, Ayahmu memang sengaja menghamili Ibu Agar dia bisa mendapatkan keturuan untuknya dan juga istrinya."ibu Niken menjeda ceritanya ia memegangi dadanya. Jika teringat semua itu, Ia pasti akan merasakan sesak yang begitu luar biasa.


Meski Aneeta sangatlah terkejut, Namun Aneeta berusaha biasa dan menguatkan sang Ibu dengan terus menggenggam jemaru Ibu Niken.


"hasil pemeriksaan dari dokter pun juga dibawa oleh Ayahmu. Sampai pada saat persalinan Ibu tiba dan Ibu harus disecar karna ternyata bayi yang Ibu Kandung kembar. Semua sudah direncanakan Ayahmu, bahkan umumnya cesar yang hanya dibius sebagian tidak berlaku pada Ibu, Ibu dibius seluruh badan. Sampai Ibu tidak sadar, dan saat Ibu terbangun Hanya kau yang disisi Ibu, Entah bagaimana kembaranmu dan seperti apa dia, laki-laki atau perempuan, Ibu tidak tau sama sekali. Dokter hanya mengatakan salah satu anakku harus meninggal dan sudah dikuburkan, Tapi Ibu yakin Jika kembaranmu masih hidup dan saat ini pasti bersama Ayahmu."Terang Ibu Niken dengan berlinang air mata.


"Ibu sudah coba cari kerumahnya ??" Tanya Aneeta memastikan.


Aneeta yang tak kuasa melihat Ibunya bersedih langsung memeluk sang Ibu kembali.


"Sudah buk.. Jangan diingat lagi.. Maafkan Aneeta ya sudah menanyakan hal ini.. Jujur Aneeta memang sangat penasaran akan keberadaan Ayah.."Tutur Aneeta.

__ADS_1


Ibu Niken membuka pelukannya kembali. "Ibu mohon sama kamu Nak, Tolong jangan cari dia, Anggap Ayahmu sudah meninggal saja. Ibu benar-benar takut jika Ayahmu juga membawamu bersama dia..Hanya kamu yang Ibu punya.. Ibu mohon.."


"Ibu. Sampai kapanpun aku tidak akan ikut dengannya meski Tuhan berkehendak kita akan bertemu, Ibuntenang saja ya.."Hibur Aneeta.


"Ibu benar-benar takut kau pergi meninggalkan Ibu.. Aneeta.."Tangis Ibu Niken tersedu-sedu.


"Tidak Ibu.. Tidak.. Tenang ya.."Aneeta terus berusaha menenangkan sang Ibu dalam dekapannya. Kenyataan sebenarnya telah Aneeta ketahui, Setidaknya Aneeta bisa mencari tau saja tanpa Memberitau Ibunya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2