Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Tuan sakit


__ADS_3

.


.


.


Namun, baru sampai didepan Aneeta dikejutkan dengan kedatangan Haidar yang baru turun dari mobilnya.


"Tuan ?? Em.. Ada apa kemari pagi sekali ??"Tanya Aneeta cukup terkejut.


"Itu. Saya mau beli beberapa kue kering untuk anak-anak kantor."balas Haidar dengan mudah.


"Oh..begitu,"Entah mengapa Aneeta berharap Tuan Haidar mengatakan jika akan menjemput dia


"Tapi sepertinya belum buka ya ??"Tambah Haidar dengan pertanyaannya.


Nampal rolling dibuka oleh Chika yang bisa melihat Haidar. Senyum mengembang seketika diwajah Chika.


"Mas ganteng.."Chiks berlari menghampiri Haidar


"Chika.. Jangan seperti itu.."Cegah Aneeta. ia takut jika Haidar sampai tak nyaman .


"biarkan saja An."Balas Haidar.


"Em.. Bisa kau siapkan sekitar seratus keping kue kering ?? Macam-macam varian juga tidak apa-apa."Pinta Haidar pada Chika.


"Wah.. Tuan benar-benar malaikat pembawa rezeki ya.. Baru saja saya buka toko udah diborong aja.."Balas Chika. Haidar hanya tersenyum saja.


Aneeta sontak menoleh kearah atasannya itu. "Tuan beli sebanyak itu ??"


"Iya. Karyawan kantorkan juga banyak. Dan lagi OB juga pasti mau kan." balas Haidar.


"Oh..iya.. Em, Kau sudah mau berangkat ??" Haidar menanyai Aneeta.


"Iya. Takut kejebak macet nanti tuan."

__ADS_1


"Ya sudah. Bareng saya saja."


"Apa tuan sudah mau kekantor ??"


"Tentu saja."Haidar mengembangkan senyum manisnya yang membuat Aneeta Ikut tersenyum.


Chika sudah selesai menyusun. Semua kue kering pesanan Haidar, Dan sopir nampak sudah menyusun didalam bagasi mobil, dan keduanya segera menuju kantor bersama-sama.


Dari jarak tak jauh, ternyata Akmal memperhatikan Aneeta dan Haidar tangannya mengepal kuat distir mobilnya.


"Aku rasa memang pria itu sengaja mendekati Aneeta, Dia sengaja datang terus.kemari, Aku harus mengingatkan Aneeta supaya lebih waspada."Gumam Akmal, ia urung mendapati Ibu Niken dan memilih memutar mobilnys untuk menuju Kantor.


.


.


Ponsel Marimar berdering beberapa kali saat Msrimar masih bergantu baju. Perlahan ia meraih ponselnya. Alis Marimar bertaut menjadi satu saat melihat nama yang tertera diponselnya.


"Halo. Ada apa ??" Marimar tak mau basa basi.


"Iya, kenapa kau menghubungiku ??"


"Tuan besar sakit Nyonya.beliau sedang dirawat dirumah sakit disini."Lapornya.


" Lalu ??"


"Nyonya tidak kemari ??"


"bukannya tuanmu itu sudah memiliki istri muda lagi disana ?? Buat apa menungguku ??!" Marimar nampak tak suka sekali.


"Itu..Nona baby sudah pergi sejak kemarin."


Marimar menghembuskan nafasnya dengan kasar. Biar bagaimanapun Ia tetap istri sah Dari Fairuz, namun semua yang telah dilakukan pria itu begitu membuat hati Marimar masih sakit sekali.


"Nyonya.."

__ADS_1


"Aku akan kesana setelah urusanku disini selesai,"Marimar langsung mematikan panggilannya.


.


.


Aneeta masuk keruangan Haidar dengan membawa berkas ditangannya guna meminta tanda tangan.


Nampak sekali wajah Haidar yang memucat, Aneeta pun dibuat terkejut dengan perubahan Haidar


"Tuan sakit ??" Tanya Anneta


"em.. Tidak, mungkin hanya kurang tidur saja."balas Haidar.


"Kau bawa apa ??" Tanya Haidar mengalihkan topik.


"Berkas untuk anda tanda tangani tuan."Aneeta meletakkan segera dihadapan Haidar.


Meski memang kepalanya terasa berdenyut, Haidar terus menahannya juga. Ia perlahan membubuhkan tanda tangan dalam.berkas yang dibawa Aneeta.


Aneeta terus memperhatikan atasannya itu. Pucat sekali, sangat Aneeta yakini jika Haidar sedang tidak baik.


"Tuan.. Sebaiknya tuan istirahat dulu, saya rasa tuan membutuhkannya."Ucap Aneeta.


"Iya.. terima kasih."balas Haidar.


"Em... Saya buatkan teh hangat bagaimana ??" tawar Aneeta ingin membantu Haidar


"apa kau tidak sibuk ??" Tanya Haidar balik.


"Tentu saja tidak. Tuan tunggu sebentar ya.. "Aneeta segera membalikkan tubuhnya dengan cepat, guna membuatkan Teh untuk Haidar. Sepeninggal Aneeta, Haidar terus memijit kepalanya, Rasanya bertambah sekali sakitnya dan hanya bisa ia tahan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2