Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
akan menghukummu


__ADS_3

.


.


Dering ponsel Akmal berbunyi hingga beberapa kali. Hingga sang pemiliknya perlahan membuka mata dan kemudian menerimanya.


"Halo.."suara Akmal terdengar parau.


"Akmal.. Kau dimana Nak ??" Tanya Marimar.


Akmal melihat layar ponselnya. Saat tau sang mama yang menghubunginya, Akmal segera bangun. "Mama ?? Ada apa ??"


"Kau dimana ??" tanya Marimar lagi.


"Em.. Aku.. Aku dirumah teman ma.."Jawab Akmal berbohong.


"Nak, bisa kerumah sakit ?? Mama dan papa mau bicara sama kamu ??" Pinta Marimar.


"Baiklah.. Aku kesana. Sebentar ya ma.." Akmal langsung setuju.


"Iya.. Mama tunggu Nak.."Panggilanpun segera berakhir.


Akmal mengusap kasar wajahnya, Ia meneliti tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun, Bau minuman jugs tercium disekujur tubuhnya.


"Astaga.. Kenapa aku jadi begini sih !!" Gumam Akmal yang segera bangkit dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi.


.


.


"Hay.."Aneeta melongok dari pintu ruangan Haidar hingga membuat Haidar tersenyum.


"Kenapa tidak langsung masuk.."Balas Haidar.


"aku takut mengganggumu.."Aneeta pun segera membuka lebar pintu ruangan Haidar, Lalu ia melangkah masuk.


"Alasan.."Timpal Haidar yang menyambut kedatangan Aneeta.

__ADS_1


"Aku bawakan sarapan.kau sudah sarapan belum ??" Aneeta menunjukkan kotak makan pada Haidar


"pacar ku tau sekali sih, aku belum makan.."Haidar memegangi kedua pipi Aneeta yang bagi Haidar sangatlah menggemaskan.


"Iiih.. Kakak.. Kau menyebalkan.."Aneeta menepis tangan Haidar. Hingga menimbulkan gelak tawa Haidar.


"Terus tertawanya !!? Aku pergi deh.."Aneeta yang kesal.hendak pergi.


Haidar langsung menarik tubuh Aneeta hingga terbentur dadanya. Deru nafas mereka saling terasa karna dekat sekali.


"Jangan coba-coba pergi ya.. Aku akan menghukummu jika berani meninggalkan aku.."bisik Haidar.


Aneeta bergidik sekali. Deru nafas Haidar ditelinganya seolah membuat Semua bulu roma Aneeta berdiri.


"Kakak.. Jangan seperti ini.."wajah Aneeta bersemu merah. Ia berusaha melepaskan diri. Namun ternyata Haidar tak mau melepasnya.


"Janji dulu.." ucap Haidar


" janji apa ??!!" Aneeta tak mengerti.


"Janji jangan pernah meninggalkan aku.."Timpal Haidar.


"Tidak masalah."Haidar menjawab dengan enteng.


"Kakak..."Aneeta merengek, ia sudah bingung mau menjawab apa.


"Baiklah.. Aku lepaskan, tapi sebagai hukuman kau harus menemaniku sarapan. Bagaimana ?? Mau tidak ??" Haidar memberi pilihan.


"Kakak selalu tidak mau rugi.. Baiklah, Tapi cepat lepaskan.."Balas Aneeta.


Haidar tersenyum menang. Lalu melepas pelukannya. Aneeta baru bernafas lega saat Haidar berhasil melepaskan pelukannya.


Aneeta memutar tubuhnya untuk duduk disofa sambil bergumam. "aku tidak menyangka Kak Haidar jadi semesum ini..hi.."


Haidar yang bisa mendengar gumaman dari Aneeta hanys terkekeh mengekor dibrlakang Aneeta.


.

__ADS_1


.


Akmal mengetuk pintu ruangan rawat sang papa. Nampak Marimar segera membukakannya.


"kau sudah sampai ?? Sudah sarapan belum ??" tanya Marimar penuh perhatian.


"Sudah ma.."Balas Akmal mengulas senyumnya. lalu mengikuti Marimar masuk kedalam.


Fairuz bisa melihat Akmal yang hanya memakai baju santai tidak seperti biasa. "Kau tidak kekantor ??" Fairuz tak mau basa basi.


"Em...iya, pa. Nanti aku juga akan kekantor. Tadi mama menghubungiku, katanya papa mau bicara denganku."Balas Akmal dengan santai.


"Iya. Duduklah.."Perintah Fairuz.


Marimar ikut duduk disisi Akmal tepat diSisi ranjang rawat Fairuz.


"Bagaimana dengan kantor ?? Apa ada perkembangan ??" Fairuz mulai.bertanya.


"Papa meragukanku ?? Bukannya papa dulu yang memaksaku menjadi bisa ??" akmal.membalikkan pertanyaan.


"Akmal...."Marimar mencoba membuat Akmal tak melawan.


Akmal.hanya mendegus kesal.


"Terserah kau mau bicara apa. Aku hanya ingin memastikan kantor bisa kau handle dengan baik." Ucap Fairuz


"papa jangan kawatir, semua aman terkendali."balas Akmal.


"kau yakin ??" fairuz terus menarik ulur.


" tentu saja."


" lalu apa kau tau, jika proyekmu ditolak ??"


Akmal seketika membulatkan kedua matanya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2